Ketum KONI Pusat Melantik Pengurus Besar PB Persani

Prof. Dr, Ilya Avianti S.E., M.Si., Ak, CPA ( kiri) bersama Ketua Umum KONI Pusat Toni Suratman. ( foto: Burhan)

JAKARTA: Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) berpeluang menjadikan senam sebagai olahraga pembentuk karakter bangsa dan menjadi alat komunikasi sosial yang efektif, kata Ketua Umum KONI Pusat Toni Suratman, hari ini, Selasa ( 6/12).

“Kita tahu kondisi bangsa kita saat ini, begitu pula bahaya narkoba yang menjangkiti kaum muda. Oleh karena itu saya punya harapan Persani bukan hanya mencetak prestasi tetapi juga membentuk karakter bangsa,” ujarnya usai melantik pengurus PB Persani antar waktu 2016-2018 di lantai 12 Gedung KONI pusat.

Ketua Umum KONI Pusat Toni Suratman melantik Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia ( Persani)  dibawah kepemimpinan Ketua Umum, Ilya Avianti masa bakti 2016-2018 dan berharap senam artistik, gimnastik, ritmik, aerobik, trampolin memiliki fungsi sebagai alat komunikasi sosial dengan banyak menggelar event di mall-mall sehingga generasi muda tertarik untuk bergabung di klub-klub.

Dalam kesempatan itu Toni Suratman mengungkapkan kebahagiannya karena Ilya Avianti yang bergelar Prof. Dr, S.E., M.Si., Ak, CPA mau terjun membina pengurus, pelatih, atlit yang dalam olahraga disebut Tri Tunggal. Sebab tanpa ada pengurus, atlit tidak bisa optimal berprestasi. Tanpa atlit juga tidak ada pelatih.

“ Saya punya harapan di bawah kepemimpinan Ilya Avianti cabang olahraga senam bisa menghasilkan emas pada dua ajang multievent mendatang  yakni SEA Games 2017 dan Asian Games 2018,” kata Toni Suratman.

20161207_103400

 

 

 

 

 

 

Para Pengurus Besar PB Persani periode 2016- 2018

Sebagai Mother of Sport, semua cabang olahraga dan para atlitnya harus melakukan senam terlebih dulu untuk dapat melakukan latihan dengan optimal.  OLeh karena itu saatnya Persani untuk membangun jejaring dengan semua cabor dan organisasi seperti Perwosi, Kowani dan lainnya agar senam lebih banyak menghasilkan medali emas.

“Senam itu punya fungsi komunikasi sosial karena saya sendiri tiap pagi melakukan senam pagi, masyarakat membangun komunitas untuk senam jantung, senam lidah, senam mata dan banyak terbentuk komunitas senam rekreasi lainnya yang membuktikan fungsi komunikasi sosial senam,” kata Toni Suratman.

Sementara itu Ketum Persani Ilya Avianti mengatakan guna memenuhi target maksimal perolehan emas di event-event internasional pihaknya akan memberdayakan seluruh pengurus-pengurus provinsi di Tanah Air untuk memetakan kekuatan klub-klub senam dan pengprov-pengprov.

“ Kita bertekad mendapatkan atlet-atlet berpotensi yang dapat meraih emas karena targetnya memang emas,” tegasnya usai dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman.

Pengurusan Persani pusat  sempat vakum karena pengunduran diri ketua umum sebelumnya, Nina Nurlina dan kini tidak memiliki sarana berlatih di pusat pemerintahan. Namun keterbatasan sarana dan prasarana tidak membuatnya surut untuk memimpin Persani. Pihaknya mencari solusi dan sebelum dilantikpun semua bidang sudah melaksanakan program jangka pendeknya.

“Kita akan memberdayakan lima pengprov yang sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai yaitu Riau, Jakarta, Palembang, Bandung dan Makasar sebagai pusat pelatihan untuk beberapa cabang senam yang akan diperlombakan di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018,” ungkapnya.

Persani Undang Manager Event Asian Gymnastics Union ( AGU) Berikan Pelatihan Hadapi Asian Games 2018

JAKARTA: Manajer Event Asian Gymnastics Union ( AGU), Anis Saoud memberikan training sehari pada para Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (Persani) guna menghadapi Asian Games di Palembang 2018.

“ Semua harus dipersiapkan mulai dari SDM yang ada, tempat latihan dan perlombaan, jumlah volunteer yang dibutuhkan, sampai hal-hal tekhnis harus pakai jenis lampu apa yang tidak mengganggu pandangan atlit,” kata Anis Soud di Gedung PT Alita Mitra Praya Tanjung Barat, Jakarta,hari ini (27/11).

Ita Yuliati, Manager Kompetisi bidang Senam Asian Games 2018 mengatakan kedatangan Anis Saoud ke Jakarta memang atas inisiatifnya untuk memberikan gambaran utuh apa saja yang harus dipersiapkan baik dalam hal sumber daya manusia, pertandingannya hingga peralatan yang dibutuhkan serta masalah tekhnis lainnya.

“Penyelenggaraan Asian Games itu setara dengan kegiatan olimpiade jadi kita harus mendapatkan informasi dan pemahaman yang utuh secepatnya sehingga dapat membuat perencanaan anggaran serta persiapan yang matang,” kata Ita Yuliati.

Ita Yuliati, CEO PT Alita Praya Mitra (kiri) yang juga Manager Kompetisi bidang Senam Asian Games 2018 sedan berdiskusi dengan Anis Soud

Ita Yuliati, CEO PT Alita Praya Mitra (kiri) yang juga Manager Kompetisi bidang Senam Asian Games 2018 sedan berdiskusi dengan Anis Soud

Sementara itu Anis mengingatkan untuk bidang media tantangannya antara lain juga mengedukasi kalangan wartawan untuk memahami jenis pertandingan dan penilaian dalam bidang senam.

“Bukannya karena senam  olahraga yang tidak mendunia tetapi memang sistem penilaiannya rumit dan belum memasyarakat. Kalau sepakbola selain mudah menghitung skornya, masyarakat dunia juga kerap menonton pertandingan bola di televisi,” tambah  Anis.

Tantangan ke depan Persani harus mengedukasi masyarakat melalui media nasionalnya sehingga mereka juga paham bahwa saat meliput bidang senam mereka dapat mengikuti pertandingan dengan baik. Misalnya, wartawan tidak bisa memakai lampu blitz yang mengganggu konsentrasi atlit.

Pers juga harus paham bagaimana penilaian berlangsung karena usai pertandingan mereka akan menulis di medianya masing-masing sehingga dapat memberikan informasi yang lengkap pada masyarakat dunia karena di era digital ini laporan dari satu negara bisa di akses dari berbagai belahan dunia.

“Nanti di Asian Games 2018 harus ada Mixed Zone suatu tempat yang disediakan oleh panitia untuk tempat pertemuan para atlit setelah menerima medali dengan para wartawan yang sudah menunggu untuk mewawancarainya,”tambah Anis.

img_4634

 

 

Mixed Zone ini penting karena tiap negara peserta memiliki tim wartawan dari negara asalnya masing-asing dan di mixed zone yang masih di arena pertandingan mereka bisa bertemu dengan atlit dari negaranya sendiri sehingga tidak memiliki kesulitan bahasa.

Dia menyarankan Persani membuat Forum Discussion Group ( FGD) baik untuk internal organisasi maupun untuk berkomunikasi secara reguler dengan kalangan pers setahun sebelum hajatan besar Asian Games itu dan secara rutin menjelaskan melalui rilis sehingga pers juga siap membuat liputannya.

Di cabang olahraga senam, Persani dan pemerintah harus memikirkan pula pemilihan peralatan pertandingan karena Asian Games penyelenggaraannya hanya beberapa hari sementara peralatan selanjutnya harus disimpan, di rawat untuk pemakaian 10 tahun ke depan misalnya.

“ Baru bicara soal penyimpanan alat saja sudah banyak aturan yang harus diikuti supaya peletakan alat-alat tidak membuat barang tersebut menjadi rusak jadi karena itulah persiapan panjang memang harus dilakukan. (Hilda Ansariah Sabri)

Ilya Avianti terpilih Menjadi Ketua Umum Baru PB Persani

JAKARTA: Ilya Avianti terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB Persani pada Kongres Luar Biasa ( KLB) yang berlangsung di Gedung Serba Guna Senayan, Jakarta. Sejumlah 23 Pengurus Provinsi ( Pengprov)  mempercayakannya untuk mengembalikan kejayaan dan periode emas cabang olahraga senam di tanah air.

“Terima kasih atas kepercayaannya dan bersama-sama kita bangun PB Persani yang solid, profesional dan memberi nilai tambah bagi negara. Kita akan bekerjasama dengan Pemerintah pusat maupun daerah untuk berkomitmen mewujudkan berbagai kegiatan dari Sabang sampai Merauke,” kata Ilya Avianti, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang cinta olahraga.

Wanita yang remajanya menekuni olahraga lempar cakram, volley, softball, tenis meja dan tenis lapangan ini mengatakan ke depan pengurus pusat dan daerah harus memiliki frekwensi dan hati yang sama sehingga pekerjaan apapun menjadi mudah.

“Kita harus menyatukan visi dan misi agar seluruh kegiatan terintegrasi, terstruktur dan berstandar internasional. Pemberdayaan Pengprov di daerah harus segera dilakukan baik dalam hal manajemen organisasi, proses perekrutan atlit di daerah melalui ajang kompetisi dan  klub-klub senam   yang  hadir di tengah masyarakat,”

Ilya mengaku sedih membaca di media tentang nasib para mantan atlit yang memperoleh medali emas dimasa muda tapi hidup susah di usia senja. Oleh karena itu dia akan memikirkan solusi agar hidup merèka kelak tidak jadi beban negara dan punya kartu asuransi.

“Kita wujudkan program untuk atlit, pelatih hingga wasit sehingga dalam kompetisi internasional ada juri dari Indonesia juga.Saya dari awal juga sudah pikirkan agar mantan atlit terjamin hidupnya di hari tua,”

Semua itu sudah tertuang dalam visi, misi, program jangka pendek dan jangka menengah – panjang sehingga hal utama yang harus dilakukan adalah membenahi masalah internal dalam tubuh organisasi sendiri.

“ Kalau dilihat dari empat kali kepemimpinan para Ketua Umum sebelumnya, tidak ada yang menuntaskan masa bakti selama empat tahun karena berbagai hal bahkan kini gedung senam di Senayan juga sudah diambil pemerintah untuk kepentingan kompleks Gelora Bung Karno sebagai venue Asian Games 2018 maka masalah internal organisasi harus cepat diatasi;” tegas Ilya.

Organisasi harus terstruktur, menerapkan tata kelola, transparansi dan komunikasi yang baik antara pusat dan daerah. Para pengurus organisasi ini harus menyamakan dulu langkah dalam visi dan misi, menyamakan frekwensi dan ritme kerja dan menyamakan hati agar bisa mengurus sebuah rumah keluarga bernama PB Persani.

“Kalau kita sudah menginventarisasi problematika keorganisasian dan SDM, Inventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana. Maka bisa dihasilkan roadmap mau dibawa kemana atlit-atlit yang ada. Bedakan mana keinginan dan mana kebutuhan karena para pengurus itukan seperti halnya orangtua para atlit jadi harus tahu kebutuhan, kemampuan dan cara meningkatkan prestasi masing-masing anak didiknya.

Bersama peserta KLB usai pelantikan sebagai Ketua Umum PB Persani yang baru menggantikan Nina Nurlina

Bersama peserta KLB usai pelantikan sebagai Ketua Umum PB Persani yang baru menggantikan Nina Nurlina

Buat Ilya, masa kerja dan masalah pembiayaan memang penting tapi bukanlah segalanya karena yang harus dilakukan Pengprov dan PB Persani adalah komitmen untuk membuat organisasi yang terstruktur sehingga kepercayaan pemerintah daerah dan sponsor juga tinggi.

“Senam itu sebutannya adalah Ibu dari semua olahraga. Mau melakukan olahraga apapun seorang atlit akan melakukan pemanasan dengan senam jadi saya ingin semua stakeholder mulai dari Pemerintah, Pengusaha dan masyarakat agar bekerjasama mengembalikan kejayaan senam sehingga di level olimpiadepun bisa meraih emas,” tegasnya.

Menurut Ilya tidak ada yang muluk-muluk dalam mencapai target, asal pemerintah menyadari bahwa kemajuan  olahraga adalah tolak ukur kemajuan bangsa selain perekonomian dan pertahanan keamanannya maka semua Pengurus Besar cabang olahraga seperti halnya senam dapat menyumbangkan medali-medali emas yang mengharumkan nama bangsa.

“ Kalau Pengprov menuntut komitmen saya sebagai “Ibu” dari organisasi maka saya akan cari “Ayah” angkat yang mampu sejalan dengan pemerintah. Rangkul dan fasilitasi klub-klub senam yang ada di daerahnya masing-masing karena disitulah potensi-potensi atlit senam yang unggul” kata Ilya Avianti. (Hilda Ansariah Sabri)

Persani Gelar KLB Dengan Calon Tunggal Ilya Avianti Di Haornas 2016

JAKARTA: Ketua Umum dan Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia ( Persani) diharapkan dapat mensinergikan masalah manajemen organisasi dan manajemen atlit  serta memangkas birokrasi sehingga peluang melahirkan atlit-atlit kaliber dunia dapat  tercapai, kata Sesmenpora DR Sakhyan Asmara M spd, hari ini (9/9)

Berbicara ketika membuka Kongres Luar Biasa ( KLB) Persani di ruang Serbaguna, Senayan, dengan calon tunggal Ilya Avianti, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  Sakhyan mengatakan birokrasi manajemen organisasi dan atlit harus ringkas karena untuk menghasilkan atlit unggulan yang terpenting programnya fokus, konsentrasi dan perpendek birokrasinya sehingga dapat membina atlit dengan terukur.

Mewakili Menpora Imam Nahrowi, Sesmenpora yang banyak menangani masalah kepemudaan ini mengatakan Presiden Jokowi sudah menginstruksikan adanya Indonesia  Olimpiade Center untuk mempersiapkan cabang-cabang olahraga yang mampu menghasilkan medali emas di ajang olimpiade.

“ Kebijakan baru seperti undang-undang atlit nanti memperhatikan karir atlit hingga masa pensiunannya juga terjamin. Peraih dua medali perak dan satu emas di Olimpiade 2016 sudah mendapatkan penghargaan yang pantas sebesar Rp 5 miliar untuk medali emas, “ ujarnya.

Prestasi itu diharapkan dapat memompa pengurus berbagai cabang olahraga termasuk senam menargetkan emas bagi para atlitnya. Sejak 2013, anggaran Kemenpora utuk pembinaan dan pelatihan atlit total mencapai Rp  1, 5 triliun dan hasilnya di olimpiade tahun ini baru meraih  satu  emas dari cabor bulutangkis dan dua perak dari angkat besi.

KLB yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 9 September 2016 ini dihadiri pula oleh Mayjend Pur Marinir  Djoko Pramono dan Mayjend Dodi Husodo Argo, Wakil Ketua KONI.

Mayjend Dodi Husodo Argo, Wakil Ketua KONI  mewakili Ketuanya, Tono Suratman mengatakan peluang mengembalikan kejayaan senam sangat besar karena selain menjadi mother of sport juga sejak dalam kandungan bayi sudah diperkenalkan dengan senam.

“Hampir semua cabang olahraga sebelum melakukan latihan juga wajib melakukan senam pemanasan  sehingga semua pihak agar menyadari bahwa prestasi tidak datang tiba-tiba tapi melalui proses pelatihan yang berkesinambungan. Persani sudah harus fokus pada PON Jabar, PON remaja tahun 2917, SEA Games 2017 dan Asian Games 2018,”

Secara khusus Dodi Husodo Agro mewakili KONI mengapresiasi kepengurusan Ketum Plt Hamidy yang terus mengawal sehingga organisasi ini secara kelembagaan tetap eksis. “ Sudah saatnya Persani memetakan potensi atlit dari kegiatan PON Jabar 2016 misalnya agar bisa meningkatkan prestasi di event internasional,” kata Dodi.

Peserta Kongres Luar Biasa (KLB) PB Persani 8-9 September 2016 di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta

Peserta Kongres Luar Biasa (KLB) PB Persani 8-9 September 2016 di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta

Sementara itu plt Ketua Umum Persani, F E Hamidy yang juga Sekjen Koni mengatakan Kongres Luar Biasa ( KLB) dengan calon tunggal Ilya Avianti, anggota Dewan Komisioner OJK diharapkan dapat membawa organisasi ini menjadi solid karena pembinaan atlit harus terus bergulir dan berjenjang.

“Setelah masa kepengurusan saya sebagai Plt di perpanjang barulah kita menemukan figur yang cocok sebagai ketua umum yang kompeten, bertanggungjawab dan memiliki nerwork yang luas. Saya harapkan dibawah kepemimpinan beliau Persani menjadi solid dan profesional dan kembali meraih medali emas di ajang kompetisi nasional dan internasional,”

Hamidy mengatakan sejak Reformasi sedikitnya lima cabor tidak memiliki ketua umum yang mampu menyekesaikan masa baktinya selama 4 tahun. “Cabang senam tiga kali berturut-turut ketuanya tidak bisa tuntas mengemban tugas. Selama periode itu pula prestasi atlit menurun karena vakumnya keberadaan Ketum, tambahnya.

Dalam pengembangan olahraga prestasi memang harus ada political will pemerintah yang kuat dari penerintah untuk alokasikan anggaran olahraga yang merata karena di negara tetangga maupun di China  sudah ada kesadaran  bahwa indikator kemajuan bangsa adalah dari sektor Ekonomi, Pertahanan dan Olagraga.

“Saat mendampingi Menpora kunjungan ke Menpora Malaysia anggaran pembinaan olahraganya mencapai Rp 34 triliun. Di China sistem rekrutmen untuk pengelola manajenen olahraga dan penjaringan atlitnya menyeluruh ke seantero provinsi,”

China menjaring sedikitnya 3000 atlit dari seluruh negri sejak usia dini  5 tahun yang kenudian menjadi anak negara dimana mereka sekolah, dilatih dan hidup di pusat-pusat olahraga. Setelah 11 tahun kemudian jumlahnya tinggal 1500 atlit unggulan yang diterjunkan di olimpiade dunia dan merajai seluruh cabang olahraga.

“ Intinya pembinaan prestasi tidak ada yang instan. Jadi untuk merebut medali emas dan berjaya kembali harus ada komitmen dari pemerintah pusat dan kepala  daerah untuk melokasikan anggaran di seluruh provinsi.  Di sisi kita alokasi anggaran tidak merata bahkan tergantung kepala daerah apakah  suka olahraga maja anggarannya layak,” kata Hamidy. (Hilda Ansariah Sabri)

********

 

 

Ilya Avianti: Penguatan Pengprov Jadi Kunci Hasilkan Atlit Senam Andalan

JAKARTA;Pengurus Provinsi Pesani harus solid dan berkontribusi dalam menghasilkan atlit-atlit senam andalan dari daerah sehingga cabang olahraga senam dapat kembali menghasilkan medali emas di kompetisi nasional maupun internasional.

Hal itu dikemukan oleh Ilya Avianti, calon tunggal Ketua Umum PB Persani ketika bersilaturahmi dengan sedikitnya 24 Pengurus Provinsi ( Pengprov) Persatuan Senam Indonesia ( Persani) pada jamuan makan malam di Hotel Atlit Century, Jakarta, Kamis ( 8/9).

“Pemberdayaan potensi daerah menjadi program kerja utama saya setelah menjadi Ketua Umum Persani karena di daerahlah kontributor utama untuk mengirimkan atlit-atlitnya ke pusat hingga siap berlaga di ajang kompetisi nasional dan internasional,” kata Prof. DR. Ilya Avianti, S.E., M.Si., Ak. CPA.

Menurut dia, Pengprov harus rajin melakukan penjaringan potensi atlit lewat sekolah-sekolah dan klub-klub senam di daerah sejak anak-anak usia dini sehingga dapat terlihat calon-calon juara dunia dari daerah asalnya.

“ Ketika menghadiri kunjungan Presiden Jokowi ke Danau Toba bulan lalu, kontingen dari Papua menampilkan atraksi kesenian dengan gerakan-gerakan yang sangat lentur sehingga saya yakin dengan pembinaan yang kuat di daerah akan melahirkan atlit senam yang unggul,” ungkapnya.

Ilya menambahkan bahwa senam berpeluang untuk berjaya kembali dengan 24 nomor yang dipertandingkan baik di event nasional maupun inyernasional. Syaratnya harus ada sinergi yang kuat antara Pengprov di daerah dengan Pengurus Besar Persani di pusat sehingga semua kendala dapat diatasi.

“Senam khususnya, dari masa ke masa menghadapi masalah serba keterbatasan terutama dana operasional dan pembinaan, fasilitas sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia ( SDM) yang mampu bekerja amanah dan profesional.” jelas Ilya.

Ketiga masalah itu sudah menjadi masalah rutin jadi para pengurus Pengpro karena itulah pihaknya meminta Pengprov nantinya mampu mencari terobosan-terobosan agar organisasi dapat berjalan dan kualitas atlit ditingkatkan.

 

ilya6

Dia mengaku dilamar oleh Sekjen KONI, Hamidy, yang juga plt Ketum Persani untuk memimpin organisasi yang sudah berdiri dari bulan Juli 1963. Namun untuk itu selain tidak ada “mahar” yang diberikan layaknya seorang wanita yang dipinang, tetapi dia harus siap membiayai sendiri Kongres Luar Biasa ( KLB) Persani ini.

“ Terus terang saya dilamar bulan Januari 2016 lalu dan ada empat kandidat. Namun saya ini bukan pengusaha dan yang saya miliki adalah niat kuat untuk memimpin Persani dengan networking yang saya miliki,”. tegasnya.

Ilya mengaku hanya memiliki networking jadi kalau menjadi Kefua Umum Persani. “Jadi marilah kita menjaring kendala-kendaka di daerah. Biaya, fasilitas, pembinaan di pusat dan daerah masalahnya sama tapi marilah kita bangun sama-sama “ rumah” kita baik di pusat dan di daerah sehingga ke depan bisa menghasilkan atlit senam unggul,” tegasnya. (Hilda Ansariah Sabri)

Undangan Pra PON XIX/2016 dan Kejurnas Tahun 2015

Salam Olahraga,

Memperhatikan surat dari KONI Pusat nomor : 1060/UMM/VI/15 tertanggal 18 Juni 2015 perihal Pelaksanaan Babak Kualifikasi PON XIX – 2016 Jawa Barat, bahwa sesuai peraturan PON setiap cabang olahraga harus melaksanakan babak kualifikasi.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka bersama ini kami sampaikan sebagai berikut :

      1. Peraturan perlombaan/Technical Hand Book (THB) Babak Kualifikasi dan Kejurnas. (download : Peraturan Pra PON XIX dan Kejurnas)
      2. Tanggal dan tempat pelaksanaan :
        Tanggal : 28 Oktober – 5 Nopember 2015
        Tempat : Gymnasium Sport Center Arcamanik Bandung, Jawa Barat
      3. Formulir pendaftaran. (download : Form Pendaftaran)
      4. Seluruh biaya transportasi PP dari daerah asal, akomodasi dan konsumsi menjadi tanggung jawab Pengprov Persani masing – masing.
      5. Informasi penginapan akan diberitahukan menyusul.

Demikian atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Disorda DKI Jakarta gelar kejurnas senam antar PPLP 2015

JAKARTA: Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Senam antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2015 di Gelora Senam Raden Inten, Duren Sawit, Jakata Timur yang berlangsung mulai 11-15 Agustus 2015 diikuti 123 atlet dari 9 provinsi.

Sebanyak 123 atlet senam mengikuti Kejurnas yang dibuka Wakil Walikota Jakarta Husein Murad. Dia berharap Kejurnas ini dapat melahirkan atlet muda berbakat yang kelak dapat meraih prestasi bagi bangsa Indonesia di kancah internasional.

pplp

Ita Juliati, Ketua III PB Persani menghadiri pembukaan Senam antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2015 di Gelora Senam Raden Inten, Duren Sawit, Jakata Timur

“Semoga kejuaraan ini berjalan dengan penuh sportifitas, semangat juang tinggi dan menjauhkan unsur negatif yang mencoreng kejuaran ini,” pesan Husein yang hadir di podium didampingi Ita Juliati, Wakil Ketua III PB Persani bersama Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta H. Drs. Firmansyah, M.Pd

Ita Juliati yang  juga CEO Alita Group meluangkan waktunya untuk menghadiri acara mewakili Ketum Nina Nurlina Pramono yang berhalangan hadir. Pada pembukaan ini Ita  sekaligus mensosialisasikan peluncuran logo baru Persani dan revitalisasi gerakan senam untuk anak-anak, remaja dan dewasa serta untuk kelompok umur senior atau lanjut usia.

Hadir pula Kepala Bidang Olahraga Prestasi Disorda Provinsi DKI Jakarta, Dr.Tedi Cahyono, M.Pd yang mengatakan, Kejurnas ini merupakan ajang evaluasi para atlet PPLP Provinsi di seluruh Indonesia menuju POPNAS XIII 2015 di Jawa Barat.

“Kejurnas ini diadakan oleh Disorda Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PB Persani, Persani Provinsi DKI Jakarta dan BAPOPSI DKI Jakarta. Diharapkan nantinya dapat melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang mengharumkan Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.

Adapun nomor yang diperlombakan yaitu artistik putra dan putri, ritmik pre junior, ritmik junior, dan ritmik senior. “Peserta lomba berasal dari sembilan Provinsi yaitu Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, Papua Barat, Jawa Barat dan DKI Jakarta,” kata Tedi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Olahraga Prestasi Disorda DKI, Tedi Cahyono menambahkan, kejurnas ini merupakan ajang evaluasi para atlet PPLP provinsi di seluruh Indonesia menuju POPNAS XIII 2015 di Jawa Barat.

Perlu diketahui, Ke-9 provinsi yang berpartisipasi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Papua Parat, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Lampung, Riau dan Kalimantan Timur.

Tuan rumah PPLP DKI Jakarta menyertakan 19 pesenam, masing-masing 11 pesenam putra dan 8 pesenam putri untuk nomor artistic dan ritmik.Ke 11 atlet senam putra tersebut antara lain Ardiansyah, Ken Natanael, Ferdi, Katehori, Tosi Masa Markus, M. Rixki, Adi Zulfikar.

Sedang di bagian putra ada Alvira Ratri, Khana Nadira, Philosophia, Ayu Inayah, Balqis Quraini, Adiandari Astu, Aliifa Nabila dan Salwa. Menurut Jonathan Sianturi, pelatih pelatda senam DKI Jakarta, keterlibatan pesenam PPLP DKI di kejurnas kali ini sebagai upaya penyaringan pesenam PPLP ke lapis 2 atlet pelatda.

Tim senam provinsi DKI Jakarta sukses menjadi juara umum dalam kejurnas senam antar PPLP 2015 yang digelar mulai 9-16 Agustus di venue senam DKI Radin Inten Jakarta Timur. DKI dengan sangat perkasa mengoleksi 23 medali emas, 7 perak dan 2 perunggu. Sementara Jambi menjadi runner-up dengan hanya merebut 4 medali emas, 8 perak dan 4 perunggu.

Jawa Barat harus puas menempati urutan ketiga setelah mengoleksi 4 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu.Dalam kejurnas yang mempertandingan senam artistik dan senam ritmik ini, DKI menerjunkan 19 pesenam atlet binaan PPLP DKI Jakarta, masing-masing  11 pesenam putra dan 8 pesenam putri. Ke 11 atlet senam putra tersebut antara lain Ardiansyah, Ken Natanael, Ferdi, Katehori, Tosi Masa Markus, M. Rixki, Adi Zulfikar. Sedang di bagian putri ada Alvira Ratri, Khana Nadira, Philosophia, Ayu Inayah, Balqis Quraini, Adiandari Astu, Aliifa Nabila dan Salwa.

pplp inten

Saat menutup kejuaraan, Kadisorda DKI Jakarta, Drs H. Firmansyah, MPd mengaku puas atas pelaksanaan kejurnas tersebut. “Para pemenang ini adalah atlet-atlet terbaik yang kelak sebagai regenerasi untuk lapis utama. Maka, yang menang harus mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi, sedang yang belum menang jangan putus asa, karena masih terbuka kesempatan yang sangat lebar, yang penting berlatih lebih rajin dan lebih keras lagi,” ujar Firmansyah.

PB Persani dan KOI sambut para atlet SEA Games kembali ke tanah air

JAKARTA: Team Senam Indonesia kembali ke tanah air setelah menyelesaikan seluruh nomor lomba. Team hanya mampu meraih satu perak dari SEA Games XXVIII/2015 atas nama Rifda Irfanalufti dari nomor individual senam lantai.

Kedatangan team senam selain di sambut pengurus PB Persani , Ita Juliati Wakil ketua III, Gianti Imansyah, Wakil Ketua II serta pengurus lainnya juga disambut Ade Rani dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Terminal 2 D Bandara Soekarno Hatta, Kamis 11/602015.

Kontingen Indonesia yang pulang menggunakan penerbangan Singapore Airlines sore itu selain senam adalah cabang olahraga menembak, tinju dan softball sehingga suasana terminal kedatangan dipenuhi kalangan pers, keluarga dan kerabat yang menjemput para pahlawan olahraga ini.

Atlet senam Rifda menerima kalungan bunga dari Ade Rani, mewakili KOI

Atlet senam Rifda menerima kalungan bunga dari Ade Rani, mewakili KOI

Satu per satu para pesenam mendapat setangkai bunga mawar merah dan putih tanda cinta kasih, sedangkan Rifda mendapatkan kalungan bunga melati khusus dari Ade Rani mewakili KOI. Para pelatih seperti Indra Sibarani, Jonathan M Sianturi dan Eva Butar-Butar juga pulang mendampingi anak asuhnya masing-masing.

Ronny Sabputra yang mendapat cedera lutut dan menggunakan kursi roda langsung memeluk putrinya, kanaya, berusia 12 bulan dari istrinya tercinta yang menjemput dengan perasaan cemas atas kondisi suaminya.

Rasa bahagia dan haru tampak jelas di wajah para atlet maupun para penyambut disertai ucapan penuh dukungan dan rasa syukur dari Ita Juliati dan timnya serta Ade Rani dalam kesempatan itu. Team atlet dari Jawa Timur seperti Agus Adi Prayogo, M Try Saputra, Ferrous One Wiyodac dan pelatih Indra Sibarani langsung kembali ke Surabaya sore itu juga.

Secara terpisah Trisna Ramdhani, atlet senam asuhan Jonathan M Sianturi mengatakan pengalaman bertanding di SEA Games memotivasinya untuk terus menekuni olahraga senam dan meraih medali di arena yang sama dua tahun mendatang.

“Kalau untuk menang itu urusan tuhan, saya hanya bisa berusaha sebaik mungkin. Setahu saya itulah yang harus saya lakukan. Kalau saya punya keyakinan untuk menang itu namanya menentukan takdir tuhan. Tapi saya mengakui secara tekhnis dan non tekhnis saya masih banyak kekurangan,” jelasnya.

Jonathan menjelaskan bahwa Trisna baru delapan tahun berlatih senam, biasanya yang mendulang medali setelah berlatih selama 12 hingga 20 tahun. Jadi ajang perdana ini di SEA Games ini untuk menambah jam terbangnya dan diharapkan dua tahun mendatang sudah bisa mendulang medali.

Atlet lainnya, Agus Adi Prayogo mengatakan tim pelatnas baik dari sisi pelatih maupun atlet harus memiliki satu visi, misi dan strategi untuk menghasilkan medali sesuai target yang diharapkan. “Selain harus banyak bertanding di dalam maupun luar negri, persiapan harus matang. Di SEA Games ini saya dipersiapkan untuk dua alat andalan yaitu kuda-kuda dan ring, tapi empat alat lainnya ternyata harus saya ikuti juga sehingga hasil tidak maksimal,” kata Agus.

Ronny Sabputra yang mendapat cedera lutut bersama istri dan putrinya disambut Ita Juliati, Wakil ketua III PB Persani bersama putranya, Audy di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 11/6/2015.

Ronny Sabputra yang mendapat cedera lutut bersama istri dan putrinya disambut Ita Juliati, Wakil ketua III PB Persani bersama putranya, Audy di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 11/6/2015.

Ita Juliati mengatakan banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dihadapi pengurus baru PB Persani di tengah persiapan menghadapi Asian Games 2018 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Palembang. “Kami akan melakukan roadshow minimal di lima kota besar untuk menghimpun berbagai masukan dan kebutuhan dari para atlet, pelatih, wasit dan pengurus daerah. Membangun kerjasama dan sinergi yang baik dibutuhkan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik,” kata Ita Juliati. (hss)

 

Ketua Umum PB Persani melepas keberangkatan atlet senam ke SEA GAMES 2015

JAKARTA: Ketua Umum PB Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Nina Pramono melepas keberangkatan atlet senam putra dan putri ke ajang SEA GAMES 2015 di Bandara Soekarno Hatta dengan harapan dari team artistik putra sedikitnya dapat menyumbangkan satu medali emas.

PB Persani pada ajang SEA GAMES 2015 ini menyiapkan sembilan atlet yang mengikuti  12 nomor pertandingan. Lima  nomor untuk artistik putra masing-masing adalah Trisna Ramadhan, M Tri Saputra, Ronny Sabputra, Feorous dan Agus Prajoko. Sementara atlet artistik putri adalah Rifda dan Sahira  dan dua nomor untuk ritmik adalah Dinda dan Nabiella.

Mereka di damping pelatihnya masing-masing yaitu  pelatih putra  adalah Jonathan Sianturi dan Indra Sibarani, sedangkan pelatih putri A. Negaka dan Eva Butar-butar dipimpin  manajer team Aziz Hakim yang juga Sekjen PB Persani.

‘’Untuk hasil terbaik kami tetap berharap anak-anak membawa pulang emas meski medali perak sebenarnya menjadi target realistis kami, kata Ketum PB Persani saat melepas keberangkatan para atlet, pelatih dan manager di Bandara Soekarno Hatta,

Medali perak yang dipatok tersebut, ujar Nina, diharapkan datang dari nomor artistik putra yang memang menjadi andalan meski untuk sektor putri tidak menutup kemungkinan bisa memberikan medali.  Sebelum berlaga di ajang Pesta Olahraga Negara-negara Asean ini, para atlet Pelatnas untuk senam artistik putra berlatih dan bertanding di Qatar dan team artistik putri sempat berlatih di Taskent, Uzbeskiztan. Sementara dua atlet senam ritmik hanya berlatih di Pelatnas tanah air karena hambatan dana.

“Ini tim minimalis tapi semoga di SEA GAMES 2017 di Malaysia kami dapat mengirim banyak atlet lagi,’’papar Nina Pramono, Pendiri Pertamina Foundation  yang baru dilantik sebagai Ketum PB Persani dan jajarannya oleh Ketua KONI, Toni Suratman, April 2015 lalu.

Membenahi organisasi secara internal maupun eksternal menjadi tugas utama Nina memimpin cabang olahraga yang pernah berjaya di era kepemimpinan Bob Hasan ini. Selain harus segera memiliki gedung senam dengan peralatan lengkap sesegera mungkin, pihaknya bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tengah mempersiapkan perhelatan akbar Asian Games 2018 di akhir jabatannya nanti.

“Kami telah memutuskan venue perlombaan dan untuk arena senam akan meminjam salah satu gedung di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Meski gedung tersebut bukan dibangun untuk senam, namun secara fisik dan kelengkapan sudah memadahi dengan masih perlu adanya beberapa penambahan fasilitas seperti podium penonton dan ruang bertanding serta berlatih atau pemanasan atlet. Beberapa kekurangan tersebut saat ini tengah diajukan penganggarannya untuk segera dikerjakan,’’tandas Nina

Program lainnya yang tengah dilakukannya adalah memperjuangkan pergantian peralatan senam di PB Persani agar para atlet dapat optimal dalam berlatih karena peralatan yang ada sudah tua dari tahun 1990 an. Selain itu pihaknya juga bertekad agar senam masuk ke sekolah-sekolah terutama di tingkat sekolah dasar (SD). Dengan memperkenalkan senam ke anak-anak SD, Nina yakin Persani tak sulit mendapatkan calon atlet andal di masa mendatang.

Nina yang juga pembina sekolah sepakbola Pertamina dan menjadi Ketua Umum PB.Persani periode 2014-2018 mengatakan bahwa senam itu bahkan sudah harus diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia taman kanak-kanak (TK). Ini penting karena senam mengandalkan kelenturan dan menjadi ibu atau dasar dari semua kegiatan olahraga.

“Atlet dari semua cabang olahraga harus melakukan senam pemanasan sebelum berlatih maupun bertanding. Apa bukan di sebut ‘ibu’ dari semua cabang olahraga ?,” kata wanita cantik yang energik ini.

Namun Nina menyadari bahwa kendala terbesar untuk mengembangkan senam ini adalah peralatan. Ia akan mencoba mendorong kalangan industri untuk memproduksi peralatan senam dengan standar internasional tetapi harganya terjangkau sehingga semua provinsi di tanah air memiliki gedung senam dan peralatan yang lengkap.

“Kami sudah melakukan pendekatan dengan Pemkot Tangerang untuk segera memiliki gedung senam berstandar internasional sehingga jika Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan internasional maka Pemkot Tangerang bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang besar dari kegiatan pertandingan maupun dari para supporter (pendukung) yang biasanya juga melakukan kegiatan wisata sebelum maupun setelah pertandingan usai,” kata Nina.

Pihaknya juga berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di berbagai provinsi di tanah air dapat berperan aktif mengembangkan cabang olahraga ini mengingat senam ini adalah cabang olahraga strategis. Setiap multi even seperti PON, SEA GAMES, Asian Games hingga Olimpiade, senam selalu menjadi primadona karena banyak menyediakan medali emas, tambah Nina.

Selain peralatan, masalah pelatih, wasit dan juri juga menjadi kendala bagi Persani. Dalam ajang SEA GAMES 2015 di Singapura ini sangat disayangkan Indonesia tidak memiliki perwakilan wasit di cabang olahraga senam .Dalam kepengurusannya, Nina akan berupaya meningkatkan jumlah pelatih, wasit dan juri berkualitas. Jadi tak hanya atlet yang disiapkan.

Untuk menggerakkan semuanya itu lanjut dia, Persani harus memperbanyak jumlah pertandingan baik di level nasional maupun daerah. Untuk itu keberadaan gedung-gedung senam harus segera diwujudkan.

”Di Indonesia ini setahu saya baru ada lima gedung senam yakni di Jakarta (Raden Inten), Palembang (Sumsel), Samarinda (Kaltim), Jambi dan Surabaya (Jatim). Dengan jumlah Provinsi di Indonesia yang kini sudah 34 tentu tak cukup. Idealnya setiap Provinsi punya gedung senam,” tegasnya. ( hss)

 

Nina Nurlina Pramono pimpin PB PERSANI masa bakti 2014 hingga 2018

(Jakarta, 28/04/2015). Nina Nurlina Pramono secara Resmi dilantik Oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB PERSANI) masa bakti 2014 – 2018, bertempat di Gedung Wanita Pertamina, Jakarta Selatan.

Terkait dalam kepengurusan yang baru saja dikukuhkan, pak Tono dalam  sambutannya mengingatkan bahwa janji prasetya yang diucapkan hendaknya tidak hanya sebagai janji, namun diimplementasikan di lapangan. “Setia kepada Organiasi, tunduk kepada hukum, taat kepada pemimpin adalah bagian dari kesuksesan organisasi.  Tanpa itu semua tidak akan ada semangat dan dedikasi untuk bekerja secara tim”, ujarnya

Sementara itu berkenaan dengan agenda olahraga kedepan, Ketua Umum KONI Pusat menyampaikan prediksi bahwa dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun kedepan PERSANI akan dihadapkan pada kalender cukup padat yaitu pada kejuaran nasional dan internasional. “Saya berharap PERSANI dapat fokus untuk menyongsong kalender itu, terutama SEA Games Singapura yang sudah tinggal beberapa bulan lagi,” tambahnya.

Selanjutnya pada akhir sambutan, pak Tono juga menyampaikan bahwa senam merupakan cabang unggulan yang dimasalkan pada urutan pertama. Senam, menurut pak Tono,  adalah satu cabang unggulan yang dimasalakan.  Pada setiap semua atlit olahraga seperti Atletik, Renang, dan Sepak bola dan lain-lain selalu melakukan senam sebelum melakukan sesuai cabangnya. (Bid. Media dan Humas KONI Pusat)

Page 2 of 3123