PB Persani Selenggarakan RAN 2017 Fokus Ke Bimbingan Prestasi Atlet

JAKARTA: Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia ( Persani) menyelenggarakan Rapat Anggota Nasional ( RAN) 2017 untuk melakukan konsolidasi organisasi dan pembinaan atlet menuju Sea Games dan Asian Games 2018.

“Fokus kami di bidang pembinaan prestasi terutama laporan hasil try out atlet di luar negri. Tapi dalam RAN ini kita juga akan menuntaskan masalah penyempurnaan AD/ART serta pengesahan logo baru Persani,” kata Amir Karyatin, Ketua III PB Persani yang juga ketua panitia RAN, hari ini ( 18/6).

Ketua Umum PB Persani, Ilya Avianti pada kesempatan ini mengatakan bahwa RAN adalah amanah yang harus dilaksanakan sehingga meski dibulan Ramadhan tetap dilaksanakan dan tetap kuorum dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah meski tidak dari 26 provinsi.

Menurut Ilya, pada semester pertama tahun ini pelatihan atlet selama sebulan di Doha periode Maret-April 2017 lalu sudah membuahkan hasil karena saat mengikuti Multi Event ke 4, Islamic solidarity Games di Baku, Ajerbaizan atlet senam Indonesia memperoleh tiga perunggu.

Kegiatan yang berlangsung pada 12-15 Mei 2017 selain mendapat perunggu atas nama tim dan Rifda Irfana Luthfi untuk kategori Women Artistic Gymastic, atlet lainnya yaitu Audi Ashar Arif ( MAG) juga meraih medali perunggu.

Untuk pembinaan atlet ini, kiya memakai dana talangan PB Persani dari perusahaan swasta yang peduli pada cabang olahraga

senam sehingga antara atlet, pelatih dan wasit yang saling terkait bisa terus mendapatkan pelatihan.

 

Suasana dan aktivitas peserta RAN Persani 2017

Suasana dan aktivitas peserta RAN Persani 2017

“Saat ini kami masih mencari Bapak asuh yang bisa membantu membina organisasi. Harapannya ada BUMN yang peduli. selain itu pada pemerintah agar segera memastikan kapan cabang olahraga senam ini mendapat tempat pelatihan nasional ( pelatnas),” tegas Ilya, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) yang cinta olahraga.

Sejak terusir dari Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) untuk kepentingan renovasi dan persiapan Asian Games 2018, PB Persani tidak memiliki pula kantor dan tempat berlatih sehingga pembinaan atlet terhambat.

Ketua I PB Persani, Ita Juliati mengatakan cabang olahraga hampir sepuluh tahun prestasinya turun akibat vakumnya kepengurusan senam sehingga atletnya tidak dibiayai oleh pemerintah bahkan untuk mengikuti try out di luar negeri menghadapi Sea Games 2017 di Kuala Lumpur.

Akhirnya PB Persani dapat meyakinkan berbagai pihak kompeten untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan jelang Sea Games dan PB Persani targetkan menghaslkan medali emas minimal satu dan optimal tiga emas.

RAN yang dihadiri perwakilan dari sejumlah provinsi ini juga mendengarkan masukan dari berbagai daerah yang berkaitan dengan bimbingan prestasi serta rencana Kerjunas antar club, Kejurnas PPKP di Jambi, POPNAS di Semarang September 2017 mendatang.

Perwakilan daerah juga mempertanyakan mengapa kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang diselenggarakan Kemendiknas telah mengeluarkan cabor senam sehingga tidak dipertandingkan lagi.

Sekjen PB Persani, M.Riyanto mengatakan RAN mencatat sedikitnya tujuh butir keputusan a.l menetapkan pergantian dari nama Pengurus Besar menjadi Pengurus Pusat ( PP Persani), dibentuknya Pokja diwakili Sumbar, DIY, Banten dan Pengurus pusat untuk menyusun petunjuk tekhnis dan regulasi, pengesahan logo baru agar digunakan di seluruh pengurus provinsi Persani.(HAS)

 

Wapres Jusuf Kalla Terima Pengurus PB Persani Bahas Nasib Pelatihan Atlit, Pelatih dan Wasit

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia ( PB Persani), Ilya Avianti ( kiri) bersama Wapres Jusuf Kalla. ( foto Hilda Ansariah Sabri).

JAKARTA: Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani), Ilya Avianti untuk melaporkan kegiatan mandiri yang memerlukan bantuan semua pihak, kata Ilya Avianti, hari ini (3/4).

“Setelah senam vakum  selama 10 tahun kami ingin prestasi atlit senam dapat berkibar kembali di event-event internasional karena itu lewat pertemuan ini kami menyampaikan program kerja 2017 dan event-event mandiri yang kami ikut dengan swadana,” jelas Ilya.

Dia menambahkan bahwa senam adalah ibunya semua cabang olahraga ( mother of sport) yang bisa mengharumkan nama bangsa kembali di ajang internasional. bahkan peluang meraih medali emas ada di 28 nomor pertandingan.

Tim PB Persani, kata Ilya, pada Senin sore (3/4) diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya di Veteran, Jakarta. Wapres di dampingi pengusaha Yusuf Wanandi mendengarkan perkembangan training camp atlit. Selain Ilya, hadir ketua I, Ita Yuliati, Ketua II, Sari Kencana Ayu, Ketua hubungan Luar Negri, Dewi Kaniawati dan Dian Arifin yang menangani bidang Binpres.

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Tim Pengurus PB Persani di Kantor Wapres Di Jl Veteran, Jakarta. ( foto: Hilda Ansariah Sabri)
Ilya menambahkan bicara peningkatan prestasi atlit tidak lepas pula dari pembinaan pelatih dan wasit senam Indonesia yang jumlahnya belum memadai. Oleh karena itu pihaknya menghimbau agar ada yang mau memberikan sponsor untuk pelatihan atlit, pelatih dan wasit sebagai unsur penting dalam senam itu.

“Apalagi sejak tempat senam di Gelora Bung Karno ( GBK) tidak difungsikan lagi karena kepentingan penyediaan sarana kompleks olahraga Asian Games 2018, kami tidak mendapatkan tempat pengganti, tidak punya tempat berlatih untuk tim atlit nasional dan tidak punya kantor Pengurus Besar Persani pula,” kata Ilya.

Oleh karena itu kunjungannya pada Wapres Jusuf Kalla untuk melaporkan bahwa atlit senam baru saja mengikuti World Cup Championship di Doha, Qatar dan langsung menjalani training camp selama sebulan di negara itu dengan pelatih dari Rumania karena di tanah air sendiri tidak ada tempat pemusatan latihan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Tim Pengurus PB Persani di Kantor Wapres Di Jl Veteran, Jakarta. ( foto: Hilda Ansariah Sabri)

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Tim Pengurus PB Persani di Kantor Wapres Di Jl Veteran, Jakarta. ( foto: Hilda Ansariah Sabri)


Wapres Jusuf Kalla memahami perjuangan para pengurus yang terdiri dari para srikandi senam itu dan meminta pengusaha Sofyan Wanandi agar menindaklanjuti mencarikan bapak asuh yang tepat untuk PB Persani.

“ Curahan hati ( curhat)  diterima karena memang begitulah yang harus diperjuangkan oleh para pengurus dan senam adalah salah satu cabang dalam olimpic jadi harus mendapatkan perhatian pemerintah,” kata Wapres Jusuf Kalla setengah berseloroh dengan tamu-tamunya.

Ita Juliati menjelaskan bahwa memang Persani punya banyak pekerjaan rumah untuk mendongkrak prestasi cabang olahraga senam jelang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah.

“Salah satunya adalah mendesak pemerintah untuk menyediakan sarana berlatih yang layak. Belajar dari Qatar yang menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2006, pemerintahnya membangun fasilitas senam yang lengkap dan berstandar internasional in return devisa masuk dari event” kata Ita Yuliati.

World Cup Championship Gymnastic yang baru saja diikuti pesenam Indonesia adalah yang ke 10 kalinya. Artinya setelah Asian Games di Qatar mereka mendatang6kan devisa dengan menggelar pertandingan internasional secara rutin

Bagi Qatar Asian Games jadi momentum memiliki stadion dan perlengkapan sesuai standar internasional pula. Qatar juga menjadi pusat training camp atlit senam RI selain biayanya murah pelatih juga berasal dari Rumania dan negara-negara yang memiliki kompetensi tinggi untuk senam seperti Rusia dan Bulgaria.

Kini Persani harus berjalan sendiri untuk mempertahankan eksistensinya dengan berjuang menciptakan regenerasi atlet berprestasi. Persani yang dibentuk pada 1963 ini akan mencoba meniru Jepang untuk rajin menggelar kegiatan senam massal, misalnya yang mendatangkan devisa pada negara.

“Persani afiliasinya ke Federation Internationale Gymnastique ( FIG) dan Asian Gymnastics Union ( AGU). Kalau atlit kita tidak ikut World Cup Championship juga tidak bisa berlaga di Sea Games maupun Asian Games. Apalagi aturan dari panitia Indonesia untuk Sea Games Agustus mendatang yang dipilih hanya atlit yang pernah ikut pada Sea Games sebelumnya. Padahal ada atlit- atlit baru yang berbakat,” kata Ita.

Oleh karena itu PB Persani berjuang agar senam RI kembali eksis di kompetisi internasional. “ Persani kini nomaden, bukan cabang olahraga yang ‘sexi’ bagi sponsor seperti sepak bola. Oleh karena itu perlu dukungan semua  pihak” tandasnya. (Hilda Ansariah Sabri)



Persani Minta Kemenlu Dukung Persiapan Atlit Senam Berlaga Lewat KBRI Mancanegaral

Ketua Umum PB Persani , Ilya Avianti ( ketiga dari kiri) bersama pengurus lainnya beraudiensi dengan Al Busyra Basnur, Direktur Diplomasi Publik Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, Kementrian Luar Negri (tengah).

JAKARTA: Ketua Umum PB Persani, Ilya Avianti jajaki kerjasama dengan Kementrian Luar Negri Untuk memfasilitasi atlit senam Indonesia yang melakukan training camp di luar negri dan kebutuhan mendatangkan para pelatih senam terutama dari negara-negara Eropa Timur seperti Rumania, Rusia, Bulgaria.

“Saat ini atlit senam kami yang akan berlaga di Sea Games, Malaysia Agustus 2017 kami kirim training camp di Doha selama sebulan dan akan kembali ke Jakarta 25 April mendatang atas biaya dari PB Persani,” ungkapnya, hari ini.

Berbicara saat beraudiensi dengan Al Busyra Basnur, Direktur Diplomasi Publik Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, Kementrian Luar Negri, Ilya mengatakan cabang olagraga senam tidak memiliki tempat latihan bagi atlit nasional untuk menghadapi dua event ke depan yaitu Asean Games 2017 dan Asian games 2018.

“Meski senam sebagai mother of sport namun perhatian pemerintah kurang sehingga setelah tempat latihan di kawasan Gelora Bung Karno( GBK) di renovasi Kami tidak lagi memiliki tempat latihan pengganti. Oleh karena itu untuk atlit nasional yang akan berlaga di Sea Games di titipkan di klub dan juga ikut training camp di luar negri,” jelas Ilya.

Untuk perbandingan pada Sea Games 2015 lalu Malaysia dan Pilipina mengirim dan menitipkan atlitnya berlatih di Amerika Serikat selama dua tahun. Begitu juga Vietnam yang menjadi pesaing RI, atlitnya berlatih setahun di China. Sementara atlit Indonesia hanya bisa berlatih sebulan di Doha untuk persiapan Sea Games mendatang.

“Masalah biaya yang harus ditanggung PB Persani jadi masalah utama meskipun atlitnya sendiri siap jika harus berlatih selama tiga bulan hingga jelang Sea Games Kuala Lumpur dengan target 2 emas,” jelas Ilya Avianti.

Ketua I Persani, Ita Yuliati, pada kesempatan yang sama mengatakan perwakilan Kemenlu di luar negri diharapkan dapat memfasilitasi para atlit senam yang harus mengikuti kejuaraan atau training camp di luar negri.

“Oleh karena itu kami berharap Kedubes RI di luar negri yang memiliki wisma dapat memfasilitasi akomodasi dan transportasi untuk kegiatan atlit,” kata Ita yang membawahi Binpres, Luar Negri, Litbang dan Kesehatan.

Al Busyra Basnur berkomitmen untuk membantu PB Persani melalui perwakilan di luar negri yang memiliki wisma maupun mendatangkan pelatih asing dalam bingkai kerjasama antar pemerintahan ( G to G) bidang olahraga termasuk Senam.

“Kalau soal pelatih asing kita bisa meneruskan surat dari PB Persani ke negara-negara yang dituju dan membuat sinergi atau kerjasama sehingga fungsi kami untuk mengayomi dapat dijalankan,” kata Busyra.

Diplomasi Publik Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, juga akan mendukung event-event Persani yang melibatkan duta-duta besar dari negara sahabat maupun memasukan kegiatan senam ( gymnastic for all ) dalam program diplomasi yang dilakukan Kemenlu.

“Saya memikirkan gagasan semacam FGD agar senam setelah 10 tahun vakum di panggung kejuaraan internasional di luar Sea Games dapat berkibar. kita juga bisa tampilkan pesenam-pesenam ritmik yang cantik dengan kemahiran permainan pita di panggung-panggung terbuka dalam berbagai event,” ungkap Busyra Basnur. Dengan demikian masyarakat semakin mengenal kiprah atlit senam mengharumkan nama Indonesia di luar negri.

Ita Juliaty didampingi Dewi Kaniawati dari Bidang Hubungan Luar Negri Persani dan pengurus lainnya menambahkan sejumlah event telah dijadwalkan untuk menambah jam terbang atlit, pelatih maupun wasit senam di luar negri.

Beberapa event a.l adalah kegiatan Try out Rhythmic World Cup di Taskhent, Uzbekistan dimana Persani akan mengirim 2 atlit, satu pelatih, satu tim manager dan satu ketua delegasi.

Kegiatan lainnya adalah Asian Championship bidang artistik dengan mengirim 3 atlit putri, 4 atlit artistik putra, satu putra ikut kategori senior putra ke Bangkok. Pihaknya juga akan mengirim tim 6 atlit ke Azerbijan mengikuti penyelenggaraan Islamic Solidarity Games untuk kegiatan multi event. (Hilda Ansariah Sabri).

President FIG Motivasi Pesenam Muda Tetap Fokus Berlatih

President FIG Morinara Watanabe saat memotivasi para pesenam di club senam Gravila, Permata Hijau, Jakarta

JAKARTA: President Federation Internationale de Gymnastique ( FIG), Morinari Watanabe memanfaatkan kunjungannya ke Indonesia 2-5 Febuari 2017 untuk mengunjungi club senam yang ada di Jakarta. Watanabe yang baru terpilih sebagai president FIG memulai tugas-tugas resminya per Febuari ini.

Oleh karena itu pada kunjungan ke duanya ke Indonesia, kali ini grup Gavrila Gymnastic Club, klub senam yang didirikan Eva Butar butar mendapatkan kehormatan dikunjungi pimpinan organisasi senam tertua sekaligus induk organisasi senam dunia.

Jam 9.00 pagi, Watanabe di dampingi Ita Yuliati, Ketua I Persani yang membawahi bidang Binpres, Litbang, Kesehatan dan Hubungan Luar Negri sudah tiba di lokasi senam di kompleks Pertamina Simpruk, Permata Hijau, Jakarta.

Anak-anak yang sedang berlatih langsung duduk di lantai senam berhadap-hadapan mengelilingi Morinari Watanabe yang juga mantan pesenam di Jepang. “ Mengapa kalian berada di sini ?,” ujar Watanabe.

Pertanyaan mendasar itu dijawab karena mereka hobby senam yang membuat Watanabe tersenyum dan menambahkan bila berlatih konsisten dan disiplin maka manfaatnya akan mereka rasakan di dalam kehidupan sehari-hari.

“ Tidak apa-apa kalau mood dan prestasi kerap turun naik, namun sepanjang konsisten untuk terus berlatih dengan disiplin tinggi maka apa yang dicita-citakan dapat tercapai,” kata Watanabe yang menyebutkan bahwa senam adalah Father of the sport.

Menurut dia yang terpenting adalah tetap berlatih dengan konsisten meski suasana hati dan prestasi bisa naik turun. “ jika kalian bisa mengatasi kondisi itu maka dalam kehidupan sehari-sehari nanti dimasa dewasa kelak sudah terbiasa mengatasi masalah,” tegasnya.

20170209_225040

Eva Butar-butar, mantan pesenam dan pendiri club Gravila mengatakan dari dua tempat latihannya di Permata Hijau dan Kelapa Gading terkumpul 900 anak yang berlatih setiap minggu. Anak-anak balita hingga tingkat sekolah dasar berlatih di Simpruk, sementara yang usia remaja ke atas berlatih di Kelapa Gading.

“ Dari jumlah murid yang ada, 50 orang kami latih layaknya sebagai atlit seperti Rifda yang telah menyabet medali emas di PON dan event internasional lainnya. Kita harapkan dari jumlah itu sedikitnya lahir 5 atlit andalan yang baru,” ungkap Eva.

Kesulitan mencetak atlit penghasil emas karena anak-anak sibuk menempuh pendidikan formal. Selain itu juga kurangnya motivasi dan dukungan yang justru datang dari orangtua sendiri. Oleh karena itu Eva berharap kesungguhan dan pemahaman orangtua terhadap bakat yang dimiliki anak-anaknya.

Olahraga senam memiliki manfaat besar jika dikenalkan pada anak sejak dini. Selain mampu melatih keseimbangan dan kelincahan tubuh, bisa juga membantu perkembangan motorik anak.

Gerakan-gerakan khususnya juga dianggap mampu memperkuat otot punggung dan perut sehingga anak pun mampu menjadi lebih tangkas bergerak ataupun melompat. Tak hanya itu, senam juga dianggap bisa melatih konsentrasi dan koordinasi serta keseimbangan tubuh.

Gavrila Gymnastic Club, klub senam yang didirikan sejak tahun 2001 ini tak hanya mengenalkan olahraga senam yang menyenangkan tetapi juga berhasil mencetak berbagai prestasi gemilang. Banyak program yang diberikan, namun kelas untuk kinder, kids, dan teen yang paling banyak direspons dengan baik oleh masyarakat.

“Pembentukan karakter sejak usia dini dengan spirit olimpic yaitu respect, excellent & friendship telah kami perkenalkan pula,” kata Eva yang anak sulungnya Ken juga dipersiapkan sebagai atlit senam.

Kunjungan Morinari Watanabe diakhiri dengan foto bersama, perorangan maupun per group yang dilayani President FIG itu dengan senang hati. ( Hilda Ansariah Sabri)

AGU Dan Panitia Pelaksana Asian Games Hasilkan Persepsi Sama Soal Kompetisi Pra Event

JAKARTA: Untuk pertama kalinya Persani mendapat kesempatan presentasi langsung pada Executive Meeting Asian Gymnastic Union ( AGU) pada hari kedua pertemuan

yang berlangsung di hotel Fairmont, Senayan, Sabtu (4/2).

Selain sebagai tuan rumah, kesempatan yang datang ini juga menjadi bukti kepedulian President AGU untuk mendukung kebangkitan senam di Indonesia. Pertemuan hari kedua yang dibuka President AGU Ar-Rahman Alshatiri ini juga istimewa karena dihadiri pula oleh President FIG, Morinari Watanabe.

Kehadirannya sekaligus untuk mengucapkan terima kasih pada delegasi yang hadir dan telah memberikan dukungan saat pemilihannya sebagai President FIG di Tokyo pada November 2016.

Watanabe yang mulai menjalankan tugasnya pada Febuari 2017 mengatakan agar rekan-rekannya di kawasan Asia tetap selalu menjaga kesatuan dan persatuan agar senam di wilayah Asia berjaya di dunia internasional.

“ Saya berharap kita bisa saling support dan meskipun jabatan saya yang baru adalah President FIG secara personal saya tetap Watanabe yang dulu, kita bersaudara,” tegasnya.

Sementara itu Ita Yuliati Irawan, ketua panitia tuan rumah Executive Meeting AGU yang juga Ketua I Persani membawahi bidang Binpres, Litbang, Kesehatan dan Hubungan Luar Negri memaparkan tempat penyelenggaraan cabang olahraga senam di Asian Games tahun depan.

Selain Ita sebagai Competition Manager, Sri Sundari Kencana Ayu sebagai Venue Manager, ada 4 orang Tecnical Delegate ( 4 TDs), 3 juri , 49 atlit MAG, 37 WAG, 25 RG, 11 TRA dan 12 NTO.

Untuk senam peserta datang dari 45 negara dan tanggal penyelenggaraan kompetisi senam pada 18-31 Agustus 2018 berlangsung di Jakarta Internasional Expo Hall, Kemayoran.

President AGU Abdul Rahman Alshathri dan Presiden Federasi Senam Internasional (FIG) Morinari Watanabe juga menyuarakan optimisme terkait kesuksesan Indonesia sebagai penyelenggara Asian Games tahun depan.

Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) mendapat dukungan dari Persatuan Senam Asia (AGU) untuk menyukseskan Asian Games 2018 di Indonesia.

“Kami dapat hasil yang sangat bagus dalam pertemuan tadi. Kami berkomitmen untuk saling membantu dan bekerja sama selama Asian Games,” ucap Al-Shathri dalam jumpa pers.

Senada dengan Al-Shathri, Watanabe menyinggung soal keunggulan Asia dalam mencetak atlet berprestasi sehingga menjadi kiblat senam dunia. Baginya, Indonesia punya kans untuk maju apalagi akan menjadi tuan rumah event internasional.

“Asia masih jadi yang terbaik di dunia dalam hal senam seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Kami terus berupaya merangkum negara-negara Asia lainnya,” kata Watanabe.

Watanabe yang dalam kunjungannya ini sudah melihat fasilitas senam di Gravila Club mengingatkan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta orang berpeluang mencetak atlit-atlit sejak usia dini.

“Jangan lupa kalau ada banyak nomor di senam dan Asian Games nanti jadi momen untuk mendulang emas. Oleh karena itu senam sebagai The Father of Sport harus mendapat perhatian dari semua pihak terutama pemerintah,” tuturnya.

Fokus dan miliki strategi yang jitu untuk mendulang emas yang tinggi seperti misi Persani. Dengan demikian di berbagai event olahraga nasional maupun internasional olahraga senam bisa menggiring Indonesia menjadi juara, kata Watanabe optimistis.

Ita Yuliati mengatakan momentum menjadi tuan rumah juga dimanfaatkan untuk menghasilkan persepsi yang sama soal penyelenggaraan Asian Games antara AGU dan panpel Asian Games.

“ Tadi kami sepakat kompetisi pra-event harus dilaksanakan, bukan level lokal saja, tapi harus ada negara yang diundang. Selain itu masalah krusial yang dibahas adalah soal jumlah juri internasional karena nomor dalam olahraga senam sangat banyak,” tutur Ita. ( Hilda Ansariah Sabri).

 

 

 

 

 

Delegasi AGU Menikmati Jamuan Makan Malam Dan Hospitality Persani

Delegasi AGU, para undangan dan Pengurus PB Persani berfoto bersama usai acara. ( foto: HAS).

JAKARTA: Persani menjadi tuan rumah Executive Meeting Asian Gymnastic Unon ( AGU) yang dihadiri pula oleh President Federation Internationale de Gymnastique ( FIG), induk organisasi senam dunia. Untuk menjamu 30 peserta dari 19 negara Persani memilih Restaurant Patio, sebuah restoran Italia di Kebayoran Baru.

Patio Trattoria & Pizzeria di kawasan Jl. Wijaya XIII , Melawai ini merupakan salah satu restaurant yang satu group dengan Plataran, tidak heran suasana di dalam Patio, juga sangat romantis dan cozy. Cocok buat para delegasi sehabis meeting membahas masalah teknis AGU, di Hotel Fairmont, Senayan.

 

20170208_190357

Ketua Umum Ilya Avianti, Dewan Penasehat, Erry Riyana Hardjapamekas, Ita Yuliati, Ketua I.

Ketua Umum Persani, Ilya Avianti dalam sambutannya pada acara makan malam ( 3 Feb ) mengucapkan terima kasih pada President AGU yang telah memberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah yang mengawali pertemuan organisasi itu di tahun 2017.

“ Saya berharap selama 3 hari pertemuan mulai 3-5 Febuari 2017 kita dapat salibg bertukar ide dan pemikiran untuk pengembangan senam dunia. Sebagai anggota baru AGU kami juga terbuka menerima input dan dukungan,” kata Ilya.

 Pada kesempatan itu, Ilya juga menjelaskan bahwa senam punya sejarah panjang dan masa kejayaan. Kini saatnya bangkit dan mendapat dukungan internasional agar para atlitnya pubya peluang berpartisipasi di event internasional.

“Saya juga ingin meminta anggota delegasi yang hadir dari berbagai negara untuk membuka peluang atlut kami bisa berlatih di negara Anda. Apalagi fasilitas dan pelatih yang ada kurang menunjang untuk menghasilkan tempat berlatih yang baik,”

Padahal Indonesia menghadapi dua event besar yaitu kegiatan Southeast Asian Games tahun ini di Kuala Lumpur dan Asian Games 2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dan akan berlangsung di Jakarta serta Palembang.

“Kami mengundang seluruh delegasi mengikuti kegiatan sosialisasi senam di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Senayan yang berlangsung di hari terakhir pertemuan, Minggu, 5 Febuary 2017 diikuti sekitar 2500 peserta mulai jam 5.00 WIB pagi,” ungkap Ilya.

Baik President AGU, Ar-Rahman Alshatri maupun President FIG, Morinari Wanatabe sama-sama mengungkapkan terima kasihnya atas hospitality yang diberikan pada semua anggota delegasi sejak turun dari pesawat.

PicsArt_02-08-06.29.18

Suasana Dinner dihadiri President FIG Morinari Watanabe, delegasi 19 negara,  penasehat, penyantun Persani, klub senam, atlit dan pengurus KOI, KONI, Perwosi, Inasgoc dan undangan lainnya.

 

Ar-Rahman Alshatri dan Watanabe  maupun para delegasi terkesan dengan hospitality Persani mulai dari penyambutan sejak turun di pesawat  di bandara Soetta, persiapan pertemuan hingga acara makan malam bersama wakil atlit, pengurus organisasi olahraga yang ada di Indonesia sangat memberikan kesan mendalam.

Persani mengundang Ketua Koni yang diwakili oleh Ketua V, Surya Dharma, perwakilan dari KOI, Kowani, Perwosi, Inasgoc dan perwakilan club senam yang ada.

Usai makan malam bersama, para delegasi diajak berpartisipasi untuk dance dan mempraktekan senam Poco-poco, Senam Maumere dan dihibur oleh band Latinos. Usai bersantap dengan mendapatkan pengawalan fore rider kembali ke hotel sekaligus tempat Executive Meeting berlangsung. ( Hilda Ansariah Sabri)

Persani Tuan Rumah Executive Meeting AGU 2017, Jadikan Momentum Kebangkitan Generasi Emas Atlit Senam

JAKARTA : Indonesia menjadi tuan rumah Executive and Technical Committees Meetings Asian Gymnastic Union (AGU) pada tanggal 2 – 5 Febuari 2017, di Hotel Fairmount, Jakarta. Acara yang rutin diselenggarakan setiap awal tahun ini bertujuan untuk membahas berbagai program pelatihan, pengembangan dan penyelenggaraan kejuaraan olahraga senam tingkat Asia.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani), Ilya Avianti, mengatakan bawah acara yang diikuti oleh 27 peserta dari 17 negara ini merupakan yang kedua diselenggarakan di Indonesia, setelah sebelumnya dilaksanakan di Bali pada tahun 2011.

“Suatu kebanggaan bagi Indonesia bisa kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Executive and Technical Committees Meetings AGU Tahun 2017 ini, kata Ilya.

Selain untuk membahas berbagai program kegiatan senam di Asia tahun 2017, pertemuan ini juga khusus membahas mengenai persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumah, tambahnya.

Dia berharap penyelenggaraan Asian Games 2018 nanti dapat menjadi momentum kebangkitan generasi emas atlit-atlit senam Indonesia untuk mencetak prestasi tertinggi di level Internasional.

Ilya berharap PB Persani di bawah kepemimpinannya dapat lebih fokus pada upaya untuk mendongkrak kembali prestasi atlit senam Indonesia untuk bertanding di tingkat internasional dengan target emas. Selain itu, hubungan kelembagaan dengan berbagai organisasi induk senam dunia juga harus ditingkatkan dengan banyak hadir di berbagai event internasional, termasuk training camp untuk para atlit.

images

Ke-17 negara yang akan hadir dalam meeting AGU ini adalah Qatar, China, Uzbekistan, Kuwait, Thailand, Jepang, Nepal, Malaysia, Pakistan, Philipina, Iran, Tunisia, Mesir, Taipei, Kazakhstan, Siria dan Vietnam. Pertemuan akan dipimpin langsung oleh President of AGU, Rahman Al –Shathri dan Technical Manager AGU, Anis Saoud.

Acara meeting AGU ini menjadi lebih bermakna karena juga akan dihadiri oleh Presiden Fédération Internationale de Gymnastique (FIG), Morinari Watanabe. FIG atau disebut juga The International Gymnastic Federation adalah induk organisasi senam dunia yang tertua dan sudah berpartisipasi dalam Olimpiade internasional sejak Tahun 1896. FIG merupakan Federasi Internasional yang membawahi AGU sebagai Federasi yang menaungi olahraga senam di tingkat Asia.

Bersamaan dengan momen pertemuan AGU tersebut, pada tanggal 5 Februari 2016 mulai pukul 06.00 WIB di Plaza Selatan Senayan, akan diselenggarakan kegiatan “Senam Sehat Bersama Persani”.

Kegiatan yang bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga senam ini akan dihadiri oleh kurang lebih 1.500 orang baik dari klub senam maupun pengunjung Car Free Day ( CFD). Para peserta akan diajak untuk berpartisipasi berlatih senam classical, zumba, aerobic, lavender, poco-poco dan senam Maumere.

Ketua I PB Persani, Ita Yuliati, mengatakan bahwa acara senam masal tersebut juga akan dihadiri oleh peserta meeting AGU dan President FIG. “Merupakan suatu kehormatan bisa senam bersama dengan President FIG yang aktif mensosialisasikan ke seluruh dunia bahwa senam bukan hanya Ibu, tapi juga sekaligus sebagai The Father of Sport,” ujar Ita.

Sementara itu, Sekjen PB Persani, M. Riyanto menambahkan bahwa melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan akan diperoleh respon dan dukungan dari masyarakat luas untuk pengembangan olahraga senam dan pertumbuhan klub-klub senam ke depannya.

“Dari klub-klub senam akan lahir atlit-atlit baru, dan menambah semangat berlatih bagi para atlit yang sudah ada untuk meraih sebanyak mungkin prestasi emas di Asian Games 2018. Kita sebagai tuan rumah sudah sepatutnya melahirkan atlit dengan medali emas sebanyak mungkin,” tutup Riyanto optimis. ( Hilda Ansariah Sabri).

 

 

 

 

 

Rapat Pleno Kedua Bahas RAB 2017 dan Dukungan Pemprov Untuk Event Bagi Para Atlit

JAKARTA: Rapat Pleno ke dua Persatuan Senam Seluruh Indonesia ( Persani) membahas empat bahasan utama yang dihadiri jajaran pengurus dari pusat dan provinsi membahas RAB 2017 dan event-event nasional maupun internasional

“ Ada empat bahasan yaitu persiapan Rakernas, pembahasan Program Kerja dan RAB 2017, persiapan acara Persani sebagai tuan rumah pertemuan Executive Meeting Asia Gymnastic Union ( AGU) pada 2-5 Febuari mendatang serta pembahasan Seagames dan Asian Games,” ungkap Ilya Avianti, Ketua Umum PB Persani, hari ini ( 10/1) .

Di dampingi M. Rianto, Sekjen, Ketum mengingatkan awal Febuari, tepatnya pada 3-5 Febuari Persani menjadi tuan rumah Executives Meeting Asian Gymnastic Union di Hotel Fairmont, Jakarta sekaligus event sosialisasi pertama senam pada masyarakat di acara Car Free Day yaitu Bugar Bersama Persani,” tambahnya sambil menjelaskan Rakernas Persani dijadwalkan berlangsung di akhir Febuari 2017.

Sekjen Persani, M. Rianto menyimpulkan bahwa pengurus provinsi Persani harus menyampaikan anggaran ke provinsi masing-masing agar para atlit senamnya mendapatkan pelatihan baik di dalam dan luar negri untuk mencapai prestasi meraih medali emas yang menjadi target organisasi.

“ Untuk itu Pengprov membutuhkan kalender event yang dibuat oleh PB Persani. Kalau sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan di tiap provinsi maka perlu dukungan langsung dari Gubernur, DPRD untuk keikutsertaan Atlet dalam tiap event, “ ujarnya.

Menurut Rianto untuk membahas Rencana Anggaran Belanja ( RAB) misalmya perlu di bentuk kelompok kerja ( pokja) kecil begitu juga pembahasan AD/ART dan Pokja organisasi (termasuk kode etik) dengan mengundang 3-4 pengprov untuk pembahasan lebih lanjut. Supaya pengprov tidak menunggu dalam pengajuan dana ke pemda , maka program kerja yang melibatkan pengprov dapat di share terlebih dahulu tanpa menunggu Rakernas.

“ Kita harus membuat rekap anggaran Binpres tahun 2017 agar bisa segera diketahui berapa bantuan dari Menpora sehingga dapat diketahui kebutuhan dana yang harus disediakan oleh PB dan solusi pendanaan yang akan dijalankan selanjutnya,” ujarnya.

20170112_141131

Rapat Pleno ke dua ini juga menyetujui kebutuhan menerbitkan program berbasis android sebagai salah satu cara memudahkan sosialisasi senam sebagai the mother of sport maupun salah satu cara mencari dana . Untuk kebutuhan atlit menghadapi Sea Games Kuala Lumpur dan Asian Games 2018 juga dibahas  pertemuan AGU serta dijabarkan rencana test event Persani dan kebutuhan dana yang ada.

Rapat juga dihadiri Wakil Ketua I, Ita Yuliati yang membawahi bidang Binpres, Litbang, Kesehatan dan Hubungan Luar Negri. Menurut dia litbang melihat kebutuhan aplikasi perlu disiapkan untuk skala Internasional.

“ Launching Aplikasi bisa disampaikan dalam Kegiatan AGU pada tanggal 3 Februari 2017 dimana Litbang mengelola Database dari Pengprov untuk bisa masuk dalam Aplikasi,” kata Ita.

Sementara itu Waka II, Sari Kencana Ayu yang membidangi Dana Promosi, Bendahara, Sarpras dan Kemitraan mengatakan bahwa untuk kegiatan test event Persani mulai mendata tempat-tempat yang cocok seperti hall B3 dan C3 di daerah Kemayoran.

“Kendala kami di Pusat malah tidak memiliki tempat latihan senam sementara sewa gedung mahal padahal semua untuk NKRI dan kebutuhan atlit,” tandasnya.

Wakil ketua III Persani, Amir Karyatin yang menangani Bidang Organisasi dan Hukum serta Bidang Hubngan Pemerintah menyatakan siap bentuk pokja dan melibatkan perwakilan Pengprov minimal DKI Jakarta dan Banten mengingat keterbartasan yang ada. ( Hilda Ansariah Sabri)

PB Persani Dan Pengprov Benahi Organisasi Untuk Targetkan Medali Emas di Event Internasional

JAKARTA: Ketua Umum PB Persani , Ilya Avianti, minta para pengurus  Provinsi (Pengprov)  Persani pro-aktif memetakan kekuatan dan membina klub-klub senam di daerahnya agar target membidik medali emas pada dua ajang multievent, yakni SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 dapat tercapai.

Berbicara pada Rapat Pleno pertama setelah pelantikan pengurus PB Persani oleh Ketum KONI pusat, kemarin, Ilya menegaskan bahwa untuk memenuhi target maksimal perolehan emas dari cabang olahraga senam maka seluruh pengurus  provinsi di Tanah Air perlu memiliki tekad yang sama.

“ Kita harus punya tekad yang sama untuk meraih sebanyak mungkin emas apalagi nomor pertandingan senam banyak sehingga kita harus optimalkan kemampuan atlit. Program jangka pendek kita optimalkan s20161209_141749arana dan prasarana yang ada dan jadikan lima kota sebagai center of excellent dari senam, ujarnya.


Kelima pengprov yang dimaksud adalah Riau dan Palembang yang menjadi center of excellent  wilayah Sumatra,  Bandung, Jawa Barat dan  DKI Jakarta untuk Pulau Jawa, Bali, NTB,  Makassar, Sulawesi Selatan mengakomodasi wilayah Indonesia Timur misalnya.

Menurutnya, sebelum meningkatkan prestasi atlit, hal  yang sangat mendesak adalah pembenahan organisasi  sehingga seperti tekadnya sejak awal , Ilya minta Pengprov bekerjasama erat dengan PB Persani dan KONI untuk membuat event-event dengan SOP serta transparansi dari awal perencanaan hingga pelaksanaan.

“Jangan ada lagi pengkotak-kotakan bahwa ini event daerah, itu event pusat dan saya tidak mau mendapat laporan dari masyarakat karena adanya penyalahgunaan anggaran misalnya. Oleh karena itu dimanapun eventnya  akan membawa nama  PB Persani dan KONI. Artinya Pengprov harus mengikuti Standard Operation Procedur ( SOP) yang berlaku di pusat maupun daerah sehingga tidak jalan sendiri-sendiri, “ kata Ilya.

Untuk pembenahan organisasi, misalnya tim audit  PB Persani bukan hanya mengurus keuangan, tapi mengawal  risk management dan penyusunan anggaran event sejak awal kegiatan sehingga semuanya dapat dilakukan transparan. Hasil akhir dari pembenahan organisasi akan berdampak pada prestasi atlit.

“ Kita harus jadi role model dan bekerja secara profesional sehingga pengurus pusat dan pengprov harus bisa bekerjasama dengan baik. Kita kerja baik saja belum bisa memuaskan ekspektasi masyarakat apalagi kalau ada masalah administrasi yang membuat kita harus berurasan dengan pihak berwajib dan habis waktu untuk bolak-balik  satu urusan event yang tidak transparan,” kata Ilya.

Menurut dia dalam berorganisasi maka jika  ada pengurus di  pusat maupun di provinsi tidak bisa aktif bahkan tidak tahu apa tugas dan bagaimana menjalankan tugasnya, maka hal itu adalah kesalahan dari para ketua termasuk dirinya yang tidak mampu mendistribusikan tugas dan beban yang harus dipikul bersama.

Para Pengurus Provinsi Pada Rapat Pleno pertama dengan Ketum PB Persani Ilya Avianti.

Para Pengurus Provinsi pada rapat pleno pertama dengan Ketua Persani Ilya Avianti.

“ Mereka yang duduk dalam kepengurusan  harus memiliki budaya kerja profesional dengan beban tugasnya masing-masing dan para ketua yang berhubungan dengan bimbingan prestasi di berbagai provinsi sudah tahu kalau targetnya medali emas maka strategi dan perencanaannya harus  bagaimana,” kata Ilya.

Dia berharap di kepengurusan PB Persani yang baru neraca awal pembukuan sudah harus menjadi perhatian utama untuk membangun budaya transparansi, diikuti pengurus provinsi lainnya sehingga tidak terjadi kesalahan administrasi.

Page 1 of 3123