PB Persani Kirim 8 Pelatih ke Kursus Level 1 FIG

Jakarta. Pelatih merupakan salah satu ujung tombak pembinaan olahraga prestasi. Menyadari hal ini, PB Persani tak henti hentinya melakukan berbagai upaya peningkatan kapasitas dan kualitas Pelatih Senam di Indonesia. Tahun 2014 saja, diawali dengan pelatihan pelatih untuk usia atlet Age Group untuk disiplin Artistik. Kegiatan itu dilakukan dengan mendatangkan tenaga ahli langsung dari Federasi Senam Internasional (FIG). FIG sendiri menunjuk komisi pendidikannya yang berasal dari Meksiko dan Canada.

Kini, disiplin aerobik juga tak mau ketinggalan. Sejak tanggal 30 Agustus 2014 hingga 7 September 2014, Indonesia akan mengirimkan 2 Pelatihnya untuk menimba ilmu pada FIG Academy level 1 yang diselenggarakan di Manila, Philipina. Dua pelatih tersebut yaitu Jarperine Ramona Nanletta  dan Ika Purana, keduanya berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Mereka diberangkatkan karena pada tahun sebelumnya telah mengikuti akademi serupa yang dilaksanakan oleh Federasi Senam Asia (AGU) di Mongolia. “Keberlanjutan pelatihan/pendidikan ini sangat penting, agar pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pelatih semakin meningkat, yang diharapkan dapat diterapkan dan ditularkan pada pelatih-pelatih lain di Indonesia”, ujar Abdul Aziz Hakim, Sekjen PB Persani.

Setelah itu, pada tanggal 9 September hingga 17 September 2014, PB Persani akan kembali akan memberangkatkan 6 pelatih senam Ritmik untuk mengikuti FIG Academy level 1 di Philipina. Pada pelatihan ini, sebenarnya kuota masing-masing negara hanya 2 pelatih. Namun, atas keberhasilan usaha PB Persani meyakinkan Federasi Senam Internasional bahwa Indonesia perlu banyak pelatih yang berkualitas, maka disetujuilah 6 pelatih untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Enam pelatih ritmik tersebut berasal dari 5 provinsi yaitu Jambi, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti halnya, Aerobik. Para pelatih ini juga diharapkan setelah selesai menempuh kursusnya, dapat berbagi pada pelatih-pelatih di daerahnya masing-masing.

Kegiatan pelatihan tersebut masih terus berlanjut, jika kedelapannya dinyatakan lulus, maka tahun depan akan diikutkan kembali pada jenjang pelatihan yang lebih tinggi yakni FIG Academy level 2. Sebagaimana disiplin Artistik pada bulan oktober 2014 mendatang, akan dikirm juga 4 pelatih artistik mengikuti FIG Academy level 2 di Negara yang sama. Mereka antara lain Sherly Novitasari, Eva N. Butarbutar, Apri, dan Indra Sibarani.

Pendidikan adalah investasi, demikian juga pendidikan pelatih. Pada masa PB Persani dibawah kepemimpinan Dr. Ir Waluyo., program-program banyak diprioritaskan pada pendidikan pelatih dan wasit. “Ini adalah investasi, yang hasilnya tidak bisa kita lihat sekarang, tetapi baru akan dipetik pada 4 – 8 tahun yang akan datang” lanjut Aziz. (Sek)

Cabor Senam Resmi Perlombakan 23 Nomor pada PON XIX 2016 di Jawa Barat

JAKARTA. Akhirnya disiplin aerobic gymnastics diperlombakan di PON XIX 2016 di Jawa Barat. Keputusan tersebut merupakan hasil dalam rapat anggota KONI pada tanggal 9-11 Maret 2014. Dengan demikian, jumlah medali emas  yang akan diperebutkan dalam cabang olahraga senam total menjadi 23 emas. Jumlah ini lebih sedikit satu nomor dibandingkan dengan PON XVIII di Riau 2012. Pengurangan nomor tersebut terjadi pada disiplin Aerobic Gymnastics, yakni nomor trios.

PB Persani menyambut baik keputusan tersebut. Ini akan memberikan kesempatan pengprov-pengprov Persani yang membina aerobik untuk mengukur hasil pembinaannya. Sebelumnya, DKI Jakarta selalu menjadi penyabet medali emas terbanyak di disiplin Aerobic. Namun, pemerataan pembinaan yang dilakukan PB Persani selama kurun 3 tahun terakhir akan memungkinkan provinsi lain untuk menjadi Juara. Jawa Tengah, Jambi, Lampung, Jawa Timur dan Papua Barat beberapa provinsi yang memiliki kesempatan itu. Tapi yang paling penting dari keputusan ini adalah pembinaan  secara Nasional dapat terus dalam rangka meraih prestasi Internasional.(Sek)