Nina Nurlina Pramono pimpin PB PERSANI masa bakti 2014 hingga 2018

(Jakarta, 28/04/2015). Nina Nurlina Pramono secara Resmi dilantik Oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB PERSANI) masa bakti 2014 – 2018, bertempat di Gedung Wanita Pertamina, Jakarta Selatan.

Terkait dalam kepengurusan yang baru saja dikukuhkan, pak Tono dalam  sambutannya mengingatkan bahwa janji prasetya yang diucapkan hendaknya tidak hanya sebagai janji, namun diimplementasikan di lapangan. “Setia kepada Organiasi, tunduk kepada hukum, taat kepada pemimpin adalah bagian dari kesuksesan organisasi.  Tanpa itu semua tidak akan ada semangat dan dedikasi untuk bekerja secara tim”, ujarnya

Sementara itu berkenaan dengan agenda olahraga kedepan, Ketua Umum KONI Pusat menyampaikan prediksi bahwa dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun kedepan PERSANI akan dihadapkan pada kalender cukup padat yaitu pada kejuaran nasional dan internasional. “Saya berharap PERSANI dapat fokus untuk menyongsong kalender itu, terutama SEA Games Singapura yang sudah tinggal beberapa bulan lagi,” tambahnya.

Selanjutnya pada akhir sambutan, pak Tono juga menyampaikan bahwa senam merupakan cabang unggulan yang dimasalkan pada urutan pertama. Senam, menurut pak Tono,  adalah satu cabang unggulan yang dimasalakan.  Pada setiap semua atlit olahraga seperti Atletik, Renang, dan Sepak bola dan lain-lain selalu melakukan senam sebelum melakukan sesuai cabangnya. (Bid. Media dan Humas KONI Pusat)

PB Persani Kirim 8 Pelatih ke Kursus Level 1 FIG

Jakarta. Pelatih merupakan salah satu ujung tombak pembinaan olahraga prestasi. Menyadari hal ini, PB Persani tak henti hentinya melakukan berbagai upaya peningkatan kapasitas dan kualitas Pelatih Senam di Indonesia. Tahun 2014 saja, diawali dengan pelatihan pelatih untuk usia atlet Age Group untuk disiplin Artistik. Kegiatan itu dilakukan dengan mendatangkan tenaga ahli langsung dari Federasi Senam Internasional (FIG). FIG sendiri menunjuk komisi pendidikannya yang berasal dari Meksiko dan Canada.

Kini, disiplin aerobik juga tak mau ketinggalan. Sejak tanggal 30 Agustus 2014 hingga 7 September 2014, Indonesia akan mengirimkan 2 Pelatihnya untuk menimba ilmu pada FIG Academy level 1 yang diselenggarakan di Manila, Philipina. Dua pelatih tersebut yaitu Jarperine Ramona Nanletta  dan Ika Purana, keduanya berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Mereka diberangkatkan karena pada tahun sebelumnya telah mengikuti akademi serupa yang dilaksanakan oleh Federasi Senam Asia (AGU) di Mongolia. “Keberlanjutan pelatihan/pendidikan ini sangat penting, agar pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pelatih semakin meningkat, yang diharapkan dapat diterapkan dan ditularkan pada pelatih-pelatih lain di Indonesia”, ujar Abdul Aziz Hakim, Sekjen PB Persani.

Setelah itu, pada tanggal 9 September hingga 17 September 2014, PB Persani akan kembali akan memberangkatkan 6 pelatih senam Ritmik untuk mengikuti FIG Academy level 1 di Philipina. Pada pelatihan ini, sebenarnya kuota masing-masing negara hanya 2 pelatih. Namun, atas keberhasilan usaha PB Persani meyakinkan Federasi Senam Internasional bahwa Indonesia perlu banyak pelatih yang berkualitas, maka disetujuilah 6 pelatih untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Enam pelatih ritmik tersebut berasal dari 5 provinsi yaitu Jambi, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti halnya, Aerobik. Para pelatih ini juga diharapkan setelah selesai menempuh kursusnya, dapat berbagi pada pelatih-pelatih di daerahnya masing-masing.

Kegiatan pelatihan tersebut masih terus berlanjut, jika kedelapannya dinyatakan lulus, maka tahun depan akan diikutkan kembali pada jenjang pelatihan yang lebih tinggi yakni FIG Academy level 2. Sebagaimana disiplin Artistik pada bulan oktober 2014 mendatang, akan dikirm juga 4 pelatih artistik mengikuti FIG Academy level 2 di Negara yang sama. Mereka antara lain Sherly Novitasari, Eva N. Butarbutar, Apri, dan Indra Sibarani.

Pendidikan adalah investasi, demikian juga pendidikan pelatih. Pada masa PB Persani dibawah kepemimpinan Dr. Ir Waluyo., program-program banyak diprioritaskan pada pendidikan pelatih dan wasit. “Ini adalah investasi, yang hasilnya tidak bisa kita lihat sekarang, tetapi baru akan dipetik pada 4 – 8 tahun yang akan datang” lanjut Aziz. (Sek)

PB Persani Kirim Pelatih SKO Ragunan ke Training Camp AGU di Qatar

JAKARATA. Sekolah Khusus OLahragawan Ragunan merupakan salah satu program pembinaan senam Nasional. Dalam rangka mendorong percepatan peningkatan prestasi Senam khususnya melalui SKO Ragunan, PB Persani ikutkan pelatih senam artistik puteri pada SKO tersebut ke Common Training Camp for WAG Coaches di Qatar. Kegiatan ini sendiri merupakan program pengembangan anggota Asian Gymnastics Union yang diperuntukkan  kepada Federasi-federasi senam di Asia.

Pada pelatihan yang diselenggarakan oleh federasi senam Qatar ini, Pelatih Eva N B dan satu atlet artistik puteri SKO Ragunan yakni Rifda Irfana L. menimba ilmu dari expert FIG selama 1-6 Mei 2014, di Doha.

 

Tingkatkan Kualitas Pelatih, PB Persani datangkan Instruktur dari Kanada dan Mexico

Pelaksanaan pelatihan bagi pelatih-pelatih senam artistik tentang penerapan pelatihan senam artistik bagi kelompok umur berakhir hari ini (3/5). Dua Instruktur ahli dari federasi senam internasional (FIG), Jeff Thomson dari Kanada dan Lilia Ortiz Lopes dari Mexico langsung bertolak ke Vietnam seusai penutupan tadi. Di Vietnam mereka akan kembali menjadi instuktur pada acara serupa.
Berbeda dengan kedua istruktur tersebut, para peserta sebagian besar akan kembali ke daerahnya masing-masing sore hari ini. Total peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 37 pelatih dari 40 pelatih yang diundang. Terdiri dari 18 Pelatih artistik putera dan 19 pelatih artistik puteri. Tiga (3) pelatih yang tidak hadir berasal dari Persani provinsi Jawa Timur yaitu 2 artistik putera dan 1 artistik puteri. Ketidakhadiran ini sangat disayangkan oleh para instruktur, “karena seharusnya kuota yang tersisa atas ketidak hadiran ini, bisa digunakan untuk para pelatih yang lain”, kata Lilia. Hal senada juga disampaikan oleh Aziz, “andai saja para pelatih yang tidak hadir memberi informasi sebelumnya bahwa tidak jadi ikut, maka kuota itu bisa digunakan oleh para pelatih yang terdaftar dalam waiting list calon peserta”. “Namun secara umum, kegiatan ini berlangsung lancar dan sesuai rencana”, tambahnya.
Peserta
Acara yang diberi nama “FIG Age Group Training Camp for Women’s and Men’s Artistics Coaches 2014″ ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PB Persani Dr Waluyo pada hari pertama (1/5). Yang menjadi perhatian pada saat itu adalah kedatangan Ronald T. Andi Kasim (Presiden Direktur PT. Pefindo) pada saat pembukaan diperkenalkan sebagai calon ketua umum PB Persani 2011-2014. Kehadiran Rony (sapaan Ronald) tersebut adalah dalam rangka memenuhi undangan Ketum PB Persani. (Sek)

Orpa Kodey Terpilih Kembali Sebagai Ketua Umum Persani Papua Barat

Manokwari. Ketua Umum Persani Provinsi Papua Barat, Orpa Kodey, SE, M.Si. terpilih kembali dalam Musporv II Persani Papua Barat yang berlangsung tanggal 2-3 Maret 2014, di Hotel Mansinam Beach, Manokwai. Musyawarah sendiri dihadiri oleh perwakilan persani Kab. Manokwari, Kab. Teluk Bintuni, Kab. Sorong, Kota Sorong dan Kab. Raja Empat. Hadir juga Sekjen PB Persani, Ketua Harian KONI Papua Barat, Wakil Bupati Manokwari dan beberapa mitra kerja Persani Papua Barat.

Dalam sambutannya, setelah dinyatakan terpilih kembali, Orpa Kodey menyampaikan sekilas program yang akan dia laksanakan. Sosialisasi perwasitan dan pelatihan pelatih akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Frans Y. Kawer, wakil ketua Persani Provinsi Papua Barat yang juga Ketua Pelaksana Musprov tersebut menjelaskan bahwa kegiatan itu akan dikemas dalam bentuk jambore senam. Diharapkan dari Jambore tersebut akan terpantau bakat-bakat atlet senam. (Sek)

32 Wasit Artistik Putera Ikuti Penataran Wasit Nasional Siklus 2013-2016

Pagi ini tepat pukul 08.00 WIB, dibuka secara resmi penataran wasit artistik putera tingkat Nasional siklus 2013-2016. Tercatat 32 peserta yang berasal dari berbagai Pengprov Persanidi Indonesia. Selama 4 hari kedepan, para wasit akan dibimbing oleh penatar asal Singapura (Mr. Chai San Gan). Gan begitu dia disapa, merupakan salah satu wasit yang sudah memiliki brevet FIG Cat. 2. Sehingga dengan pengalamannya dan kapasitasnya tersebut, ini menjadi peluang yang sangat baik bagi wasit Indonesia menimba ilmu dan pengalaman darinya.

Selain penatar asing, dua instruktur nasional yang juga mendampingi Gan selama kursus ini yaitu Lulu Manurung (Komtek Art. Putera PB Persani) dan Alex B. Dolwoy Wasit dari DKI Jakarta. Ketiganya diharapkan dapat membantu para wasit mempelajari dan memahami aturan penilaian senam artistik putera terkini (CoP 2013-2016). PB Persani berharap kepada semua peserta yang datang, untuk meneruskan pengetahuan mereka kepada para pelatih di daerah/provinsinya masing-masing. Sehingga pelatihan yang dilakukan dapat segera menyesuaikan dengan aturan terbaru. (Sek)

PERSANI PROVINSI JAWA TENGAH DOMINASI PESERTA PENATARAN WASIT RITMIK

Pelaksanaan penataran wasit Ritmik tingkat nasional untuk Code of Point 2013-2016 sudah berjalan sejak tanggal 20 Maret lalu. Bertempat di Wisma Sugondo PP PON Cibubur, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PB Persani (Dr. Waluyo). Dalam sambutannya disampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pengprov Persani atas partisipasinya dalam peningkatan kualitas wasit senam ritmik di Indonesia.

Besarnya animo pengprov Persani terhadap kegiatan ini terlihat dari kuota peserta yang telah terpenuhi yakni sebesar 40 orang. Dari keseluruhan peserta itu, hampir semua pengprov Persani terwakili. Namun ada yang paling menonjol yaitu utusan Pengprov Persani Jawa Tengah. Tercata 9 orang wasit/pelatih yang berasal dari Jawa Tengah mengikuti penataran ini. Dominasi peserta ini, mencerminkan keseriusan Pengurus Persani Jawa Tengah dalam mengembangkan dan membina Senam Ritmik. Sementara itu, penutupan penataran direncanakan sore ini (24/3) akan dilakukan oleh Kabinpres PB Persani (Mansur, MS).  Setelah ujian praktik dan teori pada pagi hingga siang hari ini

Cabor Senam Resmi Perlombakan 23 Nomor pada PON XIX 2016 di Jawa Barat

JAKARTA. Akhirnya disiplin aerobic gymnastics diperlombakan di PON XIX 2016 di Jawa Barat. Keputusan tersebut merupakan hasil dalam rapat anggota KONI pada tanggal 9-11 Maret 2014. Dengan demikian, jumlah medali emas  yang akan diperebutkan dalam cabang olahraga senam total menjadi 23 emas. Jumlah ini lebih sedikit satu nomor dibandingkan dengan PON XVIII di Riau 2012. Pengurangan nomor tersebut terjadi pada disiplin Aerobic Gymnastics, yakni nomor trios.

PB Persani menyambut baik keputusan tersebut. Ini akan memberikan kesempatan pengprov-pengprov Persani yang membina aerobik untuk mengukur hasil pembinaannya. Sebelumnya, DKI Jakarta selalu menjadi penyabet medali emas terbanyak di disiplin Aerobic. Namun, pemerataan pembinaan yang dilakukan PB Persani selama kurun 3 tahun terakhir akan memungkinkan provinsi lain untuk menjadi Juara. Jawa Tengah, Jambi, Lampung, Jawa Timur dan Papua Barat beberapa provinsi yang memiliki kesempatan itu. Tapi yang paling penting dari keputusan ini adalah pembinaan  secara Nasional dapat terus dalam rangka meraih prestasi Internasional.(Sek)

Penataran Wasit Ritmik dan Artistik Putera tk Nasional 2014

Jakarta. Tak mau lama-lama ketinggalan dengan negara-negara Asean, PB Persani akan segera melaksanakan Penataran Wasit Ritmik dan Artistik Putera tingkat Nasional 2014. Selain akan diikuti oleh para wasit, kegiatan ini juga mengundang pelatih. Pelatih juga perlu paham akan aturan penilaian dalam Code of Point (CoP). Pengetahuan pelatih ini bisa bermanfaat dalam menyusun rangkaian gerakan atlet yang dilatihnya. Jika pelatih tidak paham maka bisa saja, teknik-teknik gerakan pesenam tidak dinilai oleh wasit atau bahkan merugikan penilaian atletnya.

Mendorong percepatan peningkatan kualitas pelatih, dalam kesempatan ini juga akan diberi kesempatan kepada pelatih-pelatih tingkat Kabupaten/Kota untuk mendalami CoP tahun 2013-2016 tersebut. Hanya saja, yang akan dijinkan mengikuti ujian wasit adalah wasit atau pelatih utusan Pengprov Persani.

Dengan dikuasainya penilaian baru ini diharapkan kemudian pelatih dapat menyesuaikan teknik-teknik atletnya. Sehingga mampu bersaing di level Internasional. Selain itu, ini juga merupakan salah satu upaya penyiapan wasit dalam rangka PON Remaja 2014, di Jawa Timur dan PON XIX 2016, Jawa Barat. Pelaksanaan penataran itu sendiri direncanakan, Ritmik: 20-25 Maret 2014, dan Artistik Putera 25-30 Maret 2014.  Khusus untuk Artistik Putera, PB Persani akan mendatangkan Penatar dari Singapura, yakni Chai San Gan yang memiliki Brevet FIG Cat 3. (Sek)

Direktur Eksekutif Pertamina Terpilih Jadi Ketum PB Persani

Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani), Sabtu (27/9/2014) dalam Kongres XI memilih secara aklamasi Nina Nurlina Pramono, Direktur Eksekutif Pertamina Foundation. Ia terpilih sebagai Ketua Umum Persani periode 2014-2018 karena perhatiannya terhadap pembinaan karakter ibu dan anak melalui bidang olahraga. Sejak 2006, alumni Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada (UGM) ini telah merintis Pertamina Learning Centre sebagai lembaga pendidikan perusahaan.

Melalui anak perusahaan itu, dia telah merintis berbagai program inovatif dalam kaitannya dengan pembinaan karakter kepemimpinan dan pendidikan ramah lingkungan seperti program good corporate governance dan sobat bumi. Kini, bidang perhatiannya juga merambah ke ranah olahraga prestasi. Program yang pernah dirintis ialah Pertamina Soccer School. PSS merupakan program yang diinisiasi untuk mencari bibit unggul yang berbakat dan berminat menjadi pemain muda sepak bola berprestasi.

Menyadari pentingnya senam sebagai dasar dari semua cabang olahraga, Nina Nurlina pun mengiyakan untuk diminta secara aklamasi menjadi ketua umum. “Saya siap membantu Persani dalam meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia. Sebagai ketua, saya hanya ingin lebih sering dan lebih banyak mendengarkan masukan dan kritik dari para pengurus harian sebab sesungguhnya mereka lebih paham dengan hambatan dan peluang yang ada dalam dunia persenaman Indonesia,” lanjut Nina.

Usai pemilihan berakhir Sabtu sore (27/9/2014), para pengurus propinsi se-Indonesia yang hadir diajak bersilaturahim di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan. Di sana, pengprov dijamu dengan makan malam dalam suasana penuh keakraban bersama keluarganya. Lulu Manurung, delegasi pengprov asal Jambi mengatakan bahwa tampaknya ketua baru Persani berpengalaman dan peduli dengan peningkatan prestasi olahraga negeri ini. “Saya mendukung kepemimpinan Bu Nina karena pengalamannya memanajemen sejumlah proyek membuktikan kepiawaiannya merangkul tim kerja. Kini yang harus terus dikawal ialah komitmennya,” ucapnya. [by/az]

Page 1 of 212