PB Persani dan KOI sambut para atlet SEA Games kembali ke tanah air

JAKARTA: Team Senam Indonesia kembali ke tanah air setelah menyelesaikan seluruh nomor lomba. Team hanya mampu meraih satu perak dari SEA Games XXVIII/2015 atas nama Rifda Irfanalufti dari nomor individual senam lantai.

Kedatangan team senam selain di sambut pengurus PB Persani , Ita Juliati Wakil ketua III, Gianti Imansyah, Wakil Ketua II serta pengurus lainnya juga disambut Ade Rani dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Terminal 2 D Bandara Soekarno Hatta, Kamis 11/602015.

Kontingen Indonesia yang pulang menggunakan penerbangan Singapore Airlines sore itu selain senam adalah cabang olahraga menembak, tinju dan softball sehingga suasana terminal kedatangan dipenuhi kalangan pers, keluarga dan kerabat yang menjemput para pahlawan olahraga ini.

Atlet senam Rifda menerima kalungan bunga dari Ade Rani, mewakili KOI

Atlet senam Rifda menerima kalungan bunga dari Ade Rani, mewakili KOI

Satu per satu para pesenam mendapat setangkai bunga mawar merah dan putih tanda cinta kasih, sedangkan Rifda mendapatkan kalungan bunga melati khusus dari Ade Rani mewakili KOI. Para pelatih seperti Indra Sibarani, Jonathan M Sianturi dan Eva Butar-Butar juga pulang mendampingi anak asuhnya masing-masing.

Ronny Sabputra yang mendapat cedera lutut dan menggunakan kursi roda langsung memeluk putrinya, kanaya, berusia 12 bulan dari istrinya tercinta yang menjemput dengan perasaan cemas atas kondisi suaminya.

Rasa bahagia dan haru tampak jelas di wajah para atlet maupun para penyambut disertai ucapan penuh dukungan dan rasa syukur dari Ita Juliati dan timnya serta Ade Rani dalam kesempatan itu. Team atlet dari Jawa Timur seperti Agus Adi Prayogo, M Try Saputra, Ferrous One Wiyodac dan pelatih Indra Sibarani langsung kembali ke Surabaya sore itu juga.

Secara terpisah Trisna Ramdhani, atlet senam asuhan Jonathan M Sianturi mengatakan pengalaman bertanding di SEA Games memotivasinya untuk terus menekuni olahraga senam dan meraih medali di arena yang sama dua tahun mendatang.

“Kalau untuk menang itu urusan tuhan, saya hanya bisa berusaha sebaik mungkin. Setahu saya itulah yang harus saya lakukan. Kalau saya punya keyakinan untuk menang itu namanya menentukan takdir tuhan. Tapi saya mengakui secara tekhnis dan non tekhnis saya masih banyak kekurangan,” jelasnya.

Jonathan menjelaskan bahwa Trisna baru delapan tahun berlatih senam, biasanya yang mendulang medali setelah berlatih selama 12 hingga 20 tahun. Jadi ajang perdana ini di SEA Games ini untuk menambah jam terbangnya dan diharapkan dua tahun mendatang sudah bisa mendulang medali.

Atlet lainnya, Agus Adi Prayogo mengatakan tim pelatnas baik dari sisi pelatih maupun atlet harus memiliki satu visi, misi dan strategi untuk menghasilkan medali sesuai target yang diharapkan. “Selain harus banyak bertanding di dalam maupun luar negri, persiapan harus matang. Di SEA Games ini saya dipersiapkan untuk dua alat andalan yaitu kuda-kuda dan ring, tapi empat alat lainnya ternyata harus saya ikuti juga sehingga hasil tidak maksimal,” kata Agus.

Ronny Sabputra yang mendapat cedera lutut bersama istri dan putrinya disambut Ita Juliati, Wakil ketua III PB Persani bersama putranya, Audy di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 11/6/2015.

Ronny Sabputra yang mendapat cedera lutut bersama istri dan putrinya disambut Ita Juliati, Wakil ketua III PB Persani bersama putranya, Audy di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 11/6/2015.

Ita Juliati mengatakan banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dihadapi pengurus baru PB Persani di tengah persiapan menghadapi Asian Games 2018 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Palembang. “Kami akan melakukan roadshow minimal di lima kota besar untuk menghimpun berbagai masukan dan kebutuhan dari para atlet, pelatih, wasit dan pengurus daerah. Membangun kerjasama dan sinergi yang baik dibutuhkan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik,” kata Ita Juliati. (hss)

 

Pesenam Rifda Irfanalufti meraih medali perak di nomor lantai SEA Games 2015

SINGAPURA: Pesenam artistik putri, Rifda Irfanalufti berhasil meraih medali perak di nomor lantai. Berlomba di Bishan Sport Hall, Rabu (10/6/2015), Rifda yang meraih total poin 13.700 kalah bersaing dengan pesenam Malaysia, Farah Ann Abdul Hadi yang berhak atas medali emas dengan poin 13.733. sedangkan medali perunggu diraih pesenam Vietnam, Phan Thi Ha Thanh yang meraih poin 13.433.

“Sehari sebelumnya, Rifda yang masuk final nomor individual putri pada  9/6/2015 gagal memperoleh medali di nomor kuda-kuda lompat, tapi besoknya, Rabu, dari dua nomor pertandingan dia lolos dan meraih medali perak di nomor senam lantai,” ungkap Dian Arifiin, jurubicara Persatuan Senam Seluruh Indonesia ( Persani).

Rifda mengatakan dukungan orangtua dan keluarga terutama mama yang terus mendampinginya dalam berbagai pertandingan memang sangat berarti. Sang Ayah juga sibuk mendokumentasikan semua kelenturan tubuhnya di nomor-nomor senam yang diikuti melalui kamera videonya.

Rifda yang baru berumur 16 tahun dan pertama berlaga di arena SEA Games ini bertekad untuk terus meningkatkan prestasinya di arena laga lainnya seperti  Asian Games 2018 dengan target pribadi meraih medali emas.

Pelatih senam Eva Butar-butar menyatakan puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya karena Rifda menjadi satu-satunya atlet senam yang bisa membawa pulang medali dari cabang olahraga senam.

Selain itu lawan-lawan Rifda di ajang SEA Games ini sudah punya pengalaman tanding yang lebih tinggi di tingkat dunia. Atlet senam Malaysia Farah Ann Abdul Hadi yang berhak atas medali emas selain telah berusia 23 tahun juga mendapatkan pemusatan latihan selama setahun di Amerika Serikat.

“Rifda baru berusia 16 tahun, hanya sempat latihan sebulan di Doha. Qatar, sebelum ke SEA Games Singapura. Lawan-lawannya  punya jam terbang tinggi tapi hanya meraih medali perunggu jadi peluang Rifda untuk mendulang emas di ajang-ajang pertandingan lainnya seperti Asian Games 2018 sangat besar,” kata Eva Butar-Butar

Menurut Eva, sebelum bertanding di arena SEA Games, Rifda menjalani latihan sedikitnya 25 jam per minggu di Pelatnas Raden Inten, milik Pemda DKI Jakarta.Pihaknya akan terus melatih dan menambahkan gerakan-gerakan sehingga Rifda bisa lebih sempurna dalam melakukan nomor-nomor senam.

Ita Juliati, Wakil Ketua III PB Persani yang terus mendampingi para atlet berlaga sejak hari pertama cabang olahraga senam berlaga di Bishan Sport Hall mengatakan pengurus pusat Persani akan mencari perusahaan-perusahaan swasta yang mau menjadi bapak angkat sehingga atlet senam bisa memiliki pengalama pelatihan dan pertandingan yang lebih beragam serta berkualitas. (hss)

 

Tiga pesenam artistik putra masuk final SEA Games 2015

SINGAPURA: Team senam artistik putra Indonesia gagal untuk meraih medali , Setelah para atlet itu kandas saat bersaing untuk bisa menembus semifinal SEA Games XXVIII/2015 Singapura. Namun di nomor-nomor individual, tiga pesenam putra masuk final yaitu Ferous One Wiyodac, Muhammad Try Saputra dan Agus Adi.Prayogo

“Di nomor individual potensi mendulang emas lebih besar. Pertandingan Senin 9 Juni di Bishan Sport Hall Center, Singapura  untuk Men’s Artistic Gymnastics (MAG) Ferous turun di senam lantai, M Try Saputra di kuda-kuda pelana,” kata Aziz Hakim, Manajer Tim Senam di SEA Games 2015 ini.

Besoknya 10 Juni 2015 , Ferous berlaga di nomor palang tunggal bersama M Try Saputra. Agus Adi Prajoko di nomor kuda-kuda lompat (vault) dan M Try Saputra juga masuk final namun semua gagal meraih medali ,tambahnya.

Ketua Bidang Pem­binaan dan Prestasi Pengurus Besar Per­satuan Senam Seluruh In­do­nesia (PB Persani) Gi­yan­ti Imansyah mengatakan tim inti yang diterjunkan pada pesta oyah­raga antarnegara ASEAN itu ber­kekuatan sembilan pesenam putra-putri. PB Persani menargetkan peroleh­an satu me­dali emas dari no­mor ritmik pu­tri dengan me­mpertimbang­kan potensi.

Sembilan atlet yang terpi­lih masuk tim inti adalah M. Try Saputra, Ronny Sabputra, Fe­rous One Wiyodac, Agus Adi Rayogo dan Tris­na Ramdani un­tuk nomor ar­­tistik putra. Kemudian Rifda dan Sa­hira untuk nomor ar­tis­tik pu­tri. Sedangkan Dinda Devriana dan Na­bila  mengikuti nomor ritmik putri.

Mereka berlaga untuk mengikuti delapan no­­mor pertandingan artistik putra, enam no­mor untuk tim artistik putri, dan nomor beregu keseluruh­an untuk tim ritmik. No­mor yang diikuti untuk se­nam artistik terdiri dari be­regu, serba bisa serta perorangan dengan alat lantai, kuda pe­lana, gelang-gelang, meja lom­­pat, palang sejajar, dan pa­lang tunggal. Sedangkan enam nomor yang diikuti senam ar­tis­tik pu­tri yaitu beregu, ser­­­­ba bisa, per­orangan dengan alat meja lompat, palang ber­ti­ngkat, balok keseimbangan, dan lantai.

Tim senam putra Indonesia kurang beruntung dengan ketiadaan juri putra yang mewakili Indonesia di ajang Sea Games ini. Disamping itu pada hari kedua pertandingan cabang olahraga ini 6/6/2015 Ronny Sabputra mengalami cedera saat bertanding pada nomor senam artistik beregu semua alat bersama rekannya Muhamad Try Saputra, Ferrous One Willodac, Agus Adi Prayogo dan Trisna Ramdhani.

Ketua Kontingen SEA Games Indonesia, Taufik Hidayat ( tengah barisan belakang), memyempatkan foto bersama dan menyemangati atlet senam Ronny Sabputra ( berkursi roda) di Bishan Sport Hall, Singapura, sebagai arena pertandingan  gymnastic di pesta olahraga ini.

Ketua Kontingen SEA Games Indonesia, Taufik Hidayat ( tengah barisan belakang), memyempatkan foto bersama dan menyemangati atlet senam Ronny Sabputra ( berkursi roda) di Bishan Sport Hall, Singapura, sebagai arena pertandingan gymnastic di pesta olahraga ini.

Ronny tidak dapat melanjutkan pertandingan selanjutnya dan harus beristirahat di hotel setelah ditangani tim medis dari Singapura dan Indonesia. Cedera lutut mengharuskan Ronny beraktivitas di atas kursi roda minimal selama tiga minggu.

Ketua III PB Persani, Ita Juliati ketika mengunjungi Ronny di hotelnya bersama pengurus PB Persani lainnya mengatakan cedera lutut yang dialami Ronny agar tidak mempengaruhi semangat dari Ronny dan atlet senam lainnya untuk mengukir prestasi.

“Musibah bisa datang kapan saja jadi tetap berhati-hati dan selalu semangat serta menjaga kekompakan serta kerja tim,” ungkap Ita

Sementara itu Ronny yang dapat menghadiri pertandingan terakhir senam di Bishan Sport Hall juga dikunjungi Taufik Hidayat sebagai Chief de Mission (CdM) atau ketua kontingen Indonesia di SEA Games di Singapura, 5-16 Juni 2015 bersama mantan atlit lainnya seperti Ivana Lie (hss).

Team Senam Putra Artistik raih posisi keempat di ajang Men’s Artistic Gymnastics (MAG) SEA GAMES 2015

SINGAPURA: Sebanyak lima atlet artistik putra Indonesia yang berlaga di ajang Men’s Artistic Gymnastics (MAG) gagal mendapatkan perolehan medali diajang SEA Games 2015, Singapura. Sementara Vietnam memperoleh medali emas, di susul Thailand mendapat medali perak dan Singapura sebagai tuan rumah menghasilkan perunggu.

Pada pertandingan sesi pagi team senam putra melawan  Singapura dan Pilipina di Bishan Sport Hall, Sabtu 6/6/2015. Sementara di sesi sore team Vietnam berhadapan dengan Malaysia dan Kamboja dan Myanmar.

Para atlet berlaga untuk alat floor ( senam lantai), pommel (kuda-kuda pelana) ,rings ( gelang-gelang) , vault ( kuda-kuda lompat) dan horisontal bar atau palang tunggal. Mereka yang berlaga adalah M Trisaputra, Agus Prajoko, Feorous, Ronny Sabputra dan Trisna Ramadhan .

Salah satu atlet senam terbaik Indonesia, Ronny Sabputra, mengalami cedera lutut saat menyelesaikan gerakan kuda-kuda lompat sehingga dilarikan ke rumah sakit Tan Tock Seng, Singapura oleh tim kesehatan di dampingi manager tim senam PB Persani, Aziz Hakim.

“Saat ini Ronny sudah kembali ke hotel dan diperkirakan harus beristirahat selama enam bulan. Dokter langsung melakukan MRI dan ada sedikit patah tulang, istilahnya ligament dan tandon tears,” tambah Aziz Hakim.

Hasil kompetisi  tim MAG ini menempatkan cabang olahraga senam dari Indonesia diurutan keempat dengan nilai 294.600, sementara di urutan pertama Yaitu Vietnam sebesar 344.700, di susul Thailand 318.150 dan Singapura mencapai nilai 318.100.

PB Persani pada ajang SEA GAMES 2015 ini menyiapkan sembilan atlet yang mengikuti  12 nomor pertandingan. Dua nomor untuk artistik putri, lima  nomor untuk artistik putra, dan dua nomor untuk ritmik. Pelatih putra  adalah Jonathan Sianturi dan Indra Sibarani, sedangkan pelatih putri dibimbing A. Negaka dan Eva Butar-Butar.

Baik PB Persani maupun Satlak Prima sepakat menargetkan satu emas dari nomor artistic putra yaitu M. Tri Saputra, yang meraih medali serupa di SEA Games 2011. Sebelum berlaga di SEA GAMES 2015, tim senam  artistik putra sempat bertanding di  Qatar, Maret lalu, sementara senam artistik putri berlatih di Taskent, Uzbekhistan.

Menurut kordinator Humas, Media dan Promosi PB Persani, Dian WK Arifin Cabang senam  kembali dipertandingkan di SEA GAMES 2015 setelah sempat absen di SEA GAMES Myanmar 2013 dan di Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 di Palembang.

PB Persani, ujarnya, juga akan mempersiapkan atlet untuk berlaga di Asian Games  2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang serta membantu KOI untuk mempersiapkan perhelatan akbar itu. Saat ini untuk pelatnas masih terhambat dengan peralatan yang memerlukan bantuan dari Menpora, Koni, KOI maupun kalangan sponsor dari kalangan swasta sehingga para atlet dapat berlatih dengan aman dan nyaman.

Upacara pembukaan SEA GAMES  2015 di Singapura berlangsung Jumat malam  5/6/2015 dan berlangsung hingga 16 Juni 2015 mendatang. Pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara itu dibuka secara resmi melalui pesta yang berlangsung meriah dengan pertunjukan laser, tata lampu nan indah dan tentunya pertunjukan kembang api.

Acara dihadiri Presiden Singapura, Tony Tan yang berlangsung di National Stadium Singapura diawali dengan kemunculan Nila,  maskot SEA GAMES, yaitu Singa berambut merah. Kontingen Indonesia  dipimpin oleh Chief de Mission, Taufik Hidayat. Sementara bertindak sebagai pembawa bendera merah putih adalah atlet senior, I Gusti Made Oka Sulaksana.

Dari tribun penonton terlihat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Republik Indonesia, Puan Maharani, dan Megawati Soekarno Putri melambaikan tangan pada atlet. Indonesia menurunkan 525 atlet, tampil dengan seragam batik bercorak merah, hitam dan putih. (hss)

 

Ketua Umum PB Persani melepas keberangkatan atlet senam ke SEA GAMES 2015

JAKARTA: Ketua Umum PB Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Nina Pramono melepas keberangkatan atlet senam putra dan putri ke ajang SEA GAMES 2015 di Bandara Soekarno Hatta dengan harapan dari team artistik putra sedikitnya dapat menyumbangkan satu medali emas.

PB Persani pada ajang SEA GAMES 2015 ini menyiapkan sembilan atlet yang mengikuti  12 nomor pertandingan. Lima  nomor untuk artistik putra masing-masing adalah Trisna Ramadhan, M Tri Saputra, Ronny Sabputra, Feorous dan Agus Prajoko. Sementara atlet artistik putri adalah Rifda dan Sahira  dan dua nomor untuk ritmik adalah Dinda dan Nabiella.

Mereka di damping pelatihnya masing-masing yaitu  pelatih putra  adalah Jonathan Sianturi dan Indra Sibarani, sedangkan pelatih putri A. Negaka dan Eva Butar-butar dipimpin  manajer team Aziz Hakim yang juga Sekjen PB Persani.

‘’Untuk hasil terbaik kami tetap berharap anak-anak membawa pulang emas meski medali perak sebenarnya menjadi target realistis kami, kata Ketum PB Persani saat melepas keberangkatan para atlet, pelatih dan manager di Bandara Soekarno Hatta,

Medali perak yang dipatok tersebut, ujar Nina, diharapkan datang dari nomor artistik putra yang memang menjadi andalan meski untuk sektor putri tidak menutup kemungkinan bisa memberikan medali.  Sebelum berlaga di ajang Pesta Olahraga Negara-negara Asean ini, para atlet Pelatnas untuk senam artistik putra berlatih dan bertanding di Qatar dan team artistik putri sempat berlatih di Taskent, Uzbeskiztan. Sementara dua atlet senam ritmik hanya berlatih di Pelatnas tanah air karena hambatan dana.

“Ini tim minimalis tapi semoga di SEA GAMES 2017 di Malaysia kami dapat mengirim banyak atlet lagi,’’papar Nina Pramono, Pendiri Pertamina Foundation  yang baru dilantik sebagai Ketum PB Persani dan jajarannya oleh Ketua KONI, Toni Suratman, April 2015 lalu.

Membenahi organisasi secara internal maupun eksternal menjadi tugas utama Nina memimpin cabang olahraga yang pernah berjaya di era kepemimpinan Bob Hasan ini. Selain harus segera memiliki gedung senam dengan peralatan lengkap sesegera mungkin, pihaknya bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tengah mempersiapkan perhelatan akbar Asian Games 2018 di akhir jabatannya nanti.

“Kami telah memutuskan venue perlombaan dan untuk arena senam akan meminjam salah satu gedung di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Meski gedung tersebut bukan dibangun untuk senam, namun secara fisik dan kelengkapan sudah memadahi dengan masih perlu adanya beberapa penambahan fasilitas seperti podium penonton dan ruang bertanding serta berlatih atau pemanasan atlet. Beberapa kekurangan tersebut saat ini tengah diajukan penganggarannya untuk segera dikerjakan,’’tandas Nina

Program lainnya yang tengah dilakukannya adalah memperjuangkan pergantian peralatan senam di PB Persani agar para atlet dapat optimal dalam berlatih karena peralatan yang ada sudah tua dari tahun 1990 an. Selain itu pihaknya juga bertekad agar senam masuk ke sekolah-sekolah terutama di tingkat sekolah dasar (SD). Dengan memperkenalkan senam ke anak-anak SD, Nina yakin Persani tak sulit mendapatkan calon atlet andal di masa mendatang.

Nina yang juga pembina sekolah sepakbola Pertamina dan menjadi Ketua Umum PB.Persani periode 2014-2018 mengatakan bahwa senam itu bahkan sudah harus diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia taman kanak-kanak (TK). Ini penting karena senam mengandalkan kelenturan dan menjadi ibu atau dasar dari semua kegiatan olahraga.

“Atlet dari semua cabang olahraga harus melakukan senam pemanasan sebelum berlatih maupun bertanding. Apa bukan di sebut ‘ibu’ dari semua cabang olahraga ?,” kata wanita cantik yang energik ini.

Namun Nina menyadari bahwa kendala terbesar untuk mengembangkan senam ini adalah peralatan. Ia akan mencoba mendorong kalangan industri untuk memproduksi peralatan senam dengan standar internasional tetapi harganya terjangkau sehingga semua provinsi di tanah air memiliki gedung senam dan peralatan yang lengkap.

“Kami sudah melakukan pendekatan dengan Pemkot Tangerang untuk segera memiliki gedung senam berstandar internasional sehingga jika Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan internasional maka Pemkot Tangerang bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang besar dari kegiatan pertandingan maupun dari para supporter (pendukung) yang biasanya juga melakukan kegiatan wisata sebelum maupun setelah pertandingan usai,” kata Nina.

Pihaknya juga berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di berbagai provinsi di tanah air dapat berperan aktif mengembangkan cabang olahraga ini mengingat senam ini adalah cabang olahraga strategis. Setiap multi even seperti PON, SEA GAMES, Asian Games hingga Olimpiade, senam selalu menjadi primadona karena banyak menyediakan medali emas, tambah Nina.

Selain peralatan, masalah pelatih, wasit dan juri juga menjadi kendala bagi Persani. Dalam ajang SEA GAMES 2015 di Singapura ini sangat disayangkan Indonesia tidak memiliki perwakilan wasit di cabang olahraga senam .Dalam kepengurusannya, Nina akan berupaya meningkatkan jumlah pelatih, wasit dan juri berkualitas. Jadi tak hanya atlet yang disiapkan.

Untuk menggerakkan semuanya itu lanjut dia, Persani harus memperbanyak jumlah pertandingan baik di level nasional maupun daerah. Untuk itu keberadaan gedung-gedung senam harus segera diwujudkan.

”Di Indonesia ini setahu saya baru ada lima gedung senam yakni di Jakarta (Raden Inten), Palembang (Sumsel), Samarinda (Kaltim), Jambi dan Surabaya (Jatim). Dengan jumlah Provinsi di Indonesia yang kini sudah 34 tentu tak cukup. Idealnya setiap Provinsi punya gedung senam,” tegasnya. ( hss)

 

KETUM PB Persani hadiri Meeting AGU

PERTEMUAN AGU: The South East Asian Zone General Assembly AGU berlangsung di Park Hotel, Bangkok, 16 April 2015. Pertemuan ini di hadiri Abdul Rahman Al-Shatri, President  AGU dan dihadiri wakil dari tujuh federasi senam. Dari Thailand hadir Srayuth Patanasak, Theerajit Chantarasen, KanokratTantikornphan dan Kusmarn Prasertsri. Singapura di wakili Lee Hong Chuang, Filipina di hadiri  Alvia Evan, Indonesia di wakili Ketum PB Persani Nina Nurlina Pramono ( ke empat dari kanan),Vietnam di hadiri Tran Thang Chein dan Nguyen Kim lan, Malaysia diwakili  Kaur KauGit dan dari Kamboja Nay Phonna.

Page 3 of 3123