Rapat Pleno Kedua Bahas RAB 2017 dan Dukungan Pemprov Untuk Event Bagi Para Atlit

JAKARTA: Rapat Pleno ke dua Persatuan Senam Seluruh Indonesia ( Persani) membahas empat bahasan utama yang dihadiri jajaran pengurus dari pusat dan provinsi membahas RAB 2017 dan event-event nasional maupun internasional

“ Ada empat bahasan yaitu persiapan Rakernas, pembahasan Program Kerja dan RAB 2017, persiapan acara Persani sebagai tuan rumah pertemuan Executive Meeting Asia Gymnastic Union ( AGU) pada 2-5 Febuari mendatang serta pembahasan Seagames dan Asian Games,” ungkap Ilya Avianti, Ketua Umum PB Persani, hari ini ( 10/1) .

Di dampingi M. Rianto, Sekjen, Ketum mengingatkan awal Febuari, tepatnya pada 3-5 Febuari Persani menjadi tuan rumah Executives Meeting Asian Gymnastic Union di Hotel Fairmont, Jakarta sekaligus event sosialisasi pertama senam pada masyarakat di acara Car Free Day yaitu Bugar Bersama Persani,” tambahnya sambil menjelaskan Rakernas Persani dijadwalkan berlangsung di akhir Febuari 2017.

Sekjen Persani, M. Rianto menyimpulkan bahwa pengurus provinsi Persani harus menyampaikan anggaran ke provinsi masing-masing agar para atlit senamnya mendapatkan pelatihan baik di dalam dan luar negri untuk mencapai prestasi meraih medali emas yang menjadi target organisasi.

“ Untuk itu Pengprov membutuhkan kalender event yang dibuat oleh PB Persani. Kalau sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan di tiap provinsi maka perlu dukungan langsung dari Gubernur, DPRD untuk keikutsertaan Atlet dalam tiap event, “ ujarnya.

Menurut Rianto untuk membahas Rencana Anggaran Belanja ( RAB) misalmya perlu di bentuk kelompok kerja ( pokja) kecil begitu juga pembahasan AD/ART dan Pokja organisasi (termasuk kode etik) dengan mengundang 3-4 pengprov untuk pembahasan lebih lanjut. Supaya pengprov tidak menunggu dalam pengajuan dana ke pemda , maka program kerja yang melibatkan pengprov dapat di share terlebih dahulu tanpa menunggu Rakernas.

“ Kita harus membuat rekap anggaran Binpres tahun 2017 agar bisa segera diketahui berapa bantuan dari Menpora sehingga dapat diketahui kebutuhan dana yang harus disediakan oleh PB dan solusi pendanaan yang akan dijalankan selanjutnya,” ujarnya.

20170112_141131

Rapat Pleno ke dua ini juga menyetujui kebutuhan menerbitkan program berbasis android sebagai salah satu cara memudahkan sosialisasi senam sebagai the mother of sport maupun salah satu cara mencari dana . Untuk kebutuhan atlit menghadapi Sea Games Kuala Lumpur dan Asian Games 2018 juga dibahas  pertemuan AGU serta dijabarkan rencana test event Persani dan kebutuhan dana yang ada.

Rapat juga dihadiri Wakil Ketua I, Ita Yuliati yang membawahi bidang Binpres, Litbang, Kesehatan dan Hubungan Luar Negri. Menurut dia litbang melihat kebutuhan aplikasi perlu disiapkan untuk skala Internasional.

“ Launching Aplikasi bisa disampaikan dalam Kegiatan AGU pada tanggal 3 Februari 2017 dimana Litbang mengelola Database dari Pengprov untuk bisa masuk dalam Aplikasi,” kata Ita.

Sementara itu Waka II, Sari Kencana Ayu yang membidangi Dana Promosi, Bendahara, Sarpras dan Kemitraan mengatakan bahwa untuk kegiatan test event Persani mulai mendata tempat-tempat yang cocok seperti hall B3 dan C3 di daerah Kemayoran.

“Kendala kami di Pusat malah tidak memiliki tempat latihan senam sementara sewa gedung mahal padahal semua untuk NKRI dan kebutuhan atlit,” tandasnya.

Wakil ketua III Persani, Amir Karyatin yang menangani Bidang Organisasi dan Hukum serta Bidang Hubngan Pemerintah menyatakan siap bentuk pokja dan melibatkan perwakilan Pengprov minimal DKI Jakarta dan Banten mengingat keterbartasan yang ada. ( Hilda Ansariah Sabri)

PB Persani Dan Pengprov Benahi Organisasi Untuk Targetkan Medali Emas di Event Internasional

JAKARTA: Ketua Umum PB Persani , Ilya Avianti, minta para pengurus  Provinsi (Pengprov)  Persani pro-aktif memetakan kekuatan dan membina klub-klub senam di daerahnya agar target membidik medali emas pada dua ajang multievent, yakni SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 dapat tercapai.

Berbicara pada Rapat Pleno pertama setelah pelantikan pengurus PB Persani oleh Ketum KONI pusat, kemarin, Ilya menegaskan bahwa untuk memenuhi target maksimal perolehan emas dari cabang olahraga senam maka seluruh pengurus  provinsi di Tanah Air perlu memiliki tekad yang sama.

“ Kita harus punya tekad yang sama untuk meraih sebanyak mungkin emas apalagi nomor pertandingan senam banyak sehingga kita harus optimalkan kemampuan atlit. Program jangka pendek kita optimalkan s20161209_141749arana dan prasarana yang ada dan jadikan lima kota sebagai center of excellent dari senam, ujarnya.


Kelima pengprov yang dimaksud adalah Riau dan Palembang yang menjadi center of excellent  wilayah Sumatra,  Bandung, Jawa Barat dan  DKI Jakarta untuk Pulau Jawa, Bali, NTB,  Makassar, Sulawesi Selatan mengakomodasi wilayah Indonesia Timur misalnya.

Menurutnya, sebelum meningkatkan prestasi atlit, hal  yang sangat mendesak adalah pembenahan organisasi  sehingga seperti tekadnya sejak awal , Ilya minta Pengprov bekerjasama erat dengan PB Persani dan KONI untuk membuat event-event dengan SOP serta transparansi dari awal perencanaan hingga pelaksanaan.

“Jangan ada lagi pengkotak-kotakan bahwa ini event daerah, itu event pusat dan saya tidak mau mendapat laporan dari masyarakat karena adanya penyalahgunaan anggaran misalnya. Oleh karena itu dimanapun eventnya  akan membawa nama  PB Persani dan KONI. Artinya Pengprov harus mengikuti Standard Operation Procedur ( SOP) yang berlaku di pusat maupun daerah sehingga tidak jalan sendiri-sendiri, “ kata Ilya.

Untuk pembenahan organisasi, misalnya tim audit  PB Persani bukan hanya mengurus keuangan, tapi mengawal  risk management dan penyusunan anggaran event sejak awal kegiatan sehingga semuanya dapat dilakukan transparan. Hasil akhir dari pembenahan organisasi akan berdampak pada prestasi atlit.

“ Kita harus jadi role model dan bekerja secara profesional sehingga pengurus pusat dan pengprov harus bisa bekerjasama dengan baik. Kita kerja baik saja belum bisa memuaskan ekspektasi masyarakat apalagi kalau ada masalah administrasi yang membuat kita harus berurasan dengan pihak berwajib dan habis waktu untuk bolak-balik  satu urusan event yang tidak transparan,” kata Ilya.

Menurut dia dalam berorganisasi maka jika  ada pengurus di  pusat maupun di provinsi tidak bisa aktif bahkan tidak tahu apa tugas dan bagaimana menjalankan tugasnya, maka hal itu adalah kesalahan dari para ketua termasuk dirinya yang tidak mampu mendistribusikan tugas dan beban yang harus dipikul bersama.

Para Pengurus Provinsi Pada Rapat Pleno pertama dengan Ketum PB Persani Ilya Avianti.

Para Pengurus Provinsi pada rapat pleno pertama dengan Ketua Persani Ilya Avianti.

“ Mereka yang duduk dalam kepengurusan  harus memiliki budaya kerja profesional dengan beban tugasnya masing-masing dan para ketua yang berhubungan dengan bimbingan prestasi di berbagai provinsi sudah tahu kalau targetnya medali emas maka strategi dan perencanaannya harus  bagaimana,” kata Ilya.

Dia berharap di kepengurusan PB Persani yang baru neraca awal pembukuan sudah harus menjadi perhatian utama untuk membangun budaya transparansi, diikuti pengurus provinsi lainnya sehingga tidak terjadi kesalahan administrasi.

Ketum KONI Pusat Melantik Pengurus Besar PB Persani

Prof. Dr, Ilya Avianti S.E., M.Si., Ak, CPA ( kiri) bersama Ketua Umum KONI Pusat Toni Suratman. ( foto: Burhan)

JAKARTA: Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) berpeluang menjadikan senam sebagai olahraga pembentuk karakter bangsa dan menjadi alat komunikasi sosial yang efektif, kata Ketua Umum KONI Pusat Toni Suratman, hari ini, Selasa ( 6/12).

“Kita tahu kondisi bangsa kita saat ini, begitu pula bahaya narkoba yang menjangkiti kaum muda. Oleh karena itu saya punya harapan Persani bukan hanya mencetak prestasi tetapi juga membentuk karakter bangsa,” ujarnya usai melantik pengurus PB Persani antar waktu 2016-2018 di lantai 12 Gedung KONI pusat.

Ketua Umum KONI Pusat Toni Suratman melantik Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia ( Persani)  dibawah kepemimpinan Ketua Umum, Ilya Avianti masa bakti 2016-2018 dan berharap senam artistik, gimnastik, ritmik, aerobik, trampolin memiliki fungsi sebagai alat komunikasi sosial dengan banyak menggelar event di mall-mall sehingga generasi muda tertarik untuk bergabung di klub-klub.

Dalam kesempatan itu Toni Suratman mengungkapkan kebahagiannya karena Ilya Avianti yang bergelar Prof. Dr, S.E., M.Si., Ak, CPA mau terjun membina pengurus, pelatih, atlit yang dalam olahraga disebut Tri Tunggal. Sebab tanpa ada pengurus, atlit tidak bisa optimal berprestasi. Tanpa atlit juga tidak ada pelatih.

“ Saya punya harapan di bawah kepemimpinan Ilya Avianti cabang olahraga senam bisa menghasilkan emas pada dua ajang multievent mendatang  yakni SEA Games 2017 dan Asian Games 2018,” kata Toni Suratman.

20161207_103400

 

 

 

 

 

 

Para Pengurus Besar PB Persani periode 2016- 2018

Sebagai Mother of Sport, semua cabang olahraga dan para atlitnya harus melakukan senam terlebih dulu untuk dapat melakukan latihan dengan optimal.  OLeh karena itu saatnya Persani untuk membangun jejaring dengan semua cabor dan organisasi seperti Perwosi, Kowani dan lainnya agar senam lebih banyak menghasilkan medali emas.

“Senam itu punya fungsi komunikasi sosial karena saya sendiri tiap pagi melakukan senam pagi, masyarakat membangun komunitas untuk senam jantung, senam lidah, senam mata dan banyak terbentuk komunitas senam rekreasi lainnya yang membuktikan fungsi komunikasi sosial senam,” kata Toni Suratman.

Sementara itu Ketum Persani Ilya Avianti mengatakan guna memenuhi target maksimal perolehan emas di event-event internasional pihaknya akan memberdayakan seluruh pengurus-pengurus provinsi di Tanah Air untuk memetakan kekuatan klub-klub senam dan pengprov-pengprov.

“ Kita bertekad mendapatkan atlet-atlet berpotensi yang dapat meraih emas karena targetnya memang emas,” tegasnya usai dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman.

Pengurusan Persani pusat  sempat vakum karena pengunduran diri ketua umum sebelumnya, Nina Nurlina dan kini tidak memiliki sarana berlatih di pusat pemerintahan. Namun keterbatasan sarana dan prasarana tidak membuatnya surut untuk memimpin Persani. Pihaknya mencari solusi dan sebelum dilantikpun semua bidang sudah melaksanakan program jangka pendeknya.

“Kita akan memberdayakan lima pengprov yang sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai yaitu Riau, Jakarta, Palembang, Bandung dan Makasar sebagai pusat pelatihan untuk beberapa cabang senam yang akan diperlombakan di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018,” ungkapnya.

Persani Undang Manager Event Asian Gymnastics Union ( AGU) Berikan Pelatihan Hadapi Asian Games 2018

JAKARTA: Manajer Event Asian Gymnastics Union ( AGU), Anis Saoud memberikan training sehari pada para Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (Persani) guna menghadapi Asian Games di Palembang 2018.

“ Semua harus dipersiapkan mulai dari SDM yang ada, tempat latihan dan perlombaan, jumlah volunteer yang dibutuhkan, sampai hal-hal tekhnis harus pakai jenis lampu apa yang tidak mengganggu pandangan atlit,” kata Anis Soud di Gedung PT Alita Mitra Praya Tanjung Barat, Jakarta,hari ini (27/11).

Ita Yuliati, Manager Kompetisi bidang Senam Asian Games 2018 mengatakan kedatangan Anis Saoud ke Jakarta memang atas inisiatifnya untuk memberikan gambaran utuh apa saja yang harus dipersiapkan baik dalam hal sumber daya manusia, pertandingannya hingga peralatan yang dibutuhkan serta masalah tekhnis lainnya.

“Penyelenggaraan Asian Games itu setara dengan kegiatan olimpiade jadi kita harus mendapatkan informasi dan pemahaman yang utuh secepatnya sehingga dapat membuat perencanaan anggaran serta persiapan yang matang,” kata Ita Yuliati.

Ita Yuliati, CEO PT Alita Praya Mitra (kiri) yang juga Manager Kompetisi bidang Senam Asian Games 2018 sedan berdiskusi dengan Anis Soud

Ita Yuliati, CEO PT Alita Praya Mitra (kiri) yang juga Manager Kompetisi bidang Senam Asian Games 2018 sedan berdiskusi dengan Anis Soud

Sementara itu Anis mengingatkan untuk bidang media tantangannya antara lain juga mengedukasi kalangan wartawan untuk memahami jenis pertandingan dan penilaian dalam bidang senam.

“Bukannya karena senam  olahraga yang tidak mendunia tetapi memang sistem penilaiannya rumit dan belum memasyarakat. Kalau sepakbola selain mudah menghitung skornya, masyarakat dunia juga kerap menonton pertandingan bola di televisi,” tambah  Anis.

Tantangan ke depan Persani harus mengedukasi masyarakat melalui media nasionalnya sehingga mereka juga paham bahwa saat meliput bidang senam mereka dapat mengikuti pertandingan dengan baik. Misalnya, wartawan tidak bisa memakai lampu blitz yang mengganggu konsentrasi atlit.

Pers juga harus paham bagaimana penilaian berlangsung karena usai pertandingan mereka akan menulis di medianya masing-masing sehingga dapat memberikan informasi yang lengkap pada masyarakat dunia karena di era digital ini laporan dari satu negara bisa di akses dari berbagai belahan dunia.

“Nanti di Asian Games 2018 harus ada Mixed Zone suatu tempat yang disediakan oleh panitia untuk tempat pertemuan para atlit setelah menerima medali dengan para wartawan yang sudah menunggu untuk mewawancarainya,”tambah Anis.

img_4634

 

 

Mixed Zone ini penting karena tiap negara peserta memiliki tim wartawan dari negara asalnya masing-asing dan di mixed zone yang masih di arena pertandingan mereka bisa bertemu dengan atlit dari negaranya sendiri sehingga tidak memiliki kesulitan bahasa.

Dia menyarankan Persani membuat Forum Discussion Group ( FGD) baik untuk internal organisasi maupun untuk berkomunikasi secara reguler dengan kalangan pers setahun sebelum hajatan besar Asian Games itu dan secara rutin menjelaskan melalui rilis sehingga pers juga siap membuat liputannya.

Di cabang olahraga senam, Persani dan pemerintah harus memikirkan pula pemilihan peralatan pertandingan karena Asian Games penyelenggaraannya hanya beberapa hari sementara peralatan selanjutnya harus disimpan, di rawat untuk pemakaian 10 tahun ke depan misalnya.

“ Baru bicara soal penyimpanan alat saja sudah banyak aturan yang harus diikuti supaya peletakan alat-alat tidak membuat barang tersebut menjadi rusak jadi karena itulah persiapan panjang memang harus dilakukan. (Hilda Ansariah Sabri)

Ilya Avianti: Kuncinya Bekerja Dengan Hati dan Pegang Amanah

JAKARTA: Bagi Prof. Dr. Ilya Avianti, S.E., M.Si., Ak, CPA, bekerja dengan hati dan berupaya pegang amanah bukanlah slogan tapi sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Tak heran dari sekian banyak wanita Indonesia yang memilih berkarir profesional, hanya sedikit yang mampu mencapai puncak karir. Dan dari sedikit wanita Indonesia yang mampu berada di pucuk tertinggi profesionalisme di bidang mereka, hanya segelintir yang mampu tetap eksis dan bertahan.

Ilya adalah Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) yang menjadi satu dari segilintir wanita tersebut.Ibu dua anak ini tergolong memiliki pengalaman lengkap sebagai istri, ibu, pengusaha, akademisi hingga menjadi birokrat dengan berbagai jabatan yang tanggung-tanggung di lembaga super.

Ilya misalnya tercatat pernah menjadi tenaga ahli Menteri Keuangan periode 2005-2006,  Pelaksana Tugas Auditor Utama Keuangan Negara VII pada Auditorat Utama Keuangan Negara VII BPK RI hingga menjadi Anggota Dewan Komisaris OJK.

Pengalamannya mengelola organisasi profesi dan menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, juga memiliki rekam jejak yang panjang. Kepeduliannya untuk mencetak sumber daya manusia yang profesional di bidang jasa keuangan membuatnya all-out terlibat penuh sebagai praktisi, akademisi dan pembuat kebijakan.

Simak saja kiprahnya sebagai praktisi, dia pernah menjabat sebagai Managing Partner pada Kantor Akuntan Publik “Ilya Avianti & Rekan”. Selain sibuk berorganisasi di Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sejak 1985 dan pernah menjabat sebagai Ketua wilayah Jawa Barat.

Dia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Konsultatif, Dewan Standard Akuntansi Keuangan (DK DSAK) sekaligus anggota Dewan Pengurus Nasional IAI (Pusat) dan Wakil Ketua Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP).

Di dunia bisnis, pakar ilmu Akuntansi ini pernah menjabat sebagai Komisaris PT Tuban Petro Industry dan Anggota Komite Audit PT Bio Farma. Kepercayaan yang penuh dari almamaternya juga mengantar Ilya yang menjadi dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran , menjadi Sekretaris Bidang Akademik Magister Akuntansi, Staf Ahli Pembantu Rektor I,  Ketua Satuan Pengawasan Intern, Sekretaris Program Doktor Bidang Ekonomi Pasca-Sarjana hingga menjadi Guru Besar Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran.

“Bekerjalah dengan hati, kuncinya disitu karena apapun status dan jabatan kita kalau dikerjakan sebagai amanah dan ibadah maka insya Allah tidak ada kesulitan karena semua bimbingan itu karena ridha dan izin Allah SWT semata,” kata Ilya Avianti yang sejak kecil ingin menjadi pilot pesawat tempur. Maklum, masa kecil Ibu dua anak ini dihabiskan di lingkungan TNI Angkatan Udara di Bandara Husein Sastranegara.

Ilya Avianti di ruang kerjanya di Otoritas Jasa Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta

Ilya Avianti di ruang kerjanya di Otoritas Jasa Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta

Hal itu termasuk jabatan barunya yang didaulat sebagai Ketua Umum Persatuan Senam Indonesia ( Persani) periode 2016-2018. Alasannya untuk terjun mengurus bidang olahraga senam ini sederhana saja, menjalankan fungsinya sebagai ibu dari organisasi yang sudah dibentuk pada 14 Juli 1963.

Persani berdiri atas prakarsa tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya berasal dari tokoh-tokoh dari daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara.

Persani kemudian membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I tahun 1963 dan pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan internasional, ungkap Ilya Avianti dengan wajah bersungguh-sungguh.

“Ketika di daulat untuk menjadi calon Ketua Umum Persani yang ada dalam benak saya hanyalah nasib para atlit senam kita. Organisasi ini ternyata tidak memiliki tempat senam permanen untuk berlatih, sementara kegiatan PON ke XIX, Asean Games 2017 dan Asian Games 2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumah menuntut semua cabang olahraga untuk mempersiapkan para atlitnya,”

Bentuk keprihatinannya itulah yang memotivasinya untuk menerima tawaran ini dan dia ingin merangkul semua pihak baik di lingkungan Pengurus Besar dan Pengurus Provinsi (Pengprov)  Persani di berbagai daerah untuk fokus mempersiapkan atlit dan mengembalikan kejayaan senam di dunia olahraga baik di kancah nasional maupun internasional.

Ilya adalah satu dari tiga wanita yang berhasil lolos seleksi ketat menjadi anggota Dewan Komisioner OJK bersaing dengan 300 pelamar. Hebatnya di tengah kesibukannya, bagi Ilya keluarga tetap menjadi yang paling utama di dalam hidupnya. Akankah kesibukannya sebagai Ketua Umum Persani juga mendapat dukungan dari lembaga tinggi dan terutama keluarganya sendiri .

“Tentu saja setiap kali saya mau melangkah ridho Allah SWT, suami dan anak-anak adalah yang paling utama karena dalam hal membenahi organisasi ilmunya juga sama harus ikhlas memimpin dan dipimpin, solid dan profesional dengan keterbukaan penuh,” kata wanita cantik kelahiran kelahiran Bandung, 12 Juli 1959 ini.

Ilya yang sehari-hari bekerja di lembaga “super “ (super body) karena wewenang yang besar, meliputi pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan di industri perbankan, pasar modal dan lembaga keuangan non-bank, mengaku tidak muluk-muluk dalam menjalankan program-programnya kelak.

“Saya ingin Indonesia menghasilkan atlet – atlet bertaraf internasional, terutama untuk senam dan akan mnegharumkan nama bangsa Indonesia dan PB Persani menjadi pengurus persatuan olahraga yang solid, profesional, inovatif serta bernilai tambah bagi bangsa dan negara Indonesia,” ujar wanita berkaca mata yang memiliki idola mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Hilda Thatcher dan Mother Teresa.

Menurut Ilya, Margaret Thatcher memiliki karakter yang kuat, dia dikenal dengan wanita  besi. Sedangkan Mother Teresa adalah tokoh wanita yang tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.

Memimpin organisasi olahraga yang benar-benar baru ditekuninya ini lagi-lagi sifat keibuannya yang muncul. Apalagi filosofi senam sebagai mother of sport juga menuntut semua pengurus untuk mampu menjadi pendidik dan pengayom.

Filosofi itu bisa menjadi penggerak bagi PB Persani dan pengurus di daerah untuk memperlakukan para atlit sebagai anaknya sendiri. Dia juga berharap karir atlit hingga purna bakti serta para wasit di bidang senam juga tidak luput dari perhatian PB Persani dan pemerintah sendiri.

Sebagai orangtua baik sebagai ayah atau ibu selain dituntut memiliki kedekatan, juga harus memahami setiap perkembangan anak-anaknya sehingga sebagai orangtua kita paham kebutuhan, kemampuan sampai mereka dapat berprestasi di berbagai bidang.

Itulah sebabnya sebagai ketua umum PB Persani yang baru, dia berharap bisa menjadi ibu yang dapat mengantar anak-anaknya meraih prestasi dan menjadikan semua pengurus sebagai sebuah keluarga besar yang mampu memberikan jaminan kenyamanan, kesejahteraan dan karir olahraga yang baik.

“Pendekatan kekeluargaan yang utama dan saya berharap semua pihak yang terlibat dalam PB Persani bahu membahu untuk mengatasi kendala – kendala yang terjadi selama ini dan yang penting kita mempunyai semangat yang sama untuk menghasilkan atlet – atlet senam terbaik untuk dikirimkan ke ajang internasional dan pada gilirannya membawa harum nama Indonesia,” ujarnya mantap. (Hilda Ansariah Sabri)

 

Bio Data Prof. Dr. Ilya Avianti, S.E., M.Si., Ak, CPA
Pendidikan
SD Pandu, Bandung (1971)
SMP Pandu, Bandung (1974)
SMA Santa Angela, Bandung (1977)
S1 Ekonomi & Akuntansi Universitas Padjajaran, Bandung (1984)
S2 Akuntansi Universitas Padjajaran, Bandung (1994)
S3 Akuntansi Universitas Padjajaran, Bandung (2000)
Karir
Auditor Utama Keuangan Negara VII di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) (2010-sekarang)
Guru Besar Fakultas Ekonomi, Universitas Padjadjaran, Bandung
Staf ahli dan Pelaksana Tugas Auditor Utama Keuangan Negara VII (2009-2010)
Staf Ahli BPK (2008–2010)
Tenaga Ahli BPK (2007–2008)
Tenaga Ahli Menteri Keuangan RepubIik Indonesia (2005–2006)
Komisaris PT Tuban Petro Industry (2006-2009)
Sekretaris Bidang Akademik Magister Akuntansi, Universitas Padjadjaran (2002-2009)
Anggota Komite Audit PT Bio Farma (2002-2007)
Ketua Satuan Pengawasan Intern, Universitas Padjadjaran (2001-2005)
Sekretaris Program Doktor Bidang Ekonomi Pasca-Sarjana, Universitas Padjadjaran (2001-2004)
Staf Ahli Pembantu Rektor I, Universitas Padjadjaran (2001-2004)
Managing Partner pada Kantor Akuntan Publik “Ilya Avianti & Rekan” (1996-2005)
Dosen Tetap Fakultas Ekonomi, Universitas Padjadjaran (1985–sekarang)

 

 

 

Ilya Avianti terpilih Menjadi Ketua Umum Baru PB Persani

JAKARTA: Ilya Avianti terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB Persani pada Kongres Luar Biasa ( KLB) yang berlangsung di Gedung Serba Guna Senayan, Jakarta. Sejumlah 23 Pengurus Provinsi ( Pengprov)  mempercayakannya untuk mengembalikan kejayaan dan periode emas cabang olahraga senam di tanah air.

“Terima kasih atas kepercayaannya dan bersama-sama kita bangun PB Persani yang solid, profesional dan memberi nilai tambah bagi negara. Kita akan bekerjasama dengan Pemerintah pusat maupun daerah untuk berkomitmen mewujudkan berbagai kegiatan dari Sabang sampai Merauke,” kata Ilya Avianti, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang cinta olahraga.

Wanita yang remajanya menekuni olahraga lempar cakram, volley, softball, tenis meja dan tenis lapangan ini mengatakan ke depan pengurus pusat dan daerah harus memiliki frekwensi dan hati yang sama sehingga pekerjaan apapun menjadi mudah.

“Kita harus menyatukan visi dan misi agar seluruh kegiatan terintegrasi, terstruktur dan berstandar internasional. Pemberdayaan Pengprov di daerah harus segera dilakukan baik dalam hal manajemen organisasi, proses perekrutan atlit di daerah melalui ajang kompetisi dan  klub-klub senam   yang  hadir di tengah masyarakat,”

Ilya mengaku sedih membaca di media tentang nasib para mantan atlit yang memperoleh medali emas dimasa muda tapi hidup susah di usia senja. Oleh karena itu dia akan memikirkan solusi agar hidup merèka kelak tidak jadi beban negara dan punya kartu asuransi.

“Kita wujudkan program untuk atlit, pelatih hingga wasit sehingga dalam kompetisi internasional ada juri dari Indonesia juga.Saya dari awal juga sudah pikirkan agar mantan atlit terjamin hidupnya di hari tua,”

Semua itu sudah tertuang dalam visi, misi, program jangka pendek dan jangka menengah – panjang sehingga hal utama yang harus dilakukan adalah membenahi masalah internal dalam tubuh organisasi sendiri.

“ Kalau dilihat dari empat kali kepemimpinan para Ketua Umum sebelumnya, tidak ada yang menuntaskan masa bakti selama empat tahun karena berbagai hal bahkan kini gedung senam di Senayan juga sudah diambil pemerintah untuk kepentingan kompleks Gelora Bung Karno sebagai venue Asian Games 2018 maka masalah internal organisasi harus cepat diatasi;” tegas Ilya.

Organisasi harus terstruktur, menerapkan tata kelola, transparansi dan komunikasi yang baik antara pusat dan daerah. Para pengurus organisasi ini harus menyamakan dulu langkah dalam visi dan misi, menyamakan frekwensi dan ritme kerja dan menyamakan hati agar bisa mengurus sebuah rumah keluarga bernama PB Persani.

“Kalau kita sudah menginventarisasi problematika keorganisasian dan SDM, Inventarisasi kebutuhan sarana dan prasarana. Maka bisa dihasilkan roadmap mau dibawa kemana atlit-atlit yang ada. Bedakan mana keinginan dan mana kebutuhan karena para pengurus itukan seperti halnya orangtua para atlit jadi harus tahu kebutuhan, kemampuan dan cara meningkatkan prestasi masing-masing anak didiknya.

Bersama peserta KLB usai pelantikan sebagai Ketua Umum PB Persani yang baru menggantikan Nina Nurlina

Bersama peserta KLB usai pelantikan sebagai Ketua Umum PB Persani yang baru menggantikan Nina Nurlina

Buat Ilya, masa kerja dan masalah pembiayaan memang penting tapi bukanlah segalanya karena yang harus dilakukan Pengprov dan PB Persani adalah komitmen untuk membuat organisasi yang terstruktur sehingga kepercayaan pemerintah daerah dan sponsor juga tinggi.

“Senam itu sebutannya adalah Ibu dari semua olahraga. Mau melakukan olahraga apapun seorang atlit akan melakukan pemanasan dengan senam jadi saya ingin semua stakeholder mulai dari Pemerintah, Pengusaha dan masyarakat agar bekerjasama mengembalikan kejayaan senam sehingga di level olimpiadepun bisa meraih emas,” tegasnya.

Menurut Ilya tidak ada yang muluk-muluk dalam mencapai target, asal pemerintah menyadari bahwa kemajuan  olahraga adalah tolak ukur kemajuan bangsa selain perekonomian dan pertahanan keamanannya maka semua Pengurus Besar cabang olahraga seperti halnya senam dapat menyumbangkan medali-medali emas yang mengharumkan nama bangsa.

“ Kalau Pengprov menuntut komitmen saya sebagai “Ibu” dari organisasi maka saya akan cari “Ayah” angkat yang mampu sejalan dengan pemerintah. Rangkul dan fasilitasi klub-klub senam yang ada di daerahnya masing-masing karena disitulah potensi-potensi atlit senam yang unggul” kata Ilya Avianti. (Hilda Ansariah Sabri)

Persani Gelar KLB Dengan Calon Tunggal Ilya Avianti Di Haornas 2016

JAKARTA: Ketua Umum dan Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia ( Persani) diharapkan dapat mensinergikan masalah manajemen organisasi dan manajemen atlit  serta memangkas birokrasi sehingga peluang melahirkan atlit-atlit kaliber dunia dapat  tercapai, kata Sesmenpora DR Sakhyan Asmara M spd, hari ini (9/9)

Berbicara ketika membuka Kongres Luar Biasa ( KLB) Persani di ruang Serbaguna, Senayan, dengan calon tunggal Ilya Avianti, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  Sakhyan mengatakan birokrasi manajemen organisasi dan atlit harus ringkas karena untuk menghasilkan atlit unggulan yang terpenting programnya fokus, konsentrasi dan perpendek birokrasinya sehingga dapat membina atlit dengan terukur.

Mewakili Menpora Imam Nahrowi, Sesmenpora yang banyak menangani masalah kepemudaan ini mengatakan Presiden Jokowi sudah menginstruksikan adanya Indonesia  Olimpiade Center untuk mempersiapkan cabang-cabang olahraga yang mampu menghasilkan medali emas di ajang olimpiade.

“ Kebijakan baru seperti undang-undang atlit nanti memperhatikan karir atlit hingga masa pensiunannya juga terjamin. Peraih dua medali perak dan satu emas di Olimpiade 2016 sudah mendapatkan penghargaan yang pantas sebesar Rp 5 miliar untuk medali emas, “ ujarnya.

Prestasi itu diharapkan dapat memompa pengurus berbagai cabang olahraga termasuk senam menargetkan emas bagi para atlitnya. Sejak 2013, anggaran Kemenpora utuk pembinaan dan pelatihan atlit total mencapai Rp  1, 5 triliun dan hasilnya di olimpiade tahun ini baru meraih  satu  emas dari cabor bulutangkis dan dua perak dari angkat besi.

KLB yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 9 September 2016 ini dihadiri pula oleh Mayjend Pur Marinir  Djoko Pramono dan Mayjend Dodi Husodo Argo, Wakil Ketua KONI.

Mayjend Dodi Husodo Argo, Wakil Ketua KONI  mewakili Ketuanya, Tono Suratman mengatakan peluang mengembalikan kejayaan senam sangat besar karena selain menjadi mother of sport juga sejak dalam kandungan bayi sudah diperkenalkan dengan senam.

“Hampir semua cabang olahraga sebelum melakukan latihan juga wajib melakukan senam pemanasan  sehingga semua pihak agar menyadari bahwa prestasi tidak datang tiba-tiba tapi melalui proses pelatihan yang berkesinambungan. Persani sudah harus fokus pada PON Jabar, PON remaja tahun 2917, SEA Games 2017 dan Asian Games 2018,”

Secara khusus Dodi Husodo Agro mewakili KONI mengapresiasi kepengurusan Ketum Plt Hamidy yang terus mengawal sehingga organisasi ini secara kelembagaan tetap eksis. “ Sudah saatnya Persani memetakan potensi atlit dari kegiatan PON Jabar 2016 misalnya agar bisa meningkatkan prestasi di event internasional,” kata Dodi.

Peserta Kongres Luar Biasa (KLB) PB Persani 8-9 September 2016 di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta

Peserta Kongres Luar Biasa (KLB) PB Persani 8-9 September 2016 di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta

Sementara itu plt Ketua Umum Persani, F E Hamidy yang juga Sekjen Koni mengatakan Kongres Luar Biasa ( KLB) dengan calon tunggal Ilya Avianti, anggota Dewan Komisioner OJK diharapkan dapat membawa organisasi ini menjadi solid karena pembinaan atlit harus terus bergulir dan berjenjang.

“Setelah masa kepengurusan saya sebagai Plt di perpanjang barulah kita menemukan figur yang cocok sebagai ketua umum yang kompeten, bertanggungjawab dan memiliki nerwork yang luas. Saya harapkan dibawah kepemimpinan beliau Persani menjadi solid dan profesional dan kembali meraih medali emas di ajang kompetisi nasional dan internasional,”

Hamidy mengatakan sejak Reformasi sedikitnya lima cabor tidak memiliki ketua umum yang mampu menyekesaikan masa baktinya selama 4 tahun. “Cabang senam tiga kali berturut-turut ketuanya tidak bisa tuntas mengemban tugas. Selama periode itu pula prestasi atlit menurun karena vakumnya keberadaan Ketum, tambahnya.

Dalam pengembangan olahraga prestasi memang harus ada political will pemerintah yang kuat dari penerintah untuk alokasikan anggaran olahraga yang merata karena di negara tetangga maupun di China  sudah ada kesadaran  bahwa indikator kemajuan bangsa adalah dari sektor Ekonomi, Pertahanan dan Olagraga.

“Saat mendampingi Menpora kunjungan ke Menpora Malaysia anggaran pembinaan olahraganya mencapai Rp 34 triliun. Di China sistem rekrutmen untuk pengelola manajenen olahraga dan penjaringan atlitnya menyeluruh ke seantero provinsi,”

China menjaring sedikitnya 3000 atlit dari seluruh negri sejak usia dini  5 tahun yang kenudian menjadi anak negara dimana mereka sekolah, dilatih dan hidup di pusat-pusat olahraga. Setelah 11 tahun kemudian jumlahnya tinggal 1500 atlit unggulan yang diterjunkan di olimpiade dunia dan merajai seluruh cabang olahraga.

“ Intinya pembinaan prestasi tidak ada yang instan. Jadi untuk merebut medali emas dan berjaya kembali harus ada komitmen dari pemerintah pusat dan kepala  daerah untuk melokasikan anggaran di seluruh provinsi.  Di sisi kita alokasi anggaran tidak merata bahkan tergantung kepala daerah apakah  suka olahraga maja anggarannya layak,” kata Hamidy. (Hilda Ansariah Sabri)

********

 

 

Ilya Avianti: Penguatan Pengprov Jadi Kunci Hasilkan Atlit Senam Andalan

JAKARTA;Pengurus Provinsi Pesani harus solid dan berkontribusi dalam menghasilkan atlit-atlit senam andalan dari daerah sehingga cabang olahraga senam dapat kembali menghasilkan medali emas di kompetisi nasional maupun internasional.

Hal itu dikemukan oleh Ilya Avianti, calon tunggal Ketua Umum PB Persani ketika bersilaturahmi dengan sedikitnya 24 Pengurus Provinsi ( Pengprov) Persatuan Senam Indonesia ( Persani) pada jamuan makan malam di Hotel Atlit Century, Jakarta, Kamis ( 8/9).

“Pemberdayaan potensi daerah menjadi program kerja utama saya setelah menjadi Ketua Umum Persani karena di daerahlah kontributor utama untuk mengirimkan atlit-atlitnya ke pusat hingga siap berlaga di ajang kompetisi nasional dan internasional,” kata Prof. DR. Ilya Avianti, S.E., M.Si., Ak. CPA.

Menurut dia, Pengprov harus rajin melakukan penjaringan potensi atlit lewat sekolah-sekolah dan klub-klub senam di daerah sejak anak-anak usia dini sehingga dapat terlihat calon-calon juara dunia dari daerah asalnya.

“ Ketika menghadiri kunjungan Presiden Jokowi ke Danau Toba bulan lalu, kontingen dari Papua menampilkan atraksi kesenian dengan gerakan-gerakan yang sangat lentur sehingga saya yakin dengan pembinaan yang kuat di daerah akan melahirkan atlit senam yang unggul,” ungkapnya.

Ilya menambahkan bahwa senam berpeluang untuk berjaya kembali dengan 24 nomor yang dipertandingkan baik di event nasional maupun inyernasional. Syaratnya harus ada sinergi yang kuat antara Pengprov di daerah dengan Pengurus Besar Persani di pusat sehingga semua kendala dapat diatasi.

“Senam khususnya, dari masa ke masa menghadapi masalah serba keterbatasan terutama dana operasional dan pembinaan, fasilitas sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia ( SDM) yang mampu bekerja amanah dan profesional.” jelas Ilya.

Ketiga masalah itu sudah menjadi masalah rutin jadi para pengurus Pengpro karena itulah pihaknya meminta Pengprov nantinya mampu mencari terobosan-terobosan agar organisasi dapat berjalan dan kualitas atlit ditingkatkan.

 

ilya6

Dia mengaku dilamar oleh Sekjen KONI, Hamidy, yang juga plt Ketum Persani untuk memimpin organisasi yang sudah berdiri dari bulan Juli 1963. Namun untuk itu selain tidak ada “mahar” yang diberikan layaknya seorang wanita yang dipinang, tetapi dia harus siap membiayai sendiri Kongres Luar Biasa ( KLB) Persani ini.

“ Terus terang saya dilamar bulan Januari 2016 lalu dan ada empat kandidat. Namun saya ini bukan pengusaha dan yang saya miliki adalah niat kuat untuk memimpin Persani dengan networking yang saya miliki,”. tegasnya.

Ilya mengaku hanya memiliki networking jadi kalau menjadi Kefua Umum Persani. “Jadi marilah kita menjaring kendala-kendaka di daerah. Biaya, fasilitas, pembinaan di pusat dan daerah masalahnya sama tapi marilah kita bangun sama-sama “ rumah” kita baik di pusat dan di daerah sehingga ke depan bisa menghasilkan atlit senam unggul,” tegasnya. (Hilda Ansariah Sabri)

Undangan Pra PON XIX/2016 dan Kejurnas Tahun 2015

Salam Olahraga,

Memperhatikan surat dari KONI Pusat nomor : 1060/UMM/VI/15 tertanggal 18 Juni 2015 perihal Pelaksanaan Babak Kualifikasi PON XIX – 2016 Jawa Barat, bahwa sesuai peraturan PON setiap cabang olahraga harus melaksanakan babak kualifikasi.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka bersama ini kami sampaikan sebagai berikut :

      1. Peraturan perlombaan/Technical Hand Book (THB) Babak Kualifikasi dan Kejurnas. (download : Peraturan Pra PON XIX dan Kejurnas)
      2. Tanggal dan tempat pelaksanaan :
        Tanggal : 28 Oktober – 5 Nopember 2015
        Tempat : Gymnasium Sport Center Arcamanik Bandung, Jawa Barat
      3. Formulir pendaftaran. (download : Form Pendaftaran)
      4. Seluruh biaya transportasi PP dari daerah asal, akomodasi dan konsumsi menjadi tanggung jawab Pengprov Persani masing – masing.
      5. Informasi penginapan akan diberitahukan menyusul.

Demikian atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Disorda DKI Jakarta gelar kejurnas senam antar PPLP 2015

JAKARTA: Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI Jakarta menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Senam antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2015 di Gelora Senam Raden Inten, Duren Sawit, Jakata Timur yang berlangsung mulai 11-15 Agustus 2015 diikuti 123 atlet dari 9 provinsi.

Sebanyak 123 atlet senam mengikuti Kejurnas yang dibuka Wakil Walikota Jakarta Husein Murad. Dia berharap Kejurnas ini dapat melahirkan atlet muda berbakat yang kelak dapat meraih prestasi bagi bangsa Indonesia di kancah internasional.

pplp

Ita Juliati, Ketua III PB Persani menghadiri pembukaan Senam antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2015 di Gelora Senam Raden Inten, Duren Sawit, Jakata Timur

“Semoga kejuaraan ini berjalan dengan penuh sportifitas, semangat juang tinggi dan menjauhkan unsur negatif yang mencoreng kejuaran ini,” pesan Husein yang hadir di podium didampingi Ita Juliati, Wakil Ketua III PB Persani bersama Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta H. Drs. Firmansyah, M.Pd

Ita Juliati yang  juga CEO Alita Group meluangkan waktunya untuk menghadiri acara mewakili Ketum Nina Nurlina Pramono yang berhalangan hadir. Pada pembukaan ini Ita  sekaligus mensosialisasikan peluncuran logo baru Persani dan revitalisasi gerakan senam untuk anak-anak, remaja dan dewasa serta untuk kelompok umur senior atau lanjut usia.

Hadir pula Kepala Bidang Olahraga Prestasi Disorda Provinsi DKI Jakarta, Dr.Tedi Cahyono, M.Pd yang mengatakan, Kejurnas ini merupakan ajang evaluasi para atlet PPLP Provinsi di seluruh Indonesia menuju POPNAS XIII 2015 di Jawa Barat.

“Kejurnas ini diadakan oleh Disorda Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PB Persani, Persani Provinsi DKI Jakarta dan BAPOPSI DKI Jakarta. Diharapkan nantinya dapat melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang mengharumkan Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.

Adapun nomor yang diperlombakan yaitu artistik putra dan putri, ritmik pre junior, ritmik junior, dan ritmik senior. “Peserta lomba berasal dari sembilan Provinsi yaitu Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, Papua Barat, Jawa Barat dan DKI Jakarta,” kata Tedi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Olahraga Prestasi Disorda DKI, Tedi Cahyono menambahkan, kejurnas ini merupakan ajang evaluasi para atlet PPLP provinsi di seluruh Indonesia menuju POPNAS XIII 2015 di Jawa Barat.

Perlu diketahui, Ke-9 provinsi yang berpartisipasi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Papua Parat, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Lampung, Riau dan Kalimantan Timur.

Tuan rumah PPLP DKI Jakarta menyertakan 19 pesenam, masing-masing 11 pesenam putra dan 8 pesenam putri untuk nomor artistic dan ritmik.Ke 11 atlet senam putra tersebut antara lain Ardiansyah, Ken Natanael, Ferdi, Katehori, Tosi Masa Markus, M. Rixki, Adi Zulfikar.

Sedang di bagian putra ada Alvira Ratri, Khana Nadira, Philosophia, Ayu Inayah, Balqis Quraini, Adiandari Astu, Aliifa Nabila dan Salwa. Menurut Jonathan Sianturi, pelatih pelatda senam DKI Jakarta, keterlibatan pesenam PPLP DKI di kejurnas kali ini sebagai upaya penyaringan pesenam PPLP ke lapis 2 atlet pelatda.

Tim senam provinsi DKI Jakarta sukses menjadi juara umum dalam kejurnas senam antar PPLP 2015 yang digelar mulai 9-16 Agustus di venue senam DKI Radin Inten Jakarta Timur. DKI dengan sangat perkasa mengoleksi 23 medali emas, 7 perak dan 2 perunggu. Sementara Jambi menjadi runner-up dengan hanya merebut 4 medali emas, 8 perak dan 4 perunggu.

Jawa Barat harus puas menempati urutan ketiga setelah mengoleksi 4 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu.Dalam kejurnas yang mempertandingan senam artistik dan senam ritmik ini, DKI menerjunkan 19 pesenam atlet binaan PPLP DKI Jakarta, masing-masing  11 pesenam putra dan 8 pesenam putri. Ke 11 atlet senam putra tersebut antara lain Ardiansyah, Ken Natanael, Ferdi, Katehori, Tosi Masa Markus, M. Rixki, Adi Zulfikar. Sedang di bagian putri ada Alvira Ratri, Khana Nadira, Philosophia, Ayu Inayah, Balqis Quraini, Adiandari Astu, Aliifa Nabila dan Salwa.

pplp inten

Saat menutup kejuaraan, Kadisorda DKI Jakarta, Drs H. Firmansyah, MPd mengaku puas atas pelaksanaan kejurnas tersebut. “Para pemenang ini adalah atlet-atlet terbaik yang kelak sebagai regenerasi untuk lapis utama. Maka, yang menang harus mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi, sedang yang belum menang jangan putus asa, karena masih terbuka kesempatan yang sangat lebar, yang penting berlatih lebih rajin dan lebih keras lagi,” ujar Firmansyah.

Page 2 of 3123