Muthia Nur Cahya, Atlet SKO Ragunan Raih Emas di Asean Schools Games 2017

SINGAPURA: Muthia Nur Cahya atlet asal SKO Ragunan mendapatkan medali emas dinomor Meja Lompat Putri dengan total skor 12.925 menyingkirkan Vietnam dan Malaysia. Sementara Abiyurafi mendapatkan perunggu dinomor Palang Tunggal Putra pada Pesta Olahraga pelajar Asean Schools Games ( ASG) ke 9 di Singapura.
“Alhamdulillah anak-anak menunjukkan semangatnya dan dapat melampaui target memperoleh emas, atlet-atlet junior ini khususnya Muthia yang sebentar lagi menginjak usia 16 tahun dapat diproyeksikan masuk senior dan dengan pembinaan lanjutan dapat mengikuti SEA Games atau Asian Games,” tutur Manajer Tim Dian Arifin.

Kemenangan di hari kedua pesta olahraga pelajar Asean Schools Games itu berlangsung  Minggu (16/7),  dimana cabang senam, gymnastics artistic dapat melampaui target yang hanya perunggu, tapi justru mendapatkan emas di Bhisan Sport Hall Venues. Atlet-atlet junior senam yang penuh talenta ini telah memperoleh hasil yang membanggakan.

Abiyurafi bersama pelatih dan Manajer Tim, Dian Arifin ( kiri)

Abiyurafi bersama pelatih dan Manajer Tim, Dian Arifin ( kiri).

muthia 2

Pesta olahraga pelajar dengan tema ‘Bersatu’ ini berlangsung dari 13-21 Juli 2017 memperebutkan 120 medali dengan 10 cabang olahraga seperti atletik, badminton, basket, senam, sepak takraw, renang, tenis meja, tenis, bowling dan volley.

ASG bertujuan untuk mempromosikan solidaritas Asean di kalangan pelajar melalui olahraga di sekolah. Kegiatan ini memberikan kesempatan pada para atlet sekolah untuk membandingkan bakat olahraga mereka di kawasan Asean sekaligus menjadi peluang bagi atlet sekolah untuk berinteraksi dan terlibat dalam pertukaran budaya Asean.

Menurut Dian, pencapaian Muthia membuat cabor senam melampaui target mereka di ASG 2017 Singapura ini apalagi atlet Abiyurafi juga meraih perunggu di nomor palang tunggal putra dan tim senam artistik putri sukses menyabet perunggu yang menambah pundi medali bagi Indonesia.

Dia menyatakan bangga terhadap pencapaian para atlet senam menyusul kesuksesan para seniornya, tim senam artistik putri Indonesia yang meraih medali perunggu pada Islamic Solidarity Games di Baku, Azerbaijan, Mei lalu. Hasil di ASG ini, kata Dian, sungguh tidak disangka karena dalam kualifikasi sehari sebelumnya, Muthia hanya berada di peringkat kelima.

“Muthia bermain sempurna dan dia masih muda (16 tahun), tapi tahun depan bisa diproyeksikan masuk senior dengan pembinaan lanjutan untuk go internasional yang dipersiapkan untuk SEA Games atau Asian Games. Semoga kemampuannya bisa terus meningkat,” ujar Dia yang juga Kepala bidang pembinaan dan prestasi PB Persani.

Selain Muthia, atlet lain yang mengantongi medali emas di hari kedua ialah click here Paolo Hernandez (boling single putra) serta Idan Fauzan Richsan (cabang atletik nomor lompat tinggi galah putra dengan lompatan setinggi 5 meter), bahkan lompatannya memecahkan rekor ASG.

Selain itu, cabang renang juga terus melepaskan dominasinya di kolam Singapore Sport School dengan menyabet 5 medali emas sehingga sampai hari kedua. Cabang lain yang turut menyumbangkan medali pada hari kedua adalah sepak takraw 2 perak, tenis 2 perak, tenis meja dan bulutangkis masing-masing 1 perunggu.

Hasil ini membuat kontingen Indonesia berhasil mendapatkan delapan emas, enam perak dan lima perunggu dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari kedua ASG 2017. Perolehan total sudah mengumpulkan 13 emas, 12 perak dan 11 perunggu yang membuat Indonesia berada di peringkat kedua klasemen sementara, di bawah Thailand dengan 14 emas, 11 perak dan 13 perunggu. Posisi ketiga tuan rumah Singapura dengan 12 emas, 14 perak dan 15 perunggu.

Penantian dihari pertama yang tidak kunjung tiba, akhirnya atletik menyumbang emas pertamanya melalui Idan Fauzan Richsan pada nomor Lompat Tinggi Galah Putra dengan tinggi lompatan 5.00 M sekaligus pecah rekor ASG yang sebelumnya pada catatan 4.65 M. Perak juga didapat Ifan Anugrah Putra pada nomor 400 M Lari Putra dengan catatan waktu 47.55 detik serta memecahkan rekor ASG yang sebelumnya 47.87 detik.
Atletik memperoleh medali perunggu oleh Novi Nur Nirwani dinomor 1500 M Lari Putri dengan catatan waktu 4 : 51.38 menit. Ditempat lain yaitu di Singapore Bowling Rifle Range Venues, Paolo Hernandez Manurung mendapatkan emas dengan total skor 1348 beda tipis dengan lawan berat Singapura ditempat kedua dengan total skor 1347.
Renang sebagaimana hari pertama menambah pundi-pundinya dengan 5 emas oleh Azzahra Permatahani 400 M Gaya Ganti Putri, Adinda Larasati Dewi 200 M Gaya Bebas dan Gaya Kupu-kupu Putri, Felecia Angelica 100 M Gaya Dada Putri, dan Daniel Setyawan 100 M Gaya Punggung Putra.
Perolehan medali Perak bertambah 3 dari Erick Ahmad Fathoni 200 M Gaya Bebas Putra, Dewi Novita Lestari 100 M Gaya Punggung Putri, dan Angel Gbriella Yus 100 M Gaya Kupu-kupu Putri. Adapun 2 perunggu oleh Alexander Damanik 100 M Gaya Kupu-kupu Putra dan Sofie Kemala 100 M Gaya Punggung Putri.
Cabang-cabang lain yang turut menyumbangkan medali hari ini, Sepak Takraw 2 perak, Tenis 2 perak, Tenis Meja dan Bulutangkis masing-masing 1 perunggu. Saat upacara penganugerahan medali, dimana Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya berkumandang di Bishan Sport Hall Venues hadir mengalungkan medali CDM Indonesia Pura Darmawan.