PB Persani Selenggarakan RAN 2017 Fokus Ke Bimbingan Prestasi Atlet

JAKARTA: Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia ( Persani) menyelenggarakan Rapat Anggota Nasional ( RAN) 2017 untuk melakukan konsolidasi organisasi dan pembinaan atlet menuju Sea Games dan Asian Games 2018.

“Fokus kami di bidang pembinaan prestasi terutama laporan hasil try out atlet di luar negri. Tapi dalam RAN ini kita juga akan menuntaskan masalah penyempurnaan AD/ART serta pengesahan logo baru Persani,” kata Amir Karyatin, Ketua III PB Persani yang juga ketua panitia RAN, hari ini ( 18/6).

Ketua Umum PB Persani, Ilya Avianti pada kesempatan ini mengatakan bahwa RAN adalah amanah yang harus dilaksanakan sehingga meski dibulan Ramadhan tetap dilaksanakan dan tetap kuorum dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah meski tidak dari 26 provinsi.

Menurut Ilya, pada semester pertama tahun ini pelatihan atlet selama sebulan di Doha periode Maret-April 2017 lalu sudah membuahkan hasil karena saat mengikuti Multi Event ke 4, Islamic solidarity Games di Baku, Ajerbaizan atlet senam Indonesia memperoleh tiga perunggu.

Kegiatan yang berlangsung pada 12-15 Mei 2017 selain mendapat perunggu atas nama tim dan Rifda Irfana Luthfi untuk kategori Women Artistic Gymastic, atlet lainnya yaitu Audi Ashar Arif ( MAG) juga meraih medali perunggu.

Untuk pembinaan atlet ini, kiya memakai dana talangan PB Persani dari perusahaan swasta yang peduli pada cabang olahraga

senam sehingga antara atlet, pelatih dan wasit yang saling terkait bisa terus mendapatkan pelatihan.

 

Suasana dan aktivitas peserta RAN Persani 2017

Suasana dan aktivitas peserta RAN Persani 2017

“Saat ini kami masih mencari click here Bapak asuh yang bisa membantu membina organisasi. Harapannya ada BUMN yang peduli. selain itu pada pemerintah agar segera memastikan kapan cabang olahraga senam ini mendapat tempat pelatihan nasional ( pelatnas),” tegas Ilya, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) yang cinta olahraga.

Sejak terusir dari Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) untuk kepentingan renovasi dan persiapan Asian Games 2018, PB Persani tidak memiliki pula kantor dan tempat berlatih sehingga pembinaan atlet terhambat.

Ketua I PB Persani, Ita Juliati mengatakan cabang olahraga hampir sepuluh tahun prestasinya turun akibat vakumnya kepengurusan senam sehingga atletnya tidak dibiayai oleh pemerintah bahkan untuk mengikuti try out di luar negeri menghadapi Sea Games 2017 di Kuala Lumpur.

Akhirnya PB Persani dapat meyakinkan berbagai pihak kompeten untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan jelang Sea Games dan PB Persani targetkan menghaslkan medali emas minimal satu dan optimal tiga emas.

RAN yang dihadiri perwakilan dari sejumlah provinsi ini juga mendengarkan masukan dari berbagai daerah yang berkaitan dengan bimbingan prestasi serta rencana Kerjunas antar club, Kejurnas PPKP di Jambi, POPNAS di Semarang September 2017 mendatang.

Perwakilan daerah juga mempertanyakan mengapa kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang diselenggarakan Kemendiknas telah mengeluarkan cabor senam sehingga tidak dipertandingkan lagi.

Sekjen PB Persani, M.Riyanto mengatakan RAN mencatat sedikitnya tujuh butir keputusan a.l menetapkan pergantian dari nama Pengurus Besar menjadi Pengurus Pusat ( PP Persani), dibentuknya Pokja diwakili Sumbar, DIY, Banten dan Pengurus pusat untuk menyusun petunjuk tekhnis dan regulasi, pengesahan logo baru agar digunakan di seluruh pengurus provinsi Persani.(HAS)