Wapres Jusuf Kalla Terima Pengurus PB Persani Bahas Nasib Pelatihan Atlit, Pelatih dan Wasit

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia ( PB Persani), Ilya Avianti ( kiri) bersama Wapres Jusuf Kalla. ( foto Hilda Ansariah Sabri).

JAKARTA: Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani), Ilya Avianti untuk melaporkan kegiatan mandiri yang memerlukan bantuan semua pihak, kata Ilya Avianti, hari ini (3/4).

“Setelah senam vakum  selama 10 tahun kami ingin prestasi atlit senam dapat berkibar kembali di event-event internasional karena itu lewat pertemuan ini kami menyampaikan program kerja 2017 dan event-event mandiri yang kami ikut dengan swadana,” jelas Ilya.

Dia menambahkan bahwa senam adalah ibunya semua cabang olahraga ( mother of sport) yang bisa mengharumkan nama bangsa kembali di ajang internasional. bahkan peluang meraih medali emas ada di 28 nomor pertandingan.

Tim PB Persani, kata Ilya, pada Senin sore (3/4) diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya di Veteran, Jakarta. Wapres di dampingi pengusaha Yusuf Wanandi mendengarkan perkembangan training camp atlit. Selain Ilya, hadir ketua I, Ita Yuliati, Ketua II, Sari Kencana Ayu, Ketua hubungan Luar Negri, Dewi Kaniawati dan Dian Arifin yang menangani bidang Binpres.

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Tim Pengurus PB Persani di Kantor Wapres Di Jl Veteran, Jakarta. ( foto: Hilda Ansariah Sabri)
Ilya menambahkan bicara peningkatan prestasi atlit tidak lepas pula dari pembinaan pelatih dan wasit senam Indonesia yang jumlahnya belum memadai. Oleh karena itu pihaknya menghimbau agar ada yang mau memberikan sponsor untuk pelatihan atlit, pelatih dan wasit sebagai unsur penting dalam senam itu.

“Apalagi sejak tempat senam di Gelora Bung Karno ( GBK) tidak difungsikan lagi karena kepentingan penyediaan sarana kompleks olahraga Asian Games 2018, kami tidak mendapatkan tempat pengganti, tidak punya tempat berlatih untuk tim atlit nasional dan tidak punya kantor Pengurus Besar Persani pula,” kata Ilya.

Oleh karena itu kunjungannya pada Wapres Jusuf Kalla untuk melaporkan bahwa atlit senam baru saja mengikuti World Cup Championship di Doha, Qatar dan langsung menjalani training camp selama sebulan di negara itu dengan pelatih dari Rumania karena di tanah air sendiri tidak ada tempat pemusatan latihan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Tim Pengurus PB Persani di Kantor Wapres Di Jl Veteran, Jakarta. ( foto: Hilda Ansariah Sabri)

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Tim Pengurus PB Persani di Kantor Wapres Di Jl Veteran, Jakarta. ( foto: Hilda Ansariah Sabri)


Wapres Jusuf Kalla memahami perjuangan para pengurus yang terdiri dari para srikandi senam click here itu dan meminta pengusaha Sofyan Wanandi agar menindaklanjuti mencarikan bapak asuh yang tepat untuk PB Persani.

“ Curahan hati ( curhat)  diterima karena memang begitulah yang harus diperjuangkan oleh para pengurus dan senam adalah salah satu cabang dalam olimpic jadi harus mendapatkan perhatian pemerintah,” kata Wapres Jusuf Kalla setengah berseloroh dengan tamu-tamunya.

Ita Juliati menjelaskan bahwa memang Persani punya banyak pekerjaan rumah untuk mendongkrak prestasi cabang olahraga senam jelang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah.

“Salah satunya adalah mendesak pemerintah untuk menyediakan sarana berlatih yang layak. Belajar dari Qatar yang menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2006, pemerintahnya membangun fasilitas senam yang lengkap dan berstandar internasional in return devisa masuk dari event” kata Ita Yuliati.

World Cup Championship Gymnastic yang baru saja diikuti pesenam Indonesia adalah yang ke 10 kalinya. Artinya setelah Asian Games di Qatar mereka mendatang6kan devisa dengan menggelar pertandingan internasional secara rutin

Bagi Qatar Asian Games jadi momentum memiliki stadion dan perlengkapan sesuai standar internasional pula. Qatar juga menjadi pusat training camp atlit senam RI selain biayanya murah pelatih juga berasal dari Rumania dan negara-negara yang memiliki kompetensi tinggi untuk senam seperti Rusia dan Bulgaria.

Kini Persani harus berjalan sendiri untuk mempertahankan eksistensinya dengan berjuang menciptakan regenerasi atlet berprestasi. Persani yang dibentuk pada 1963 ini akan mencoba meniru Jepang untuk rajin menggelar kegiatan senam massal, misalnya yang mendatangkan devisa pada negara.

“Persani afiliasinya ke Federation Internationale Gymnastique ( FIG) dan Asian Gymnastics Union ( AGU). Kalau atlit kita tidak ikut World Cup Championship juga tidak bisa berlaga di Sea Games maupun Asian Games. Apalagi aturan dari panitia Indonesia untuk Sea Games Agustus mendatang yang dipilih hanya atlit yang pernah ikut pada Sea Games sebelumnya. Padahal ada atlit- atlit baru yang berbakat,” kata Ita.

Oleh karena itu PB Persani berjuang agar senam RI kembali eksis di kompetisi internasional. “ Persani kini nomaden, bukan cabang olahraga yang ‘sexi’ bagi sponsor seperti sepak bola. Oleh karena itu perlu dukungan semua  pihak” tandasnya. (Hilda Ansariah Sabri)