Persani Minta Kemenlu Dukung Persiapan Atlit Senam Berlaga Lewat KBRI Mancanegaral

Ketua Umum PB Persani , Ilya Avianti ( ketiga dari kiri) bersama pengurus lainnya beraudiensi dengan Al Busyra Basnur, Direktur Diplomasi Publik Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, Kementrian Luar Negri (tengah).

JAKARTA: Ketua Umum PB Persani, Ilya Avianti jajaki kerjasama dengan Kementrian Luar Negri Untuk memfasilitasi atlit senam Indonesia yang melakukan training camp di luar negri dan kebutuhan mendatangkan para pelatih senam terutama dari negara-negara Eropa Timur seperti Rumania, Rusia, Bulgaria.

“Saat ini atlit senam kami yang akan berlaga di Sea Games, Malaysia Agustus 2017 kami kirim training camp di Doha selama sebulan dan akan kembali ke Jakarta 25 April mendatang atas biaya dari PB Persani,” ungkapnya, hari ini.

Berbicara saat beraudiensi dengan Al Busyra Basnur, Direktur Diplomasi Publik Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, Kementrian Luar Negri, Ilya mengatakan cabang olagraga senam tidak memiliki tempat latihan bagi atlit nasional untuk menghadapi dua event ke depan yaitu Asean Games 2017 dan Asian games 2018.

“Meski senam sebagai mother of sport namun perhatian pemerintah kurang sehingga setelah tempat latihan di kawasan Gelora Bung Karno( GBK) di renovasi Kami tidak lagi memiliki tempat latihan pengganti. Oleh karena itu untuk atlit nasional yang akan berlaga di Sea Games di titipkan di klub dan juga ikut training camp di luar negri,” jelas Ilya.

Untuk perbandingan pada Sea Games 2015 lalu Malaysia dan Pilipina mengirim dan menitipkan atlitnya berlatih di Amerika Serikat selama dua tahun. Begitu juga Vietnam yang menjadi pesaing RI, atlitnya berlatih setahun di China. Sementara atlit Indonesia hanya bisa berlatih sebulan di Doha untuk persiapan Sea Games mendatang.

“Masalah biaya yang harus ditanggung PB Persani jadi masalah utama meskipun atlitnya sendiri siap jika harus berlatih selama tiga bulan hingga jelang Sea Games Kuala Lumpur dengan target 2 emas,” jelas Ilya Avianti.

Ketua I Persani, Ita Yuliati, pada kesempatan yang sama mengatakan perwakilan Kemenlu di luar negri click here diharapkan dapat memfasilitasi para atlit senam yang harus mengikuti kejuaraan atau training camp di luar negri.

“Oleh karena itu kami berharap Kedubes RI di luar negri yang memiliki wisma dapat memfasilitasi akomodasi dan transportasi untuk kegiatan atlit,” kata Ita yang membawahi Binpres, Luar Negri, Litbang dan Kesehatan.

Al Busyra Basnur berkomitmen untuk membantu PB Persani melalui perwakilan di luar negri yang memiliki wisma maupun mendatangkan pelatih asing dalam bingkai kerjasama antar pemerintahan ( G to G) bidang olahraga termasuk Senam.

“Kalau soal pelatih asing kita bisa meneruskan surat dari PB Persani ke negara-negara yang dituju dan membuat sinergi atau kerjasama sehingga fungsi kami untuk mengayomi dapat dijalankan,” kata Busyra.

Diplomasi Publik Direktorat Jendral Informasi dan Diplomasi Publik, juga akan mendukung event-event Persani yang melibatkan duta-duta besar dari negara sahabat maupun memasukan kegiatan senam ( gymnastic for all ) dalam program diplomasi yang dilakukan Kemenlu.

“Saya memikirkan gagasan semacam FGD agar senam setelah 10 tahun vakum di panggung kejuaraan internasional di luar Sea Games dapat berkibar. kita juga bisa tampilkan pesenam-pesenam ritmik yang cantik dengan kemahiran permainan pita di panggung-panggung terbuka dalam berbagai event,” ungkap Busyra Basnur. Dengan demikian masyarakat semakin mengenal kiprah atlit senam mengharumkan nama Indonesia di luar negri.

Ita Juliaty didampingi Dewi Kaniawati dari Bidang Hubungan Luar Negri Persani dan pengurus lainnya menambahkan sejumlah event telah dijadwalkan untuk menambah jam terbang atlit, pelatih maupun wasit senam di luar negri.

Beberapa event a.l adalah kegiatan Try out Rhythmic World Cup di Taskhent, Uzbekistan dimana Persani akan mengirim 2 atlit, satu pelatih, satu tim manager dan satu ketua delegasi.

Kegiatan lainnya adalah Asian Championship bidang artistik dengan mengirim 3 atlit putri, 4 atlit artistik putra, satu putra ikut kategori senior putra ke Bangkok. Pihaknya juga akan mengirim tim 6 atlit ke Azerbijan mengikuti penyelenggaraan Islamic Solidarity Games untuk kegiatan multi event. (Hilda Ansariah Sabri).