President FIG Motivasi Pesenam Muda Tetap Fokus Berlatih

President FIG Morinara Watanabe saat memotivasi para pesenam di club senam Gravila, Permata Hijau, Jakarta

JAKARTA: President Federation Internationale de Gymnastique ( FIG), Morinari Watanabe memanfaatkan kunjungannya ke Indonesia 2-5 Febuari 2017 untuk mengunjungi club senam yang ada di Jakarta. Watanabe yang baru terpilih sebagai president FIG memulai tugas-tugas resminya per Febuari ini.

Oleh karena itu pada kunjungan ke duanya ke Indonesia, kali ini grup Gavrila Gymnastic Club, klub senam yang didirikan Eva Butar butar mendapatkan kehormatan dikunjungi pimpinan organisasi senam tertua sekaligus induk organisasi senam dunia.

Jam 9.00 pagi, Watanabe di dampingi Ita Yuliati, Ketua I Persani yang membawahi bidang Binpres, Litbang, Kesehatan dan Hubungan Luar Negri sudah tiba di lokasi senam di kompleks Pertamina Simpruk, Permata Hijau, Jakarta.

Anak-anak yang sedang berlatih langsung duduk di lantai senam berhadap-hadapan mengelilingi Morinari Watanabe yang juga mantan pesenam di Jepang. “ Mengapa kalian berada di sini ?,” ujar Watanabe.

Pertanyaan mendasar itu dijawab karena mereka hobby senam yang membuat Watanabe tersenyum dan menambahkan bila berlatih konsisten dan disiplin maka manfaatnya akan mereka rasakan di dalam kehidupan sehari-hari.

“ Tidak apa-apa kalau mood dan prestasi kerap turun naik, namun sepanjang konsisten untuk terus berlatih dengan disiplin tinggi maka apa yang dicita-citakan dapat tercapai,” kata Watanabe yang menyebutkan bahwa senam adalah Father of the sport.

Menurut dia yang terpenting adalah tetap berlatih dengan konsisten meski suasana hati dan prestasi bisa naik turun. “ jika kalian bisa mengatasi kondisi itu maka dalam kehidupan sehari-sehari nanti dimasa dewasa kelak sudah terbiasa mengatasi masalah,” tegasnya.

20170209_225040

Eva Butar-butar, mantan pesenam dan pendiri club Gravila mengatakan dari dua click here tempat latihannya di Permata Hijau dan Kelapa Gading terkumpul 900 anak yang berlatih setiap minggu. Anak-anak balita hingga tingkat sekolah dasar berlatih di Simpruk, sementara yang usia remaja ke atas berlatih di Kelapa Gading.

“ Dari jumlah murid yang ada, 50 orang kami latih layaknya sebagai atlit seperti Rifda yang telah menyabet medali emas di PON dan event internasional lainnya. Kita harapkan dari jumlah itu sedikitnya lahir 5 atlit andalan yang baru,” ungkap Eva.

Kesulitan mencetak atlit penghasil emas karena anak-anak sibuk menempuh pendidikan formal. Selain itu juga kurangnya motivasi dan dukungan yang justru datang dari orangtua sendiri. Oleh karena itu Eva berharap kesungguhan dan pemahaman orangtua terhadap bakat yang dimiliki anak-anaknya.

Olahraga senam memiliki manfaat besar jika dikenalkan pada anak sejak dini. Selain mampu melatih keseimbangan dan kelincahan tubuh, bisa juga membantu perkembangan motorik anak.

Gerakan-gerakan khususnya juga dianggap mampu memperkuat otot punggung dan perut sehingga anak pun mampu menjadi lebih tangkas bergerak ataupun melompat. Tak hanya itu, senam juga dianggap bisa melatih konsentrasi dan koordinasi serta keseimbangan tubuh.

Gavrila Gymnastic Club, klub senam yang didirikan sejak tahun 2001 ini tak hanya mengenalkan olahraga senam yang menyenangkan tetapi juga berhasil mencetak berbagai prestasi gemilang. Banyak program yang diberikan, namun kelas untuk kinder, kids, dan teen yang paling banyak direspons dengan baik oleh masyarakat.

“Pembentukan karakter sejak usia dini dengan spirit olimpic yaitu respect, excellent & friendship telah kami perkenalkan pula,” kata Eva yang anak sulungnya Ken juga dipersiapkan sebagai atlit senam.

Kunjungan Morinari Watanabe diakhiri dengan foto bersama, perorangan maupun per group yang dilayani President FIG itu dengan senang hati. ( Hilda Ansariah Sabri)