AGU Dan Panitia Pelaksana Asian Games Hasilkan Persepsi Sama Soal Kompetisi Pra Event

JAKARTA: Untuk pertama kalinya Persani mendapat kesempatan presentasi langsung pada Executive Meeting Asian Gymnastic Union ( AGU) pada hari kedua pertemuan

yang berlangsung di hotel Fairmont, Senayan, Sabtu (4/2).

Selain sebagai tuan rumah, kesempatan yang datang ini juga menjadi bukti kepedulian President AGU untuk mendukung kebangkitan senam di Indonesia. Pertemuan hari kedua yang dibuka President AGU Ar-Rahman Alshatiri ini juga istimewa karena dihadiri pula oleh President FIG, Morinari Watanabe.

Kehadirannya sekaligus untuk mengucapkan terima kasih pada delegasi yang hadir dan telah memberikan dukungan saat pemilihannya sebagai President FIG di Tokyo pada November 2016.

Watanabe yang mulai menjalankan tugasnya pada Febuari 2017 mengatakan agar rekan-rekannya di kawasan Asia tetap selalu menjaga kesatuan dan persatuan agar senam di wilayah Asia berjaya di dunia internasional.

“ Saya berharap kita bisa saling support dan meskipun jabatan saya yang baru adalah President FIG secara personal saya tetap Watanabe yang dulu, kita bersaudara,” tegasnya.

Sementara itu Ita Yuliati Irawan, ketua panitia tuan rumah Executive Meeting AGU yang juga Ketua I Persani membawahi bidang Binpres, Litbang, Kesehatan dan Hubungan Luar Negri memaparkan tempat penyelenggaraan cabang olahraga senam di Asian Games tahun depan.

Selain Ita sebagai Competition Manager, Sri Sundari Kencana Ayu sebagai Venue Manager, ada 4 orang Tecnical Delegate ( 4 TDs), 3 juri , 49 atlit MAG, 37 WAG, 25 RG, 11 TRA dan 12 NTO.

Untuk senam peserta datang dari 45 negara dan tanggal penyelenggaraan kompetisi senam pada 18-31 Agustus 2018 berlangsung di Jakarta Internasional Expo Hall, Kemayoran.

President AGU Abdul Rahman Alshathri dan Presiden Federasi Senam Internasional (FIG) Morinari Watanabe juga menyuarakan optimisme terkait kesuksesan Indonesia sebagai penyelenggara Asian Games click here tahun depan.

Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) mendapat dukungan dari Persatuan Senam Asia (AGU) untuk menyukseskan Asian Games 2018 di Indonesia.

“Kami dapat hasil yang sangat bagus dalam pertemuan tadi. Kami berkomitmen untuk saling membantu dan bekerja sama selama Asian Games,” ucap Al-Shathri dalam jumpa pers.

Senada dengan Al-Shathri, Watanabe menyinggung soal keunggulan Asia dalam mencetak atlet berprestasi sehingga menjadi kiblat senam dunia. Baginya, Indonesia punya kans untuk maju apalagi akan menjadi tuan rumah event internasional.

“Asia masih jadi yang terbaik di dunia dalam hal senam seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Kami terus berupaya merangkum negara-negara Asia lainnya,” kata Watanabe.

Watanabe yang dalam kunjungannya ini sudah melihat fasilitas senam di Gravila Club mengingatkan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta orang berpeluang mencetak atlit-atlit sejak usia dini.

“Jangan lupa kalau ada banyak nomor di senam dan Asian Games nanti jadi momen untuk mendulang emas. Oleh karena itu senam sebagai The Father of Sport harus mendapat perhatian dari semua pihak terutama pemerintah,” tuturnya.

Fokus dan miliki strategi yang jitu untuk mendulang emas yang tinggi seperti misi Persani. Dengan demikian di berbagai event olahraga nasional maupun internasional olahraga senam bisa menggiring Indonesia menjadi juara, kata Watanabe optimistis.

Ita Yuliati mengatakan momentum menjadi tuan rumah juga dimanfaatkan untuk menghasilkan persepsi yang sama soal penyelenggaraan Asian Games antara AGU dan panpel Asian Games.

“ Tadi kami sepakat kompetisi pra-event harus dilaksanakan, bukan level lokal saja, tapi harus ada negara yang diundang. Selain itu masalah krusial yang dibahas adalah soal jumlah juri internasional karena nomor dalam olahraga senam sangat banyak,” tutur Ita. ( Hilda Ansariah Sabri).