PB Persani Dan Pengprov Benahi Organisasi Untuk Targetkan Medali Emas di Event Internasional

JAKARTA: Ketua Umum PB Persani , Ilya Avianti, minta para pengurus  Provinsi (Pengprov)  Persani pro-aktif memetakan kekuatan dan membina klub-klub senam di daerahnya agar target membidik medali emas pada dua ajang multievent, yakni SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 dapat tercapai.

Berbicara pada Rapat Pleno pertama setelah pelantikan pengurus PB Persani oleh Ketum KONI pusat, kemarin, Ilya menegaskan bahwa untuk memenuhi target maksimal perolehan emas dari cabang olahraga senam maka seluruh pengurus  provinsi di Tanah Air perlu memiliki tekad yang sama.

“ Kita harus punya tekad yang sama untuk meraih sebanyak mungkin emas apalagi nomor pertandingan senam banyak sehingga kita harus optimalkan kemampuan atlit. Program jangka pendek kita optimalkan s20161209_141749arana dan prasarana yang ada dan jadikan lima kota sebagai center of excellent dari senam, ujarnya.


Kelima pengprov yang dimaksud adalah Riau dan Palembang yang menjadi center of excellent  wilayah Sumatra,  Bandung, Jawa Barat dan  DKI Jakarta untuk Pulau Jawa, Bali, NTB,  Makassar, Sulawesi Selatan mengakomodasi wilayah Indonesia Timur misalnya.

Menurutnya, sebelum meningkatkan prestasi atlit, hal  yang sangat mendesak adalah pembenahan organisasi  sehingga seperti tekadnya sejak awal , Ilya minta Pengprov bekerjasama erat dengan PB Persani dan KONI untuk membuat event-event dengan SOP serta transparansi dari awal perencanaan hingga pelaksanaan.

“Jangan ada lagi pengkotak-kotakan bahwa ini event daerah, itu event pusat dan saya tidak mau mendapat laporan dari masyarakat karena adanya penyalahgunaan anggaran misalnya. Oleh karena itu dimanapun eventnya  akan membawa nama  PB Persani dan KONI. Artinya Pengprov harus mengikuti Standard Operation Procedur ( SOP) click here yang berlaku di pusat maupun daerah sehingga tidak jalan sendiri-sendiri, “ kata Ilya.

Untuk pembenahan organisasi, misalnya tim audit  PB Persani bukan hanya mengurus keuangan, tapi mengawal  risk management dan penyusunan anggaran event sejak awal kegiatan sehingga semuanya dapat dilakukan transparan. Hasil akhir dari pembenahan organisasi akan berdampak pada prestasi atlit.

“ Kita harus jadi role model dan bekerja secara profesional sehingga pengurus pusat dan pengprov harus bisa bekerjasama dengan baik. Kita kerja baik saja belum bisa memuaskan ekspektasi masyarakat apalagi kalau ada masalah administrasi yang membuat kita harus berurasan dengan pihak berwajib dan habis waktu untuk bolak-balik  satu urusan event yang tidak transparan,” kata Ilya.

Menurut dia dalam berorganisasi maka jika  ada pengurus di  pusat maupun di provinsi tidak bisa aktif bahkan tidak tahu apa tugas dan bagaimana menjalankan tugasnya, maka hal itu adalah kesalahan dari para ketua termasuk dirinya yang tidak mampu mendistribusikan tugas dan beban yang harus dipikul bersama.

Para Pengurus Provinsi Pada Rapat Pleno pertama dengan Ketum PB Persani Ilya Avianti.

Para Pengurus Provinsi pada rapat pleno pertama dengan Ketua Persani Ilya Avianti.

“ Mereka yang duduk dalam kepengurusan  harus memiliki budaya kerja profesional dengan beban tugasnya masing-masing dan para ketua yang berhubungan dengan bimbingan prestasi di berbagai provinsi sudah tahu kalau targetnya medali emas maka strategi dan perencanaannya harus  bagaimana,” kata Ilya.

Dia berharap di kepengurusan PB Persani yang baru neraca awal pembukuan sudah harus menjadi perhatian utama untuk membangun budaya transparansi, diikuti pengurus provinsi lainnya sehingga tidak terjadi kesalahan administrasi.