Ilya Avianti: Kuncinya Bekerja Dengan Hati dan Pegang Amanah

JAKARTA: Bagi Prof. Dr. Ilya Avianti, S.E., M.Si., Ak, CPA, bekerja dengan hati dan berupaya pegang amanah bukanlah slogan tapi sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Tak heran dari sekian banyak wanita Indonesia yang memilih berkarir profesional, hanya sedikit yang mampu mencapai puncak karir. Dan dari sedikit wanita Indonesia yang mampu berada di pucuk tertinggi profesionalisme di bidang mereka, hanya segelintir yang mampu tetap eksis dan bertahan.

Ilya adalah Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) yang menjadi satu dari segilintir wanita tersebut.Ibu dua anak ini tergolong memiliki pengalaman lengkap sebagai istri, ibu, pengusaha, akademisi hingga menjadi birokrat dengan berbagai jabatan yang tanggung-tanggung di lembaga super.

Ilya misalnya tercatat pernah menjadi tenaga ahli Menteri Keuangan periode 2005-2006,  Pelaksana Tugas Auditor Utama Keuangan Negara VII pada Auditorat Utama Keuangan Negara VII BPK RI hingga menjadi Anggota Dewan Komisaris OJK.

Pengalamannya mengelola organisasi profesi dan menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, juga memiliki rekam jejak yang panjang. Kepeduliannya untuk mencetak sumber daya manusia yang profesional di bidang jasa keuangan membuatnya all-out terlibat penuh sebagai praktisi, akademisi dan pembuat kebijakan.

Simak saja kiprahnya sebagai praktisi, dia pernah menjabat sebagai Managing Partner pada Kantor Akuntan Publik “Ilya Avianti & Rekan”. Selain sibuk berorganisasi di Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sejak 1985 dan pernah menjabat sebagai Ketua wilayah Jawa Barat.

Dia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Konsultatif, Dewan Standard Akuntansi Keuangan (DK DSAK) sekaligus anggota Dewan Pengurus Nasional IAI (Pusat) dan Wakil Ketua Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP).

Di dunia bisnis, pakar ilmu Akuntansi ini pernah menjabat sebagai Komisaris PT Tuban Petro Industry dan Anggota Komite Audit PT Bio Farma. Kepercayaan yang penuh dari almamaternya juga mengantar Ilya yang menjadi dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran , menjadi Sekretaris Bidang Akademik Magister Akuntansi, Staf Ahli Pembantu Rektor I,  Ketua Satuan Pengawasan Intern, Sekretaris Program Doktor Bidang Ekonomi Pasca-Sarjana hingga menjadi Guru Besar Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran.

“Bekerjalah dengan hati, kuncinya disitu karena apapun status dan jabatan kita kalau dikerjakan sebagai amanah dan ibadah maka insya Allah tidak ada kesulitan karena semua bimbingan itu karena ridha dan izin Allah SWT semata,” kata Ilya Avianti yang sejak kecil ingin menjadi pilot pesawat tempur. Maklum, masa kecil Ibu dua anak ini dihabiskan di lingkungan TNI Angkatan Udara di Bandara Husein Sastranegara.

Ilya Avianti di ruang kerjanya di Otoritas Jasa Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta

Ilya Avianti di ruang kerjanya di Otoritas Jasa Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta

Hal itu termasuk jabatan barunya yang didaulat sebagai Ketua Umum Persatuan Senam Indonesia ( Persani) periode 2016-2018. Alasannya untuk terjun mengurus bidang olahraga senam ini sederhana saja, menjalankan fungsinya sebagai ibu dari organisasi yang sudah dibentuk pada 14 Juli 1963.

Persani berdiri atas prakarsa tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya berasal dari tokoh-tokoh dari daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara.

Persani kemudian membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I tahun 1963 dan pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan internasional, ungkap Ilya Avianti dengan wajah bersungguh-sungguh.

“Ketika di daulat untuk menjadi calon Ketua Umum Persani yang ada dalam benak saya hanyalah nasib para atlit senam kita. Organisasi ini ternyata tidak memiliki tempat senam permanen untuk berlatih, sementara kegiatan PON ke XIX, Asean Games 2017 dan Asian Games 2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumah menuntut semua cabang olahraga untuk mempersiapkan para atlitnya,”

Bentuk keprihatinannya itulah yang memotivasinya untuk menerima tawaran ini dan dia ingin merangkul semua pihak baik di lingkungan Pengurus Besar dan Pengurus click here Provinsi (Pengprov)  Persani di berbagai daerah untuk fokus mempersiapkan atlit dan mengembalikan kejayaan senam di dunia olahraga baik di kancah nasional maupun internasional.

Ilya adalah satu dari tiga wanita yang berhasil lolos seleksi ketat menjadi anggota Dewan Komisioner OJK bersaing dengan 300 pelamar. Hebatnya di tengah kesibukannya, bagi Ilya keluarga tetap menjadi yang paling utama di dalam hidupnya. Akankah kesibukannya sebagai Ketua Umum Persani juga mendapat dukungan dari lembaga tinggi dan terutama keluarganya sendiri .

“Tentu saja setiap kali saya mau melangkah ridho Allah SWT, suami dan anak-anak adalah yang paling utama karena dalam hal membenahi organisasi ilmunya juga sama harus ikhlas memimpin dan dipimpin, solid dan profesional dengan keterbukaan penuh,” kata wanita cantik kelahiran kelahiran Bandung, 12 Juli 1959 ini.

Ilya yang sehari-hari bekerja di lembaga “super “ (super body) karena wewenang yang besar, meliputi pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan di industri perbankan, pasar modal dan lembaga keuangan non-bank, mengaku tidak muluk-muluk dalam menjalankan program-programnya kelak.

“Saya ingin Indonesia menghasilkan atlet – atlet bertaraf internasional, terutama untuk senam dan akan mnegharumkan nama bangsa Indonesia dan PB Persani menjadi pengurus persatuan olahraga yang solid, profesional, inovatif serta bernilai tambah bagi bangsa dan negara Indonesia,” ujar wanita berkaca mata yang memiliki idola mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Hilda Thatcher dan Mother Teresa.

Menurut Ilya, Margaret Thatcher memiliki karakter yang kuat, dia dikenal dengan wanita  besi. Sedangkan Mother Teresa adalah tokoh wanita yang tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.

Memimpin organisasi olahraga yang benar-benar baru ditekuninya ini lagi-lagi sifat keibuannya yang muncul. Apalagi filosofi senam sebagai mother of sport juga menuntut semua pengurus untuk mampu menjadi pendidik dan pengayom.

Filosofi itu bisa menjadi penggerak bagi PB Persani dan pengurus di daerah untuk memperlakukan para atlit sebagai anaknya sendiri. Dia juga berharap karir atlit hingga purna bakti serta para wasit di bidang senam juga tidak luput dari perhatian PB Persani dan pemerintah sendiri.

Sebagai orangtua baik sebagai ayah atau ibu selain dituntut memiliki kedekatan, juga harus memahami setiap perkembangan anak-anaknya sehingga sebagai orangtua kita paham kebutuhan, kemampuan sampai mereka dapat berprestasi di berbagai bidang.

Itulah sebabnya sebagai ketua umum PB Persani yang baru, dia berharap bisa menjadi ibu yang dapat mengantar anak-anaknya meraih prestasi dan menjadikan semua pengurus sebagai sebuah keluarga besar yang mampu memberikan jaminan kenyamanan, kesejahteraan dan karir olahraga yang baik.

“Pendekatan kekeluargaan yang utama dan saya berharap semua pihak yang terlibat dalam PB Persani bahu membahu untuk mengatasi kendala – kendala yang terjadi selama ini dan yang penting kita mempunyai semangat yang sama untuk menghasilkan atlet – atlet senam terbaik untuk dikirimkan ke ajang internasional dan pada gilirannya membawa harum nama Indonesia,” ujarnya mantap. (Hilda Ansariah Sabri)

 

Bio Data Prof. Dr. Ilya Avianti, S.E., M.Si., Ak, CPA
Pendidikan
SD Pandu, Bandung (1971)
SMP Pandu, Bandung (1974)
SMA Santa Angela, Bandung (1977)
S1 Ekonomi & Akuntansi Universitas Padjajaran, Bandung (1984)
S2 Akuntansi Universitas Padjajaran, Bandung (1994)
S3 Akuntansi Universitas Padjajaran, Bandung (2000)
Karir
Auditor Utama Keuangan Negara VII di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) (2010-sekarang)
Guru Besar Fakultas Ekonomi, Universitas Padjadjaran, Bandung
Staf ahli dan Pelaksana Tugas Auditor Utama Keuangan Negara VII (2009-2010)
Staf Ahli BPK (2008–2010)
Tenaga Ahli BPK (2007–2008)
Tenaga Ahli Menteri Keuangan RepubIik Indonesia (2005–2006)
Komisaris PT Tuban Petro Industry (2006-2009)
Sekretaris Bidang Akademik Magister Akuntansi, Universitas Padjadjaran (2002-2009)
Anggota Komite Audit PT Bio Farma (2002-2007)
Ketua Satuan Pengawasan Intern, Universitas Padjadjaran (2001-2005)
Sekretaris Program Doktor Bidang Ekonomi Pasca-Sarjana, Universitas Padjadjaran (2001-2004)
Staf Ahli Pembantu Rektor I, Universitas Padjadjaran (2001-2004)
Managing Partner pada Kantor Akuntan Publik “Ilya Avianti & Rekan” (1996-2005)
Dosen Tetap Fakultas Ekonomi, Universitas Padjadjaran (1985–sekarang)