Tiga pesenam artistik putra masuk final SEA Games 2015

SINGAPURA: Team senam artistik putra Indonesia gagal untuk meraih medali , Setelah para atlet itu kandas saat bersaing untuk bisa menembus semifinal SEA Games XXVIII/2015 Singapura. Namun di nomor-nomor individual, tiga pesenam putra masuk final yaitu Ferous One Wiyodac, Muhammad Try Saputra dan Agus Adi.Prayogo

“Di nomor individual potensi mendulang emas lebih besar. Pertandingan Senin 9 Juni di Bishan Sport Hall Center, Singapura  untuk Men’s Artistic Gymnastics (MAG) Ferous turun di senam lantai, M Try Saputra di kuda-kuda pelana,” kata Aziz Hakim, Manajer Tim Senam di SEA Games 2015 ini.

Besoknya 10 Juni 2015 , Ferous berlaga di nomor palang tunggal bersama M Try Saputra. Agus Adi Prajoko di nomor kuda-kuda lompat (vault) dan M Try Saputra juga masuk final namun semua gagal meraih medali ,tambahnya.

Ketua Bidang Pem­binaan dan Prestasi Pengurus Besar Per­satuan Senam Seluruh In­do­nesia (PB Persani) Gi­yan­ti Imansyah mengatakan tim inti yang diterjunkan pada pesta oyah­raga antarnegara ASEAN itu ber­kekuatan sembilan pesenam putra-putri. PB Persani menargetkan peroleh­an satu me­dali emas dari no­mor ritmik pu­tri dengan me­mpertimbang­kan potensi.

Sembilan atlet yang terpi­lih masuk tim inti adalah M. Try Saputra, Ronny Sabputra, Fe­rous One Wiyodac, Agus Adi Rayogo dan Tris­na Ramdani un­tuk nomor ar­­tistik putra. Kemudian Rifda dan Sa­hira untuk nomor ar­tis­tik pu­tri. Sedangkan Dinda Devriana dan Na­bila  mengikuti nomor ritmik putri.

Mereka berlaga untuk mengikuti delapan no­­mor pertandingan artistik putra, enam no­mor untuk tim artistik putri, dan nomor beregu keseluruh­an untuk tim ritmik. No­mor yang diikuti untuk se­nam artistik terdiri dari be­regu, serba bisa serta perorangan dengan alat lantai, kuda pe­lana, gelang-gelang, meja lom­­pat, palang sejajar, dan pa­lang tunggal. Sedangkan enam nomor yang diikuti senam ar­tis­tik pu­tri yaitu beregu, ser­­­­ba bisa, per­orangan dengan alat meja click here lompat, palang ber­ti­ngkat, balok keseimbangan, dan lantai.

Tim senam putra Indonesia kurang beruntung dengan ketiadaan juri putra yang mewakili Indonesia di ajang Sea Games ini. Disamping itu pada hari kedua pertandingan cabang olahraga ini 6/6/2015 Ronny Sabputra mengalami cedera saat bertanding pada nomor senam artistik beregu semua alat bersama rekannya Muhamad Try Saputra, Ferrous One Willodac, Agus Adi Prayogo dan Trisna Ramdhani.

Ketua Kontingen SEA Games Indonesia, Taufik Hidayat ( tengah barisan belakang), memyempatkan foto bersama dan menyemangati atlet senam Ronny Sabputra ( berkursi roda) di Bishan Sport Hall, Singapura, sebagai arena pertandingan  gymnastic di pesta olahraga ini.

Ketua Kontingen SEA Games Indonesia, Taufik Hidayat ( tengah barisan belakang), memyempatkan foto bersama dan menyemangati atlet senam Ronny Sabputra ( berkursi roda) di Bishan Sport Hall, Singapura, sebagai arena pertandingan gymnastic di pesta olahraga ini.

Ronny tidak dapat melanjutkan pertandingan selanjutnya dan harus beristirahat di hotel setelah ditangani tim medis dari Singapura dan Indonesia. Cedera lutut mengharuskan Ronny beraktivitas di atas kursi roda minimal selama tiga minggu.

Ketua III PB Persani, Ita Juliati ketika mengunjungi Ronny di hotelnya bersama pengurus PB Persani lainnya mengatakan cedera lutut yang dialami Ronny agar tidak mempengaruhi semangat dari Ronny dan atlet senam lainnya untuk mengukir prestasi.

“Musibah bisa datang kapan saja jadi tetap berhati-hati dan selalu semangat serta menjaga kekompakan serta kerja tim,” ungkap Ita

Sementara itu Ronny yang dapat menghadiri pertandingan terakhir senam di Bishan Sport Hall juga dikunjungi Taufik Hidayat sebagai Chief de Mission (CdM) atau ketua kontingen Indonesia di SEA Games di Singapura, 5-16 Juni 2015 bersama mantan atlit lainnya seperti Ivana Lie (hss).