Team Senam Putra Artistik raih posisi keempat di ajang Men’s Artistic Gymnastics (MAG) SEA GAMES 2015

SINGAPURA: Sebanyak lima atlet artistik putra Indonesia yang berlaga di ajang Men’s Artistic Gymnastics (MAG) gagal mendapatkan perolehan medali diajang SEA Games 2015, Singapura. Sementara Vietnam memperoleh medali emas, di susul Thailand mendapat medali perak dan Singapura sebagai tuan rumah menghasilkan perunggu.

Pada pertandingan sesi pagi team senam putra melawan  Singapura dan Pilipina di Bishan Sport Hall, Sabtu 6/6/2015. Sementara di sesi sore team Vietnam berhadapan dengan Malaysia dan Kamboja dan Myanmar.

Para atlet berlaga untuk alat floor ( senam lantai), pommel (kuda-kuda pelana) ,rings ( gelang-gelang) , vault ( kuda-kuda lompat) dan horisontal bar atau palang tunggal. Mereka yang berlaga adalah M Trisaputra, Agus Prajoko, Feorous, Ronny Sabputra dan Trisna Ramadhan .

Salah satu atlet senam terbaik Indonesia, Ronny Sabputra, mengalami cedera lutut saat menyelesaikan gerakan kuda-kuda lompat sehingga dilarikan ke rumah sakit Tan Tock Seng, Singapura oleh tim kesehatan di dampingi manager tim senam PB Persani, Aziz Hakim.

“Saat ini Ronny sudah kembali ke hotel dan diperkirakan harus beristirahat selama enam bulan. Dokter langsung melakukan MRI dan ada sedikit patah tulang, istilahnya ligament dan tandon tears,” tambah Aziz Hakim.

Hasil kompetisi  tim MAG ini menempatkan cabang olahraga senam dari Indonesia diurutan keempat dengan nilai 294.600, sementara di urutan pertama Yaitu Vietnam sebesar 344.700, di susul Thailand 318.150 dan Singapura mencapai nilai 318.100.

PB Persani pada ajang SEA GAMES 2015 ini menyiapkan sembilan atlet yang mengikuti  12 nomor pertandingan. Dua nomor untuk artistik putri, lima  nomor untuk artistik putra, dan dua nomor untuk ritmik. Pelatih putra  adalah Jonathan Sianturi dan Indra Sibarani, sedangkan pelatih putri dibimbing A. Negaka dan Eva Butar-Butar.

Baik PB Persani maupun Satlak Prima click here sepakat menargetkan satu emas dari nomor artistic putra yaitu M. Tri Saputra, yang meraih medali serupa di SEA Games 2011. Sebelum berlaga di SEA GAMES 2015, tim senam  artistik putra sempat bertanding di  Qatar, Maret lalu, sementara senam artistik putri berlatih di Taskent, Uzbekhistan.

Menurut kordinator Humas, Media dan Promosi PB Persani, Dian WK Arifin Cabang senam  kembali dipertandingkan di SEA GAMES 2015 setelah sempat absen di SEA GAMES Myanmar 2013 dan di Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 di Palembang.

PB Persani, ujarnya, juga akan mempersiapkan atlet untuk berlaga di Asian Games  2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang serta membantu KOI untuk mempersiapkan perhelatan akbar itu. Saat ini untuk pelatnas masih terhambat dengan peralatan yang memerlukan bantuan dari Menpora, Koni, KOI maupun kalangan sponsor dari kalangan swasta sehingga para atlet dapat berlatih dengan aman dan nyaman.

Upacara pembukaan SEA GAMES  2015 di Singapura berlangsung Jumat malam  5/6/2015 dan berlangsung hingga 16 Juni 2015 mendatang. Pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara itu dibuka secara resmi melalui pesta yang berlangsung meriah dengan pertunjukan laser, tata lampu nan indah dan tentunya pertunjukan kembang api.

Acara dihadiri Presiden Singapura, Tony Tan yang berlangsung di National Stadium Singapura diawali dengan kemunculan Nila,  maskot SEA GAMES, yaitu Singa berambut merah. Kontingen Indonesia  dipimpin oleh Chief de Mission, Taufik Hidayat. Sementara bertindak sebagai pembawa bendera merah putih adalah atlet senior, I Gusti Made Oka Sulaksana.

Dari tribun penonton terlihat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Republik Indonesia, Puan Maharani, dan Megawati Soekarno Putri melambaikan tangan pada atlet. Indonesia menurunkan 525 atlet, tampil dengan seragam batik bercorak merah, hitam dan putih. (hss)